Saturday, December 16, 2017

Rizal Mantovani Sukses Kemas Perjalanan Spiritual Musisi Legenda dalam Film Biopik, Chrisye!

Dapat bermain dalam sebuah film biopik tentunya merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi seorang aktor. Bagaimana tidak, memerankan sosok seorang figure yang melegenda pasti merupakan impian sekaligus tantangan untuk para pelaku seni peran.
Dan berbicara film Chrisye, Ah beruntunglah Vino G. Bastian yang terpilih memerankan musisi legenda, Chrisye. Karena acting Vino secara karakter dalam berbicara, gaya berjalan, dan balutan kostum almarhum Chrisye dengan maksimal bisa dimainkan oleh Vino.
Film Chrisye yang sudah didengungkan sejak awal 2017 bisa dibilang film yang di nanti-nanti oleh penikmat film Indonesia. Dalam durasi satu jam 50 menit sutradara Rizal Mantovani sukses mengemas sosok Chrismansyah Rahardi sesuai dengan apa yang ditulis oleh Damayanti Noor, istri mendiang Chrisye.
Film Chrisye yang melibatkan Velove Vexia sebagai Damayanti, Fauzi Baadilah sebagai Imran Amir, Dwi Sasono sebagai Guruh Soekarno Putra, Roby Tremonti sebagai Jay Subiyakto, Arick Ardiansyah sebagai Sys NS, Ray Sahetapy sebagai ayah Chrisye, Fuad Idris sebagai Taufik Ismail, Neni Anggraeni sebagai Bu Acin, Andi Arsyil Rahman sebagai Erwin Gutawa, dan Tria Changcuters sebagai Eddy Sud ini pun terbilang cukup bisa menghidupkan dan menghibur film tersebut dalam memerankan perannya masing-masing. Fauzi Baadilah contohnya yang mendapat pujian dari anak Imran Amir via instagram, karena bisa menjiwai gaya bos Prambors yang kerap menyilangkan tangannya saat berbicara
Bagi saya pribadi yang diberi kesempatan untuk menonton saat Press Scereening dan Gala Premier film Chrisye di XXI Epicentrum, Kuningan Jakarta Selatan, 1/12 bersama Bloggercrony melihat film Chriyse seakan membilas rasa penasaran saya yang sudah menunggu film ini.
Sungguh acungan jempol untuk Rizal Mantovani dan Damayanti Noor yang benar-benar berhasil memenggal kisah hidup Chrisye yang tak semua orang tahu. Film yang tak hanya menceritakan perjalanan musik Chrisye, film Chrisye juga menyenggol perjalanan spiritual lelaki yang telah tutup usia pada November 2007.
Untuk Anda pecinta musik Indonesia yang akrab dengan tembang-tembang Chrisye, selayaknya Anda menonton karena Anda tak hanya bisa ikut bernyanyi tapi juga berkaca-kaca bahkan menangis apalagi saat mengetahui history beberapa lagu yang di putar dalam film tersebut, yang tak di ketahui oleh media atau bahkan mesin pencari google.
khususnya lagu ‘Ketika Tangan dan Kaki Bicara’ yang liriknya special ciptaan Taufik Ismail permintaan khusus dari Chrisye. Sangat magis moment dimana Chrisye yang merasa dirinya bukan siapa-siapa ditengah karirnya yang melejit.
Ya, perjalanan musisi Chrisye sebagai penyanyi, mungkin sudah banyak yang mengetahuinya. Bahkan kita mungkin sangat mudah untuk mendapatkan data lengkap biografi Chrisye di wikipedia. Tetapi cerita bagaimana jawaban Chrisye terhadap orangtuanya ketika ayahnya melarang ia untuk berkarir di musik, bagaimana keluguannya ia terhadap perempuan yang ia pinang, bagaimana pribadi Chrisye sebagai seorang ayah, dan bagaimana hampanya hidup Chrisye karena belum membuahkan karya untuk pencipta-Nya, ah sumpah kalian bisa mendapatkan jawabannya di film ini.
Sesudah menonton film Chrisye, saya pun mendapat bekal bagaimana nilai Hablum Minallah begitu amat menguasai hati fikiran kita. Setinggi apapun karir kita, popularitas kita, tapi jika tidak diseimbangi oleh iman kita, maka tubuh kita pun hanya sebuah raga yang tak berjiwa.
Chrisye, terimakasih untuk semua lagu dan kisahmu yang begitu lembut di telinga dan hati kami.

Rizal Mantovani Sukses Kemas Perjalanan Spiritual Musisi Legenda dalam Film Biopik, Chrisye!

Dapat bermain dalam sebuah film biopik tentunya merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi seorang aktor. Bagaimana tidak, memerankan sos...