Thursday, March 27, 2008

rasio vs rasa ala Dahlan Iskan

Akal Sehat!!

begitu Dahlan Iskan menyebutnya.
adalah sebuah kolom Radar Surabaya yang bisa tiap hariku jumpa dan kubaca bila ku mampir ke meja bapak iing akhir-akhir ini.


membaca rubrik itu, membuatku beranalogi
bagiku, akal sehat tak ubahnya sebuah slilit yang sangat membuat kita resah.
berwujud kecil memang, tapi frekuensi mengganggunya itu sangat tinggi sekali.
mau itu berwujud daging ayam, tetelan bahkan secunguk tempe kalau sudah nyangkut di sela gigi, berani taruhan lidahpun akan kesal dibuatnya. ya lidahku ini buktinya.

tak berlebihan bila slilit sama halnya benar-benar dengan akal sehat.
cuilan makanan dan seonggok rasio.
sama-sama mengganggu.

membaca tuangan akal sehat Pak Dahlan memang bisa menyunggingkan senyumku. pasalnya akal sehatnya itu benar-benar berhasil membuat aku menggodekkan kepala. tapi aku tidak bilang aku mengamininya ataupun sebaliknya ya?

tulisannya saat presiden SBY akhirnya mendelegasikan nama dirut BI ke JK karena kedua nama calonnya ditolak MPR itu salah satunya.

aku tertawa.
sumpah.
pasalnya, aku jadi teringat tulisanku yang 'digubah' oleh redakturku itu!!!!!!
hahahhahha... konyol.

akal sehat pak Dahlan berkata, jelaslah SBY akhirnya 'melempar' tugas itu ke JK, ya kalau dibilang muthung, memang iya! memang salah? and toh, bukan hanya roker kok yang manusia!

belum habis menyeruput akal sehat yang di atas, timbul lagi akal sehat Pak Dahlan lainnya. dimana penolakan itu disebut sebuah skenario yang apik.

hmffhh...
kenapa pak Dahlan itu memilih akal sehat sebagai judul rubrikasinya?
kenapa bukan akal-akalan?
atau hati nurani? (biar gabung sama Hanura, hehehhee)
atau s l i l i t?

karena 'akal sehat'nya itu apa benar-benar sehat?
karena kalau terus mengikuti episode akal sehat bersama Dahlan Iskan, rasa juga tak kalah berperan diantara rasionya. bila diskala, 60%-40% mungkin.

tunggu, akal sehat itu apa benar-benar hanya dimiliki oleh rasio?
atau itu sebuah permainan cantik antar rasio dan rasa?
atau...


terlepas akal sehat itu benar salah, baik buruk, setidaknya lelaki yang mendapat banyak simpati setelah memproklamirkan transplantasi hatinya, dia bisa mengakomodir dengan baik rasio dan rasanya.

banyak cara untuk menyingkirkan silit ini, bisa dengan tusuk gigi, kumuran air, melikuk lidah.
dan banyak juga jalan untuk menemukan pertanyaan 'kenapa' di akal sehat. bisa dengan rasio, rasa. (mau itu Su'uzon ataupun Hus'nuzon itu urusan belakangan).

um, Dahlan Iskan?
sebagai salah satu orang yang enggak mau meninggal karena belum menemukan software komputer yang bisa membuat jurnalisnya benar-benar 'teliti' dalam membuat naskah berita memang salah satu mahluk ciptaan Tuhan yang beruntung.

ambisi sangat kental didirinya.
tak salah ia pernah mengabadikan filosofi 24 karatnya di rubrik menegakkan akal sehat.
"bila ada 24 karat, kenapa mengenal 18 karat untuk mewujudkan keinginan kita?"

No comments:

Rizal Mantovani Sukses Kemas Perjalanan Spiritual Musisi Legenda dalam Film Biopik, Chrisye!

Dapat bermain dalam sebuah film biopik tentunya merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi seorang aktor. Bagaimana tidak, memerankan sos...