Friday, June 22, 2007

‘Menyekar’ kuliner di TMP Kalibata

‘Menyekar’ kuliner di TMP Kalibata Anda suka berburu makanan enak? Jika iya, maka anda harus coba melipir ke kawasan selatan Jakarta ini. Karena disini selain bisa menemukan tempat makan asik, anda pun juga bisa menjumpai mahluk halus penunggu makam. Penunggu makam? Loh, memang makan di kuburan? Loh iya, kita kan sedang wisata kuliner di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata! . . . Wuah, jangan bergidik dulu, penunggu makam disini adalah para guide yang akan membantu kita untuk mendapatkan tempat makan enak kok. Hanya masalahnya, para penunggu itu hanya ada saat malam sudah merapat. Ya bagaimana penunggu itu itu tidak datang malam-malam, wong tempat makannya baru ramai saat malam datang. . . Makan Enak, Sembari Melihat Awan Bertumpuk Hujan yang sedang mengguyur Jakarta, akhirnya membuat saya ‘kepagian’ sampai di TMP Kalibata, tepat pukul 17.00 WIB saya sudah sampai disini karena beradu balab dengan awan gelap. Dan memergoki senja sore di TMP Kalibata ternyata amat menyenangkan. Selain bisa melihat para pedagang memasang tenda warungnya, kita juga bisa menikmati awan yang bertumpuk tepat di atas gapura TMP Kalibata. Makan enak, dengan pemandangan yang istimewa sudah menjadi satu perpaduan yang pas bukan? Berlokasi tepat di seberang TMP Kalibata, menjadikan tempat ini mempunyai ciri khas tersendiri. lihat saja, dengan lahannya yang luas, tempat ini pun menjadi tempat favorit para klub-klub otomotif. Dengan penataan yang apik, tempat ini pun terdapat banyak warung tenda dengan jenis makanan yang beraneka ragam. Tak ayal pilihan menu makanan disini juga lumayan banyak. mau yang tradisional macam nasi bebek, soto, rawon, sate maranggi atau kerak telor di tempat ini ada. atau mau yang agak sedikit modern? ada warung makanan jepang juga kok. Mau coba cari minum yang beraneka macem, di tempat ini juga ada. Pokoknya komplitlah. . . . Ada Pangkalan Duren! idak jauh dari tempat makan ini sekitar 50 meter terdapat deretan penjual durian. Durian yang dijual adalah durian medan, durian Petruk dan durian montong dengan harga berkisar sekitar 25.000-50.000 perbuah. Penataan pedagang duren ini pun amat rapih. Dengan adanya beberapa penjual durian, anda pasti bingung untuk memilihnya. Nah, berikut tips dari saya. Bila anda ingin mengetahui penjual mana yang menjual durian enak, maka selain tugas anda melihat dan menciumi harum buah berduri tersebut. Anda pun juga harus peka dengan tumpukan sampah duren yang sengaja di taruh di pinggir pembatas duren. Jangan salah! Jika anda berfikir penjual durian yang membiarkan tempatnya di penuhi sampah kulit dan biji duren yang berserakan, bukan berarti tempat itu adalah jorok. “Justru dari sampah kulit dan biji durian itu, menggambarkan kami pada pengunjung kalau tempat kami lah yang laku!!” terang Doni Juanda, salah satu pedagang duren. Sedikit kotor memang bila di lihat. Tapi siapa sangka, sampah durian yang terlepas dari serangan laler hijau itu adalah suatu jawaban dari hantu penasaran kita dalam menemukan duren yang enak. Hehhehe. Tertarik ingin mencoba, silahkan main ke daerah kalibata, tempatnya tepat di depan TMP Kalibata. . . . .
Jangan Lupa ‘Nyodok’ di TMP Kalibata Jika anda ingin menikmati makanan selain di warung-warung tenda tersebut, maka ada baiknya anda mencoba nasi bambu yang akan segera saya mamah ini. Soalnya nasi putu ala eropa ini, namanya sedang bergaung! Masih terletak di kawasan TMP Kalibata, resto ini fikirku amat unik. Karena kita sebagai pengunjung bisa melihat langsung cara pembuatannya. Hebatnya, untuk menikmati nasi bamboo ini, hanya dengan waktu kurang dari 20 menit, kita sudah bisa mencicipinya.. Umm, mantap! Sebenarnya untuk membuatnya sangat mudah dan cukup tradisional. Tidak ada bedanya dengan cara membuat kue putu. Jika kue putu bahan dasarnya tepung, maka nasi putu ini bahan dasarnya adalah nasi biasa yang telah dicampur dengan lauk. Dan selanjutnya nasi tersebut pun dimasukkan ke dalam bambu berdiameter 10 cm dan panjang 25 cm, layaknya membuat kue putu. Setelah 15 menit, nasi putu sudah siap dihidangkan dan disantap. Oiya, Selain Nasi putu, sedikitnya ada 10 varian rasa nasi putu yang ditawarkan. Di antaranya nasi putu ayam, daging, udang, cumi-cumi, sum-sum, pedak, bebek dan jambal. Oiya, agar lebih nikmat, nasi putu dapat disantap dengan lalapan dan sambal yang disajikan di atas cobek kecil. Karena memakai konsep tradisional, rasa nasi putu tersebut sedikit pedas. Bagi Anda yang tidak terlalu menyukai pedas, bisa memesan untuk mengurangi sambalnya. Wuahh, sempurna!! Untuk itu, tak ada alasan untuk tidak ‘menyekar’ ke makam bukan?

No comments:

Rizal Mantovani Sukses Kemas Perjalanan Spiritual Musisi Legenda dalam Film Biopik, Chrisye!

Dapat bermain dalam sebuah film biopik tentunya merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi seorang aktor. Bagaimana tidak, memerankan sos...