Wednesday, September 26, 2007

Menelisik Uniknya Berkuliner di Sukabumi

Menelisik Uniknya Berkuliner di Sukabumi Selain asyik bisa berwisata alam ke pegunungan di daerah Salabintana (yang merupakan kaki dari gunung Gede – Pangrango), hingga wisata ke Pelabuhan Ratu, ternyata Sukabumi juga memiliki daya tarik bagi pecinta kuliner. Udaranya yang sejuk pun sukses membuat segala makanan yang ada di sini terlihat lezat. Mencapai Kota Sukabumi dari Ibukota cukuplah mudah. Waktu yang ditempuh hanya sekitar empat jam lamanya. Sepanjang jalan menyusuri kota mungil yang kerap dijadikan jalan alternatif menuju Bandung selain melalui Puncak – Cianjur ini pun unik, seunik jajanan kulinernya.
Moci Si Mungil yang Kenyal Jika menapakan kaki ke Sukabumi, maka jajanan Moci lah yang melekat erat diingatan para turis lokal. Si imut yang terbuat dari tepung ketan, berbentuk bulat-bulat kecil berselimut tepung sagu, ini memiliki rasa legit, kenyal dan amat manis. Tak pelak banyaknya minat pembeli Moci, membuat jajanan kue moci ini mengalami eksplorasi. Dimana kini tersedia Moci dengan isi banyak olahan rasa. Seperti rasa duren, Moca, rasa strawberry, dan keju. Padahal Moci yang sesungguhnya hanyalah dua rasa. Moci tanpa isi (Kiathong) dan moci isi kacang. Moci biasanya dikemas dalam keranjang bambu dan diberi merk dalam tulisan “kuo-I” yang dibaca “swang sie” yang berarti ‘banyak kebahagiaan’. Dalam setiap keranjangnya diisikan 10 buah moci dengan ukuran sebesar kelereng. Satu paket umumnya dijual per satu ikatan kotak keranjang yang berisikan 5 kotak secara vertikal, dan dijual dengan harga yang cukup bervariasi. Moci Jl. Otista No.39.
Pepes Ikan Mas ibu Tatty Makanan Tradisional Berkelas Internasional Sejak November 2007, Lantie Melati K,SE akhirnya mulai memberanikan dirinya untuk terjun ke dunia kuliner. Berbekal resep dari sang bunda Tatty, lantie pun sukses membuat Pepes Ikan Mas Duri lunak sebagai salah satu oleh-oleh Sukabumi. “Kalau selama ini Sukabumi oleh-olehnya hanya makanan ringan, nah sekarang ada nih oleh-oleh makanan berat. Hehehe,” loroh perempuan yang masih tak percaya kalau kini ia bisa sukses dengan pepes ikan masnya. Lantie memang cermat. Sukabumi yang terkenal sebagai kota penghasil ikan mas itu pun akhirnya dijadikan sebagai peluang emas. “Ini adalah makanan tradisional, tp kelas internasional loh,” bisik wanita yang kerap datang ke Jakarta untuk mengantar pesanan pepesnya. Dalam sehari, Lantie hanya membuat seratus pepes ikan mas. Cara masaknya yang dikukus hingga hampir 12 jam itulah alas an Lantie tidak mau membuat ikan pepes lebih dari seratus. “Karena kami menjaga kualitas dan kami juga tidak mengolahnya dengan presto, sehingga kami pun tidak mau memproduksi lebih dari seratus ditiap harinya,” papar Lantie yang biasanya kebanjiran pesanan untuk resepsi, acara keluarga, arisan dan sebagainya. Pepes Ikan Mas Ibu Tatty, di Jl. Gotong Royong, Villa Ibu Tatty, Tegalpari No.64, 02/08. Telp 0266-7091705
Mie Cinco 40 Tahun Tetap mengolah mie Sendiri Mie Yamin ini memang sudah taka sing lagi namanya. Lebuh dari 40 tahun mie Cinco memeriahkan kuliner di Sukabumi. Kendati bertempat di garasi mobil rumah Cinco, tapi itu tidak mengurangi niat para pelanggan untuk menikmati Mie Cinco. “Mie Cinco itu adalah mie yamin yang sejak awal sampai sekarang mienya kita buat dengan handmade,” ujar Cinco yang telah mengantongi usia hampir 60 tahun. “Kami menyediakan mie cinco dengan dua jenis daging. Daging ayam dan daging babi. Untuk itu sejak pelanggan memesan kami selalu bertanya, ingin daging apa dan memakai barco apa?,” papar Cinco yang membandol harga Rp22.000 per mangkok mienya. Mie Cinco Jl. AR.Hakim No.62
Bolu Onih Pisang Dalam bolu Adalagi jajanan yang sudah akrab dikenal sebagai oleh-oleh Sukabumi. Bolu Onih! Bagia anda pecinta bolu pasti anda sudah mencicipinya. Berbeda dengan bolu biasa, bolu ini adalah bolu pisang. Jadi jika bolu biasa hanya berbahan dasar terigu, telur. Margarine, gula dan bahan lain. Maka dalam bolu ini ditambah juga pisang segar sebagai bahan utama. Jenis pisangnya adalah pisang ambon dan pisang ambon lumut. Sehingga jangan heran jika saat mencium bolu ini maka aroma khas pisang segar akan tercium wangi. Bahkan ketika anda memasukinya ke dalam mobil, maka aorma pisang pun akan memenuhi ruangan mobil anda! Bolu Onih yang sudah berdiri sejak 1988 ini merupakan hasil karya dari Hj.Onih. Ketidaksengajaan Hj.Onih dalam mencampurkan buah pisang kedalam adonan bolu ternyata sukses membuat bolu buatannya mempunyai cirri khas disbanding bolu yang lain. Banyak ragam bolu Onih. Sebut saja bolu pisang keju, bolu pisang keju coklat, bolu pisang pandan, bolu pisang gulung, bolu caramel, bolu nangka, ketan hitam hingga bolu tape dan aneka brownies. Hj. Onih mengaku pada hari biasa ia bisa menjual tidak kurang dari 400 bolu pisang. Sedangkan pada musim libur tiba ia bisa menjual tidak kurang dari 700 bolu pisang berbagai ukuran. “Bahkan jika sedang ramainya konsumen mesti pesan dulu via telpon sehari sebelumnya agar tidak kehabisan,” tambahnya. Untuk harga tidak mahal kok, sekotak bolu pisang bisa didapatkan mulai dari harga 12 ribu hingga 25 ribu. Makanan yang cocok untuk teman minum teh dan kopi ini juga layak menjadi buah tangan untuk kerabat kita di rumah. Jadi, jangan lupa mencoba panganan yang satu ini bila berkunjung ke Sukabumi.
Bubur Odeon Sayur Asin si Pelengkap Bubur Fasad bangunan bubur ayam khas pecinan ini terbilang sederhana. Tak banyak berubah sejak tahun 1959. Berada dalam suatu komplek perumahan, tepatnya di Jl.Pejagalan, Bubur Odeon hadir dengan menu orisinilnya. Layaknya bubur ayam pecinan, Odeon pun memanjakan pengunjungnya dengan potongan kasar ayam kampung. Dikenal dengan bubur kering, dimana tidak memakai kuah, wangi buburnya amat khas. “lebih dari lima puluh tahun yang kami suguhkan ya bubur ini. tidak ada penambahan atau pengurangan bumbu,” jelas Ine mulyani generasi ke empat Bubur Odeon. Buburnya pun sengaja anta karena ditemani dengan krupuk pangsit, sayur asin (sawi yang diasinin dan bacian kentang) yang siap memuncratkan rasa asin manisnya di lidah kita. Rasanya nikmat, untuk itu tak ayal banyak pedagang bubur di Jakarta yang mengklaim jualannya sebagai bubur Sukabumi. Untuk pelanggan yang ingin mencicipi bubur ayam Odeon tapi harus menunggu matahari terbenam. Karena Bubur ayam Odeon hanya sejak pukul 04.30 – 10.30 WIB. Dan Untuk menikmati keorisinilan rasa bubur Odeon, anda pun hanya merogohkan kocek, Rp22.000, Bubur Ayam Odeon, di jl. odeon, Bubur Bunut Bubur ayam Bunut yang awalnya dimulai dengan berjualan menggenakan gerobak di RS.Bunut (sekarang menjadi RSU.Syamsudin-red) kini telah berkembang menjadi sebuah resto pusatnya bubur. “Ya dulu kami berjualan di depan RS.Bunut, makanya kami dikenal sebagai Bubur Bunut,” ujar anak pemilik Bubur bunut, Robby Fahamsyah. Bubur ayam Bunut sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bubur yang dijual di Jakarta. Rasanya yang gurih dengan dilengkapi suwiran ayam, bumbu kaldu, telur, ati ampela, cakwe, krupuk, dan bumbu-bumbu lainnya. Hanya saja yang membedakannya adalah hadirnya keroket atau risol yang renyah. Bubur ayam ini memiliki porsi yang cukup padat dan pas untuk disantap. Namun bila anda belum kenyang juga, maka disediakan pula menu-menu lain yang bervariasi. Untuk seporsi Bubur ayam anda bisa membelinya mulai dari 8,000 rupiah tergantung isi tambahan yang anda pesan. Bubur bunut Jl.Siliwangi No.93/131 Sukabumi Bandros Pukis Raksasa Ketika matahari mulai tergelincir dan langit mulai menggelap, cobalah beranjak lebih ke tengah kota, tepatnya di jalan . Di sana pasti kita akan dikejutkan oleh kerumunan orang yang berkumpul di depan sebuah warung. Beberapa puluhan manusia yang kebanyakan adalah remaja, sedang asyik merubung penjaja makanan khas Sukabumi, yaitu Bandros Ata. Bandros, Kue pukis raksasa yang cocok sekali menjadi teman bandrek, kopi, atau sekedar minum teh hangat ini memang menjadi jajanan tempat nongkrong anak muda. Mengapa sampai berjubel para pelanggannya, karena penjual Bnadros hanyalah satu orang yang hanya bisa mencetak empat Bandros secara bergantian. Wuih! Kue yang memakai cetakan kue pancong (Kue pukis) ini memang dikenal makanan khas Jawa Barat. Terbuat dari terigu campur tepung beras dengan bumbu garam dan gula. Dengan harganya yang bersahabat yaitu Rp 6000, Bandros Ata pun tak pernah sepi dari pelanggannya. Sekoteng Singapore Sehari 150 Mangkok Sekoteng Terjual Tak jauh dari warung Bandros, Sukabumi lagi-lagi memanjakan para pecinta kuliner ditengah udara dinginnya. Sekoteng Singapura namanya. Tak kalah dengan penjaja kue Bandros, bermodalkan gerobak, Sekoteng Singapor ini juga menjadi jajanan kegemaran tua dan muda. semangkok sekoteng hangat sudah bisa dinikmati. Memang nikmat sekali menjelajah Sukabumi di malam hari apalagi ditemani dengan aneka jajanan khas ini. “Mengapa ini dinamakan Sekoteng Singapore, karena memang di Singapore juga menjajakan ini,” ujar Samsul pedagang Sekoteng Singapore yang tiap harinya melayani hampir 150 mangkok sekoteng. “Hanya saja bedanya di sana pakai sarang burung wallet, kalau di sini tidak karena melihat harganya juga,” sambung Samsul yang menjual Rp6000 per mangkok.

No comments:

Rizal Mantovani Sukses Kemas Perjalanan Spiritual Musisi Legenda dalam Film Biopik, Chrisye!

Dapat bermain dalam sebuah film biopik tentunya merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi seorang aktor. Bagaimana tidak, memerankan sos...