Wednesday, September 26, 2007

Menelisik Uniknya Berkuliner di Sukabumi

Menelisik Uniknya Berkuliner di Sukabumi Selain asyik bisa berwisata alam ke pegunungan di daerah Salabintana (yang merupakan kaki dari gunung Gede – Pangrango), hingga wisata ke Pelabuhan Ratu, ternyata Sukabumi juga memiliki daya tarik bagi pecinta kuliner. Udaranya yang sejuk pun sukses membuat segala makanan yang ada di sini terlihat lezat. Mencapai Kota Sukabumi dari Ibukota cukuplah mudah. Waktu yang ditempuh hanya sekitar empat jam lamanya. Sepanjang jalan menyusuri kota mungil yang kerap dijadikan jalan alternatif menuju Bandung selain melalui Puncak – Cianjur ini pun unik, seunik jajanan kulinernya.
Moci Si Mungil yang Kenyal Jika menapakan kaki ke Sukabumi, maka jajanan Moci lah yang melekat erat diingatan para turis lokal. Si imut yang terbuat dari tepung ketan, berbentuk bulat-bulat kecil berselimut tepung sagu, ini memiliki rasa legit, kenyal dan amat manis. Tak pelak banyaknya minat pembeli Moci, membuat jajanan kue moci ini mengalami eksplorasi. Dimana kini tersedia Moci dengan isi banyak olahan rasa. Seperti rasa duren, Moca, rasa strawberry, dan keju. Padahal Moci yang sesungguhnya hanyalah dua rasa. Moci tanpa isi (Kiathong) dan moci isi kacang. Moci biasanya dikemas dalam keranjang bambu dan diberi merk dalam tulisan “kuo-I” yang dibaca “swang sie” yang berarti ‘banyak kebahagiaan’. Dalam setiap keranjangnya diisikan 10 buah moci dengan ukuran sebesar kelereng. Satu paket umumnya dijual per satu ikatan kotak keranjang yang berisikan 5 kotak secara vertikal, dan dijual dengan harga yang cukup bervariasi. Moci Jl. Otista No.39.
Pepes Ikan Mas ibu Tatty Makanan Tradisional Berkelas Internasional Sejak November 2007, Lantie Melati K,SE akhirnya mulai memberanikan dirinya untuk terjun ke dunia kuliner. Berbekal resep dari sang bunda Tatty, lantie pun sukses membuat Pepes Ikan Mas Duri lunak sebagai salah satu oleh-oleh Sukabumi. “Kalau selama ini Sukabumi oleh-olehnya hanya makanan ringan, nah sekarang ada nih oleh-oleh makanan berat. Hehehe,” loroh perempuan yang masih tak percaya kalau kini ia bisa sukses dengan pepes ikan masnya. Lantie memang cermat. Sukabumi yang terkenal sebagai kota penghasil ikan mas itu pun akhirnya dijadikan sebagai peluang emas. “Ini adalah makanan tradisional, tp kelas internasional loh,” bisik wanita yang kerap datang ke Jakarta untuk mengantar pesanan pepesnya. Dalam sehari, Lantie hanya membuat seratus pepes ikan mas. Cara masaknya yang dikukus hingga hampir 12 jam itulah alas an Lantie tidak mau membuat ikan pepes lebih dari seratus. “Karena kami menjaga kualitas dan kami juga tidak mengolahnya dengan presto, sehingga kami pun tidak mau memproduksi lebih dari seratus ditiap harinya,” papar Lantie yang biasanya kebanjiran pesanan untuk resepsi, acara keluarga, arisan dan sebagainya. Pepes Ikan Mas Ibu Tatty, di Jl. Gotong Royong, Villa Ibu Tatty, Tegalpari No.64, 02/08. Telp 0266-7091705
Mie Cinco 40 Tahun Tetap mengolah mie Sendiri Mie Yamin ini memang sudah taka sing lagi namanya. Lebuh dari 40 tahun mie Cinco memeriahkan kuliner di Sukabumi. Kendati bertempat di garasi mobil rumah Cinco, tapi itu tidak mengurangi niat para pelanggan untuk menikmati Mie Cinco. “Mie Cinco itu adalah mie yamin yang sejak awal sampai sekarang mienya kita buat dengan handmade,” ujar Cinco yang telah mengantongi usia hampir 60 tahun. “Kami menyediakan mie cinco dengan dua jenis daging. Daging ayam dan daging babi. Untuk itu sejak pelanggan memesan kami selalu bertanya, ingin daging apa dan memakai barco apa?,” papar Cinco yang membandol harga Rp22.000 per mangkok mienya. Mie Cinco Jl. AR.Hakim No.62
Bolu Onih Pisang Dalam bolu Adalagi jajanan yang sudah akrab dikenal sebagai oleh-oleh Sukabumi. Bolu Onih! Bagia anda pecinta bolu pasti anda sudah mencicipinya. Berbeda dengan bolu biasa, bolu ini adalah bolu pisang. Jadi jika bolu biasa hanya berbahan dasar terigu, telur. Margarine, gula dan bahan lain. Maka dalam bolu ini ditambah juga pisang segar sebagai bahan utama. Jenis pisangnya adalah pisang ambon dan pisang ambon lumut. Sehingga jangan heran jika saat mencium bolu ini maka aroma khas pisang segar akan tercium wangi. Bahkan ketika anda memasukinya ke dalam mobil, maka aorma pisang pun akan memenuhi ruangan mobil anda! Bolu Onih yang sudah berdiri sejak 1988 ini merupakan hasil karya dari Hj.Onih. Ketidaksengajaan Hj.Onih dalam mencampurkan buah pisang kedalam adonan bolu ternyata sukses membuat bolu buatannya mempunyai cirri khas disbanding bolu yang lain. Banyak ragam bolu Onih. Sebut saja bolu pisang keju, bolu pisang keju coklat, bolu pisang pandan, bolu pisang gulung, bolu caramel, bolu nangka, ketan hitam hingga bolu tape dan aneka brownies. Hj. Onih mengaku pada hari biasa ia bisa menjual tidak kurang dari 400 bolu pisang. Sedangkan pada musim libur tiba ia bisa menjual tidak kurang dari 700 bolu pisang berbagai ukuran. “Bahkan jika sedang ramainya konsumen mesti pesan dulu via telpon sehari sebelumnya agar tidak kehabisan,” tambahnya. Untuk harga tidak mahal kok, sekotak bolu pisang bisa didapatkan mulai dari harga 12 ribu hingga 25 ribu. Makanan yang cocok untuk teman minum teh dan kopi ini juga layak menjadi buah tangan untuk kerabat kita di rumah. Jadi, jangan lupa mencoba panganan yang satu ini bila berkunjung ke Sukabumi.
Bubur Odeon Sayur Asin si Pelengkap Bubur Fasad bangunan bubur ayam khas pecinan ini terbilang sederhana. Tak banyak berubah sejak tahun 1959. Berada dalam suatu komplek perumahan, tepatnya di Jl.Pejagalan, Bubur Odeon hadir dengan menu orisinilnya. Layaknya bubur ayam pecinan, Odeon pun memanjakan pengunjungnya dengan potongan kasar ayam kampung. Dikenal dengan bubur kering, dimana tidak memakai kuah, wangi buburnya amat khas. “lebih dari lima puluh tahun yang kami suguhkan ya bubur ini. tidak ada penambahan atau pengurangan bumbu,” jelas Ine mulyani generasi ke empat Bubur Odeon. Buburnya pun sengaja anta karena ditemani dengan krupuk pangsit, sayur asin (sawi yang diasinin dan bacian kentang) yang siap memuncratkan rasa asin manisnya di lidah kita. Rasanya nikmat, untuk itu tak ayal banyak pedagang bubur di Jakarta yang mengklaim jualannya sebagai bubur Sukabumi. Untuk pelanggan yang ingin mencicipi bubur ayam Odeon tapi harus menunggu matahari terbenam. Karena Bubur ayam Odeon hanya sejak pukul 04.30 – 10.30 WIB. Dan Untuk menikmati keorisinilan rasa bubur Odeon, anda pun hanya merogohkan kocek, Rp22.000, Bubur Ayam Odeon, di jl. odeon, Bubur Bunut Bubur ayam Bunut yang awalnya dimulai dengan berjualan menggenakan gerobak di RS.Bunut (sekarang menjadi RSU.Syamsudin-red) kini telah berkembang menjadi sebuah resto pusatnya bubur. “Ya dulu kami berjualan di depan RS.Bunut, makanya kami dikenal sebagai Bubur Bunut,” ujar anak pemilik Bubur bunut, Robby Fahamsyah. Bubur ayam Bunut sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bubur yang dijual di Jakarta. Rasanya yang gurih dengan dilengkapi suwiran ayam, bumbu kaldu, telur, ati ampela, cakwe, krupuk, dan bumbu-bumbu lainnya. Hanya saja yang membedakannya adalah hadirnya keroket atau risol yang renyah. Bubur ayam ini memiliki porsi yang cukup padat dan pas untuk disantap. Namun bila anda belum kenyang juga, maka disediakan pula menu-menu lain yang bervariasi. Untuk seporsi Bubur ayam anda bisa membelinya mulai dari 8,000 rupiah tergantung isi tambahan yang anda pesan. Bubur bunut Jl.Siliwangi No.93/131 Sukabumi Bandros Pukis Raksasa Ketika matahari mulai tergelincir dan langit mulai menggelap, cobalah beranjak lebih ke tengah kota, tepatnya di jalan . Di sana pasti kita akan dikejutkan oleh kerumunan orang yang berkumpul di depan sebuah warung. Beberapa puluhan manusia yang kebanyakan adalah remaja, sedang asyik merubung penjaja makanan khas Sukabumi, yaitu Bandros Ata. Bandros, Kue pukis raksasa yang cocok sekali menjadi teman bandrek, kopi, atau sekedar minum teh hangat ini memang menjadi jajanan tempat nongkrong anak muda. Mengapa sampai berjubel para pelanggannya, karena penjual Bnadros hanyalah satu orang yang hanya bisa mencetak empat Bandros secara bergantian. Wuih! Kue yang memakai cetakan kue pancong (Kue pukis) ini memang dikenal makanan khas Jawa Barat. Terbuat dari terigu campur tepung beras dengan bumbu garam dan gula. Dengan harganya yang bersahabat yaitu Rp 6000, Bandros Ata pun tak pernah sepi dari pelanggannya. Sekoteng Singapore Sehari 150 Mangkok Sekoteng Terjual Tak jauh dari warung Bandros, Sukabumi lagi-lagi memanjakan para pecinta kuliner ditengah udara dinginnya. Sekoteng Singapura namanya. Tak kalah dengan penjaja kue Bandros, bermodalkan gerobak, Sekoteng Singapor ini juga menjadi jajanan kegemaran tua dan muda. semangkok sekoteng hangat sudah bisa dinikmati. Memang nikmat sekali menjelajah Sukabumi di malam hari apalagi ditemani dengan aneka jajanan khas ini. “Mengapa ini dinamakan Sekoteng Singapore, karena memang di Singapore juga menjajakan ini,” ujar Samsul pedagang Sekoteng Singapore yang tiap harinya melayani hampir 150 mangkok sekoteng. “Hanya saja bedanya di sana pakai sarang burung wallet, kalau di sini tidak karena melihat harganya juga,” sambung Samsul yang menjual Rp6000 per mangkok.

Sunday, September 23, 2007

Jangan Miris Berlebihan Karena si Kecil Mimisan Loh!

Jangan Miris Berlebihan Karena si Kecil Mimisan Loh! Mendapati hidung si kecil mengeluarkan darah segar, siapa yang tak akan cemas. Mungkin kita memilih lebih baik melewati kuburan kober malam hari daripada harus melihat si kecil mimisan ya?. Hehehe… Tenang, Selaput lendir dan pembuluh darah si kecil memang masih tipis dan sensitif, sehingga banyak faktor pencetus ringan yang mengakibatkan darah langsung mengucur keluar hidung. Tapi itu cepat berhentinya kok! Untuk itu Moms harus tau betul apa itu mimisan. Mimisan Bisa Hilang Dengan Sendirinya Mimisan (Epistaktis) adalah satu keadaan pendarahan dari hidung yang keluar melalui lubang hidung. Ia terjadi akibat lepasnya lapisan mukosa hidung yang mengandung banyak pembuluh darah kecil. Wuah, jangan berfikir seram dulu! Pembuluh darah (pleksus kieselbach) yang pecah di daerah hidung bagian tengah itu memang seperti anyaman yang sangat halus dan tipis. Tak ayal pada anak-anak, pembuluh darah ini mudah berdarah terutama kalau ada infeksi di daerah hidung. Dan sebagian besar mimisan pada anak tidak berbahaya. Jadi, tak perlu panic selama anak terlihat sehat dan aktif. Karena 90 persen, anak terkena mimisan dapat hilang dengan sendirinya. Penyebab mimisan 1. Penyebab paling sering adalah benturan atau kebiasaan mengkorek-korek hidung. 2. Udara panas dan kering menyebabkan selaput lender hidung menjadi kering dan pecah. 3. Bila hidung tersumbat terus dan berbau busuk,mungkin disebabkan anak memasukkan suatu benda ke dalam hidungnya. 4. Sekat hidung yang bengkok, menyebabkan aliran udara kurang baik.Akibatnya selaput lendir hidung menjadi kering dan pecah. 5. Pilek dan alergi. Peradangan di rongga hidung danmembuang ingus terlalu keras dapat menyebabkan mimisan. 6. Mencium bahan kimia, misalnya asam sulfat, bensin,amonia. 7. 8. Anak yang minum obat yang mengandung asetosal dan ibuprofen juga dapat mengalami mimisan karena darah menjadi kurangcepat membeku.
Pertolongan Saat Mimisan  Minta si kecil duduk sedikit membungkuk ke depan dan bernafas melalui mulut. (bila tidur terlentang, aliran darah ke hidung bertambah deras dan darah dapat tertelan)  Tekan bagian depan cuping hidung selama lima menit dan kompres dingin/es pada tulang hidung. Es atau benda dingin lainnya yang ditempelkan mampu mengecilkan pembuluh darah sehingga perdarahan pun cepat berhenti. Dibandingkan dengan menyelipkan daun sirih pada lubang hidung si kecil. Kompres bisa dilakukan saat perdarahan sedang berlangsung maupun berhenti  Bila setelah 5 menit masih berdarah, tekan lagi selama 15 menit. Kalau masih tetap berdarah, bawalah anak ke ruang gawat darurat rumah sakit. Pencegahan  Saat gatal, pilek, atau membersihkan kotoran hidung, ajari anak untuk menggunakan tisu maupun saputangan. Hindari kebiasaan mengorek-ngorek hidung atau mengembuskan udara lewat hidung terlalu keras  Hindari asap/ gas bahan kimia  Hindari benturan pada hidung  Gunakan AC dengan bijak dan aman. Jangan menyetel AC terlalu dingin dan lama. Selain boros energi, udara di ruangan akan menjadi sangat dingin dan kering. Untuk Indonesia, suhu 23-260C relatif cukup Waspada Bila Mimisan di iringi Dengan Gejala Yang Lain. Mayoritas kasus mimisan memang tidak berbahaya, tetapi kita hendaknya waspada jika frekuensi mimisan itu cukup sering, pada tiap minggu. Perhatikan gejala-gejala yang mungkin menyertai mimisan si kecil. Jika disertai demam, kemungkinan penyebabnya penyakit infeksi seperti demam berdarah. Jika disertai munculnya bercak-bercak darah kemungkinan menjurus pada leukemia atau ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura), sedangkan pada sinusitis umumnya mimisan disertai sakit kepala. Kadar trombosit yang rendah juga bisa menyebabkan pemicu perdarahan di hidung. Meski anak hemofilia bisa saja memiliki kadar trombosit yang normal, tapi karena faktor pembekuan darahnya yang rendah, sehingga sering mengalami perdarahan. Oiya, meski kasusnya sangat jarang, anak darah tinggi dan gagal ginjal pun memiliki risiko besar mengalami mimisan. Demikian juga anak dengan riwayat hipertensi (tekanan darah tinggi).

Saturday, August 18, 2007

Setu Babakan, Surga Kuliner Warga Betawi

Menggandol usia ke 481 kota Jakarta, ternyata tak membuat budaya betawi yang notabene sebagai tuan rumah ini mendapat tempat nomer wahid di jajaran kuliner. Alih-alih mendapat perhatian khusus bagi para pecinta kuliner, beberapa kuliner ciri khas betawi seperti soto tangkar, selendang mayang, sayur babanci, atau ikan kuah pucung pun malah kian habis tergilas oleh jaman. Tak pelak, makin lama gaung makanan betawi ini semakin tak terdengar. Terdengar sangat masygul bukan? Untung saja warga jakarta masih mempunyai satu tempat dimana semua kekayaan betawi masih tersimpan dengan manis di sana. Dan Setu Babakanlah surganya. Bertempat di samping sebuah danau yang cukup luas di daerah Srengseng Sawah, Lenteng Agung, memang membuat suasana tempat ini terlihat sejuk dan damai. Beberapa bangunan diperkampungan betawi yang masih berdiri kokoh dengan rapih itu pun menambah teduh pemandangan siang itu. Cukup jauh memang perjalan yang harus saya tempuh untuk mencapai kampung betawi ini. Tapi segala penat akan macet yang menemani saya selama dua setengah jam perjalan dari selatan jakarta itu langsung terbayarkan sudah oleh semangkuk minuman selendang mayang (seperti cendol) yang langsung saya pesan ketika saya meminjakkan kaki di Setu itu. Dan meniru ucapan almarhum ‘Bang Ben’, minuman ini, “Emang enggak ade duenye dah!,” Setelah melewati beberapa rumah perkampungan betawi yang pada umumnya memiliki tekstur bangunan yang dominan. Seperti rumah yang dikelilingi oleh perkarangan yang luas dan mempunyai atap unik, sampailah saya di surga warga jakarta ini. Oh iya, sebelum masuk kekawasan Setu Babakan ini, didepan sana saya telah disambut oleh gapura besar yang dikenal dengan nama “Pintu Bang Pitung”. Sebuah bangunan gapura yang benar-benar kental dengan guratan nuansa betawi. Teteapi entah kenapa dibilang pintu bang pitung, mengingat rumah jagoan betawi kita ini kan berada di Marunda, Jakarta Utara? Terlepas dari itu, tak salah memang bila saya bertandang ke Setu Babakan pada akhir pekan ini. Karena pementasan seni budaya ternyata khusus diadakan pada hari sabtu dan minggu. Lihat saja, mulai dari sajian lenong, gambang kromong Mustika Jaya, musik gambus Ismail Marzuki, sampai tari khas betawi semua tumplek blek disana. Um, pantas saja banyak warga jakarta yang melenggangkan kaki kesini. Rupanya ada tontonan gratis disini. Sambil menikmati cuilan kerak telor yang saya beli, saya pun dengan asik kembali menikmati tontonan kesenian betawi yang ditempatkan di sebuah panggung yang dibangun seluas 60 meter persegi. Saat itu, rupanya sedang diadakan les tari betawi untuk kelas anak-anak. Sepertinya panggung itu memang sengaja ditempatkan di tengah halaman luas yang dikelilingi oleh beberapa pohon besar, seperti pohon rambutan dan pohon melinjo. Dan ketika saya lihat sekeliling saya, ternyata sebagian dari pengunjung yang datang juga turut hanyut dengan geolan lucu penari kecil kita. Melihat ketekunan mereka bergelut dalam tari tradisional itu membuat saya berfikir, ditengah-tengah menjamurnya permainan budaya dari barat seperti Play Station dan game on line, ternyata tak sedikit dari mereka yang sudah diikut sertakan untuk melestarikan budaya betawi ini sedari kecil. Setelah cukup terhibur dengan kesenian betawi, saya pun beranjak pergi untuk mengarungi setu (danau). Ya, rasanya bila sudah bertandang kesini, wajib hukumnya untuk sedikit bersantai-santai di perahu. Di kawasan ini terdapat dua danau. Danau Mangga Bolong dan Danau Babakan. Tapi yang cukup dikenal, ya danau babakan ini. Sepanjang tepi danau, banyak warung kedai yang terjajar rapi disana, walaupun ada juga beberapa pedagang yang menjajakan jualannya dengan dipikul, seperti pedagang soto betawi kerak telor dan toge goreng itu contohnya. Sekilas, terlihat banyak para pengunjung yang sedang menikmati makanannya sambil memandang lepas ke danau. Tetapi ada pula yang asik duduk di bibir danau sambil melempar kail pancingannya. Bagi mereka, hasil pancingan bukanlah tujuannya. Melewatkan hari hingga senja dengan alamlah yang mereka cari. Kawasan konservasi kebudayaan betawi ini memang tempat yang pas untuk melepaskan dahaga kita akan kuliner betawi. Bagaimana tidak, disini saya bisa menemukan sayur babanci atau ikan kuah pucung yang hampir tidak bisa saya temukan di jakarta! Wuah, bisa lahap makan saya nanti. Atau bila anda ingin menjajal makanan lainnya, laksa juga bisa menjadi pilihan alternatif anda. Apalagi dengan ditemani segelas bir pletok, rasanya lengkap petualangan saya hari ini. Sayang para pemain kuliner betawi ini memang tidak begitu mempedulikan akan tampilan warungnya. Bagi mereka, dengan kemasan kedai seperti ini sudah lebih dari cukup rasanya. Umm, sedikit ironis memang. Tak terasa semburat senja pun sudah mulai terlukis. Beberapa pengunjung baik dari jakarta atau luar jakarta pun mulai mengakhiri petualang mereka hari ini. Terlihat, beberapa pengunjung dari Jepang, Australia pun mulai beranjak pergi. Ya, kawasan yang sudah diresmikan oleh Pemda DKI ini juga kerap disambangi oleh beberapa wisatawan asing. Mereka yang tertarik dengan budaya betawi memang harus melewatkan waktu disini. Untuk itu sudah sepatutnya kita ikut memelihara dan melestarikan kebudayaan betawi di Setu Babakan. Ya Budayanya, ya kulinernya!

Friday, June 22, 2007

‘Menyekar’ kuliner di TMP Kalibata

‘Menyekar’ kuliner di TMP Kalibata Anda suka berburu makanan enak? Jika iya, maka anda harus coba melipir ke kawasan selatan Jakarta ini. Karena disini selain bisa menemukan tempat makan asik, anda pun juga bisa menjumpai mahluk halus penunggu makam. Penunggu makam? Loh, memang makan di kuburan? Loh iya, kita kan sedang wisata kuliner di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata! . . . Wuah, jangan bergidik dulu, penunggu makam disini adalah para guide yang akan membantu kita untuk mendapatkan tempat makan enak kok. Hanya masalahnya, para penunggu itu hanya ada saat malam sudah merapat. Ya bagaimana penunggu itu itu tidak datang malam-malam, wong tempat makannya baru ramai saat malam datang. . . Makan Enak, Sembari Melihat Awan Bertumpuk Hujan yang sedang mengguyur Jakarta, akhirnya membuat saya ‘kepagian’ sampai di TMP Kalibata, tepat pukul 17.00 WIB saya sudah sampai disini karena beradu balab dengan awan gelap. Dan memergoki senja sore di TMP Kalibata ternyata amat menyenangkan. Selain bisa melihat para pedagang memasang tenda warungnya, kita juga bisa menikmati awan yang bertumpuk tepat di atas gapura TMP Kalibata. Makan enak, dengan pemandangan yang istimewa sudah menjadi satu perpaduan yang pas bukan? Berlokasi tepat di seberang TMP Kalibata, menjadikan tempat ini mempunyai ciri khas tersendiri. lihat saja, dengan lahannya yang luas, tempat ini pun menjadi tempat favorit para klub-klub otomotif. Dengan penataan yang apik, tempat ini pun terdapat banyak warung tenda dengan jenis makanan yang beraneka ragam. Tak ayal pilihan menu makanan disini juga lumayan banyak. mau yang tradisional macam nasi bebek, soto, rawon, sate maranggi atau kerak telor di tempat ini ada. atau mau yang agak sedikit modern? ada warung makanan jepang juga kok. Mau coba cari minum yang beraneka macem, di tempat ini juga ada. Pokoknya komplitlah. . . . Ada Pangkalan Duren! idak jauh dari tempat makan ini sekitar 50 meter terdapat deretan penjual durian. Durian yang dijual adalah durian medan, durian Petruk dan durian montong dengan harga berkisar sekitar 25.000-50.000 perbuah. Penataan pedagang duren ini pun amat rapih. Dengan adanya beberapa penjual durian, anda pasti bingung untuk memilihnya. Nah, berikut tips dari saya. Bila anda ingin mengetahui penjual mana yang menjual durian enak, maka selain tugas anda melihat dan menciumi harum buah berduri tersebut. Anda pun juga harus peka dengan tumpukan sampah duren yang sengaja di taruh di pinggir pembatas duren. Jangan salah! Jika anda berfikir penjual durian yang membiarkan tempatnya di penuhi sampah kulit dan biji duren yang berserakan, bukan berarti tempat itu adalah jorok. “Justru dari sampah kulit dan biji durian itu, menggambarkan kami pada pengunjung kalau tempat kami lah yang laku!!” terang Doni Juanda, salah satu pedagang duren. Sedikit kotor memang bila di lihat. Tapi siapa sangka, sampah durian yang terlepas dari serangan laler hijau itu adalah suatu jawaban dari hantu penasaran kita dalam menemukan duren yang enak. Hehhehe. Tertarik ingin mencoba, silahkan main ke daerah kalibata, tempatnya tepat di depan TMP Kalibata. . . . .
Jangan Lupa ‘Nyodok’ di TMP Kalibata Jika anda ingin menikmati makanan selain di warung-warung tenda tersebut, maka ada baiknya anda mencoba nasi bambu yang akan segera saya mamah ini. Soalnya nasi putu ala eropa ini, namanya sedang bergaung! Masih terletak di kawasan TMP Kalibata, resto ini fikirku amat unik. Karena kita sebagai pengunjung bisa melihat langsung cara pembuatannya. Hebatnya, untuk menikmati nasi bamboo ini, hanya dengan waktu kurang dari 20 menit, kita sudah bisa mencicipinya.. Umm, mantap! Sebenarnya untuk membuatnya sangat mudah dan cukup tradisional. Tidak ada bedanya dengan cara membuat kue putu. Jika kue putu bahan dasarnya tepung, maka nasi putu ini bahan dasarnya adalah nasi biasa yang telah dicampur dengan lauk. Dan selanjutnya nasi tersebut pun dimasukkan ke dalam bambu berdiameter 10 cm dan panjang 25 cm, layaknya membuat kue putu. Setelah 15 menit, nasi putu sudah siap dihidangkan dan disantap. Oiya, Selain Nasi putu, sedikitnya ada 10 varian rasa nasi putu yang ditawarkan. Di antaranya nasi putu ayam, daging, udang, cumi-cumi, sum-sum, pedak, bebek dan jambal. Oiya, agar lebih nikmat, nasi putu dapat disantap dengan lalapan dan sambal yang disajikan di atas cobek kecil. Karena memakai konsep tradisional, rasa nasi putu tersebut sedikit pedas. Bagi Anda yang tidak terlalu menyukai pedas, bisa memesan untuk mengurangi sambalnya. Wuahh, sempurna!! Untuk itu, tak ada alasan untuk tidak ‘menyekar’ ke makam bukan?

Tuesday, February 13, 2007

gerimis kasih

Gerimis Gemerintik
Kalau boleh rindu,
mauku sederhana saja:
menikmati gerimis bersamamu.
Kali ini mari dengan sepedakita lintasi jalan-jalankecil dalam perasaan yangsemakin deras berkat suasana.
Kau tertawa,
beseru sepanjanggemerintik gerimis.
Sepeda melaju semakin cepat;
kitasepakat: mengarungi kenangan.
Kita bahagia, bukan..?
Di tengah gerimiskutuliskan sebuah puisi.
Tentu: ini puisi rindudan engkau tersenyum.
Titik air setetes jatuhdan ingin juga kau tangkap.
Setetes yang selalu rapatdan engkau dekap
sebagaipelengkap hasrat di dalam hati.


gerimis yang ke78 kali, tanpa mu

Rizal Mantovani Sukses Kemas Perjalanan Spiritual Musisi Legenda dalam Film Biopik, Chrisye!

Dapat bermain dalam sebuah film biopik tentunya merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi seorang aktor. Bagaimana tidak, memerankan sos...