Monday, September 11, 2017

ZALORA Bekerja Sama dengan Atri xpress Untuk Servis Pengembalian Barang Lewat Alfamart, Alfamidi, and DAN+DAN

ZALORA Bekerja Sama dengan Atri xpress Untuk Servis Pengembalian Barang Lewat Alfamart, Alfamidi, and DAN+DAN Dengan konsep drop off di ribuan toko, pelanggan ZALORA dapat mengembalikan barang dengan mudah dan tanpa biaya. Jakarta, 11 September 2017 – ZALORA, destinasi fashion online Asia, kini menyediakan servis baru dalam pengembalian barang yang mudah, cepat dan gratis. Menjadi e-commerce pertama yang bermitra dengan Atri xpress dan mengusung konsep store drop-off, kini pelanggan yang berdomisili di Jabodetabek dapat mengembalikan barang ZALORA mereka lewat Alfamart, Alfamidi serta DAN+DAN. Caranya pun sangat sederhana. Pelanggan dapat mendatangi toko Alfamart, Alfamidi serta DAN+DAN terdekat dan meminta bantuan kasir untuk membantu mengirimkan barang kembali kepada ZALORA. Dengan menyebutkan kode booking ZALORA, barang tersebut akan dikirimkan oleh Atri xpress untuk selanjutnya dilakukan proses retur. Dan layanan ini dapat dilakukan dengan gratis; tanpa memakan waktu lama. Dengan ratusan cabang yang tersebar di seluruh Jabodetabek, ZALORA pun memilih Atri xpress sebagai mitra dalam pengembangan layanan pengembalian barang via convenience store. Berikut adalah caranya: 1. Pelanggan mengisi formulir retur dan menempel stiker retur di paket yang ingin dikembalikan. 2. Cek daftar toko yang dapat melayani pengembalian barang melalui tautan Dropstore yang tersedia di FAQ. 3. Mengunjungi cabang tersebut dan meminta kasir melakukan pengiriman barang retur ZALORA menggunakan Atri xpress dengan kode booking “ZALORA”. 4. Kasir akan memproses dan memberikan tanda bukti kepada pelanggan berupa resi dengan kode AWB untuk melacak paket. 5. Pelanggan dapat melacak paket di tautan yang telah tersedia di Atri xpress CEO ZALORA Indonesia, Anthony Fung menyebutkan, “Sebagai e-commerce yang selalu mencari cara baru untuk memberikan kenyaman bagi pelanggan, kami tak pernah berhenti berinovasi dalam memberikan kemudahan pelayanan, terutama dalam hal pengembalian barang. Atri xpress akan membantu pelanggan kami sehingga mereka dapat melakukan retur di berbagai cabang Alfamart, Alfamidi serta DAN+DAN yang jumlahnya ribuan, berada di tempat yang strategis serta dan dekat dengan tempat tinggal mereka.” “Saat ini, Zalora dan Atri xpress telah bekerja sama dalam menawarkan kemudahan untuk dapat mengirimkan kembali barangnya ke Zalora secara gratis melalui 3500 toko Alfamart, Alfamidi dan DAN+DAN yang tersebar di seluruh Jabodetabek. Ke depan, kerja-sama ini juga akan dikembangkan ke seluruh jaringan toko-toko di wilayah lainnya di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Kami berharap kerja-sama antara Zalora dan Atri xpress ini dapat mendukung pertumbuhan belanja online di Indonesia”, tambah Stefanus Didi Hartanto, Direktur Operasional Atri xpress. Layanan ini telah diluncurkan di ZALORA mulai 5 September 2017. Lihat lebih lanjut metode pengembalian ini di www.zalora.co.id

Monday, March 6, 2017

love or hate at the first sight?

pernah di toyor tuhan ga? pernah menilai orang dari penampilannya? atau kesal dengan seseorang karena sepertinya ia punya kebiasaan juengkeli tenan? atau menyumpahi teman karena berfikir telah membuat diri kita terjebak bersama orang yang tidak kita suka itu? aku pernah! dan aku bersyukur... kemarin, aku dihadapkan dengan episode itu jujur, saat aku di utus untuk pergi bersama orang tersebut, aku fikir bakalan kesal dan menggerutu di tiap detikku! bayangkan, aku akan bersama orang yang benar-benar tidak bisa aku ajak discus!! bertiga bersama dia saja sudah membuat aku ingin melarikan diri, bagaimana kalau hanya berdua? Bundir iyaa!!! sengaja aku membeli koran hari itu, dalih sibuk membaca rasanya alibi yang tepat untuk menghindari percakapan yang benar-benar aku doakan tak akan terjadi. pada menit pertama, aku sudah mulai action membaca headline koran tersebut. sedikit kuatir dia akan bercuap, akupun langsung membaca sambil duduk serong membelakanginya. berlalunya menit pertama, membuahkan satu jam berlalu. dan kami berdua (atau tepatnya aku) pun selamat karena berhasil tidak usah berkomunikasi. saat hendak mau melewati 90 menit, kami pun di paksa untuk bekerjasama dalam ikatan kontrak. berfikir untuk profesional, aku pun menyiapkan mentalku untuk menunaikan tugas. di pupuk dengan kemalasan yang luar biasa suburnya, membuat aku sedikit kurang bersemangat ketika menjalani pekerjaan ini. dan alangkah kagetnya aku ketika tengah memaksakan diri untuk tersenyum dalam pekerjaanku, aku seakan melihat orang itu menjelma menjadi orang yang baru aku kenal. Ya, ia begitu mandiri, telaten, dan sangat profesional!! dalam sekejap, aku yang biasanya di posisi selalu (merasa) di banggakan orang, kini malah menjadi sesorang yang cukup bodoh! dan diam pun sukses menyelimutiku saat itu. gerutu, "loh kok dia yang ngerjain juga? loh kok dia yang menguasai materi ini? loh kok aku enggak tau harus ngomong apa? loh kok aku jadi blank gini? " terus saja kata loh kok menggelayuti otakku!! sebenarnya yang membuat aku aneh, di episode itu, aku tidak berfikir, kenapa dia yang terlihat hebat? melainkan, kenapa dia menjadi seseorang yang berbeda? dia menjadi cukup bertanggung jawab, bisa di ajak kerjasama dan ya itu, mandiri!! keren sih, tapi kenapa aku baru tau kalau dia tidak menyebalkan seperti yang aku fikir? dan lebih dari 30 menit aku disuguhkan pemandangan itu!! benar-benar seperti di toyor tuhan, aku pun jadi malu setengah mati pada diriku sendiri.. seakan ingin menebus, sepanjang perjalanan pulang aku pun berbincang-bincang dengan dirinya sambil tersenyum. pernah merasakan episode itu? aku pernah... dan aku bersukur.

Panjang Pendek Durasi Kesedihan

· durasi episode kesedihan kawanku membatin.. ia baru menyadari, dirinya dikelilingi oleh orang-orang yang kesepian karena merasa kehilangan. kehilangan pacar, kehilangan kepercayaan diri, kehilangan sahabat, kehilangan jabatan, kehilangan jati diri, bahkan sampai kasus kehilangan duit. sesaat, ia merasa bersyukur dan senang dirinya dijadikan bejana kesedihan kawan-kawannya itu. tetapi akhir-akhir ini, ia pun kesal. tidak, ia tidak kesal karena kupingnya mulai memerah. ia hanya sedih, karena semua kawannya ternyata hanya ingin di dengar dan tak mau mendengarkan nasehatnya. memang, di saat seseorang menggendong masalah, nasihat terdengar seperti gonggongan anjing yang menyalak, bak old crap lah!! lucunya ,saat kawanku memohon untuk bersuara, tak sedikit dari kawannya kawanku yang berseru "aku itu tau apa yang harus aku lakukan, tapi saat ini aku belum mau melakukan hal itu, oke? so please, just listen to me," hehehe.. jawaban yang menggelikan. saking gelinya aku langsung tertawa, dan langsung dijitak kawanku, karena tak mengindahkan ceritanya. kita semua percaya, mereka yang merasa kehilangan itu, pasti mengerti betul bahwa kepunyaannya yang hilang itu, bukanlah milik mereka, dimana itu hanyalah titipan, dan tak akan abadi. hanya masalahnya, kapan mereka akan menyadari, menerima, dan mengikhlaskannya, kita memang tidak bisa meminta cepat. karena jamaknya, episode kesedihan itu memang sedikit berdurasi panjang. bahkan belum pernah aku temui, seseorang yang langsung berlari saat ia terjatuh. "loh, episode kesedihan itu memang harus berapa lama?" gusar kawanku. wuah, jangan tanya aku!

Ada Berapa Nyawa dalam Sebuah Kepercayaan?

berapa nyawa sebuah kepercayaan? pernah mendengar, "potonglah sumbu sebuah kepercayaan seseorang 30 persen tiap penghianatannya. jika seseorang itu mengantongi 100% kepercayaan, dan ia melakukan tiga kali penghianatan, maka seutas tali kepercayaannya pun yang hanya sisa terukur 10%." *** jualindra masih berkeras tak akan mempercayai Brian karena lelaki yang sudah hidup dengannya lebih dari lima tahun itu menghianatinya sebanyak dua kali. Jualindra memang tidak menuntut berpisah, tapi ia juga tak akan mau dan bisa menyatukan rasa cintanya lagi bersama Brian. baginya penghianatan itu telah melukai Jualindra. hingga segala kecupan dan sentuhan pun dilakukan hanya sebagai bentuk kewajiban yang tak lagi berselimut cinta. tak mau mengetahui kegiatan Brian, tak mau peduli dengan siapa Brian jalan malam itu, peduli setan Brian mau pulang kerja jam berapa, Jualindra tak mau mengambil resiko merasakan sakit hatinya lagi dengan mengetahui jawaban dari suaminya. dan yang ia jalani sekarang, adalah menjadi seorang ibu untuk kedua anaknya, bukan lagi menjadi istri dari pasangannya. Janeta, hari ini mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. sebesar apapun cintanya pada pekerjaannya itu, akhirnya tak cukup merantai langkah kakinya untuk berlari meraung meninggalkan pekerjaan yang ia geluti lebih dari enam tahun itu. penghianatan sesama rekan yang dijejalinya lebih dari empat kali itu benar-benar sukses membuat ia mengantongi kekecewaan. dirinya yang biasanya mengepal berontak pada semua dinding yang suka menghimpit memandangnya tajam, kini hanya bisa menjawab tamparan dinding itu dengan perih menunduk. baginya ia lebih baik memeluk erat semua kenangan manis sesama rekannya yang pernah mereka lewati dulu, daripada harus melihat taring tajam rekan-rekannya saat ini. ...berapa memang nyawa yang harus diberikan untuk sebuah kepercayaan? benarkah harus menunggu tiga, empat, lima kali?

Benarkah Tidak Ada yang Percuma?

benarkah tidak ada yang percuma? hari yang mengagumkan! Sore tadi ketika aku sedang melipir guna membalas sms seorang kawan, aku memergoki seorang bapak yang harus memarkir motornya di atas trotoar karena ban belakangnya bocor. Dengan cepat, ia jongkok sambil mengeluarkan ban dalam dan mencari dengan tekun sebuah lubang sial yang telah membuatnya menunda perjalanan. Hebatnya, saat ia menemukan lubang tersebut, lelaki yang aku tebak berusia 35 tahun tersebut langsung mengeluarkan semacam alat kikir dan menggerusnya dari kantung hitam yang ia keluarkan di jok motornya. Lepas itu tanpa menengok dan melihat kendaraan yang berlalu lalang, ia keluarkan kertas aluminium foil dan menempelnya dengan bantuan sedikit ludah darinya. tak buang waktu, segera ia menyalakan zippo guna membakar kertas tersebut yang ia keluarkan tepat dari kantung celananya. lucu, tak terlihat goresan kesal di mukanya. bak mencuci motor di hari libur ubahnya! selesai menggelitik api di kertas tersebut, dalam kondisi kertas yang masih panas, lagi-lagi dengan santai ia mengeluarkan tang untuk menekan keras lubang yang sudah ia selimuti itu. ku amati, dua kali ia membakar kertas tambalan tersebut dan langsung menekannya dengan kuat supaya lubang tersebut tak lagi menganga. langkah terakhir, sembari membakar dan mengepulkan asep kreteknya yang baru ia sulut. ban dalamnya pun ia rapikan kembali dan mulai mendorong motornya guna mencari tukang tambal ban untuk isi angin... apakah itu hal yang sia-sia? Ah, di diunia ini tidak ada yang percuma kok kawan

Jika Telinga Tak Cukup, Gunakan Hati!

"aku kesal karena ia tak jujur padaku! kenapa ia sampai berbohong! kenapa aku harus tau dari orang lain tentang penghianatannya!!", "aku lebih kesal lagi karena ia selalu saja mencampuri urusanku! selalu menelphone teman-temanku guna memastikan aku dimana dan dengan siapa! padahal baru semenit ia menelphoneku!!" "lihat saja, aku pasti ga akan ngasih dia kesempatan untuk mendengar alasannya. aku benar-benar marah!!," "biarin saja dia marah, nanti juga reda sendiri. bosan aku!!!" pernah mendapati sepasang kekasih yang memuntahkan kekesalannya padamu? kawanku pernah. dan ia kurang begitu senang akan itu. kalau aku, ya senang bukan main kala melihat ia harus ikut menggendong persoalan hati yang berkecamuk tersebut. karena berarti episode berfikir keras mengenai keegoisan pasangan, akan segera dimulai olehnya. "aku bingung, apakah nanti aku juga akan seperti salah satu dari mereka? saling melolohkan makian ketika memergoki kesalahan pasangannya? dan mengapa mereka lebih memerlukan bicara pada orang ketiga dibandingkan berbicara langsung dengan pasangannya? padahal aku yakin, pasangannya tersebut pasti akan jauh bisa memuaskannya dalam memberi jawaban," masih dalam keadaan duduk bersilanya, sambil menimang-nimang sebatang rokok kretek dengan jemarinnya, ia pun meneruskan pemikirannya. "padahal menurutku, kesalahan pasangan kita itu adalah asap dari api yang kita nyalakan. jadi seharusnya kita lihat dulu, mengapa ia bisa seperti itu? mungkin saja ada perlakuan atau kebiasaan kita yang membuatnya harus mengakumulasi rasa muak. ya kan?" tanyanya yakin. seakan ingin menyempurnakan cara berfikirnya, kawanku ini pun segera menyulut rokoknya. setelah mengepulkan asap putih sebanyak tiga kali dan menyibak asap tersebut, ia pun lagi-lagi hanyut dalam teori tentang rasio versus rasa versinya. "hmffh.. mengapa mereka bisa tidak mengenali dan mengakui alasan kesalahan pasangan mereka masing-masing ya? mengapa mereka tidak mau mengambil waktu sebentar untuk sekedar menarik nafas yang dalam dan sekedar bertanya, kontribusi apa yang telah aku berikan hingga pasanganku tega berbuat itu? ah, harusnya komunikasi mereka tetap terjaga! aku yakin, awal dari semua penghianatan atau ketidakpercayaan dalam hubungan adalah komunikasi!! dan ini pasti karena dalam hati mereka berkata, "ah biarlah, males aku akannya!!" aku yakin itu!!" lama terdiam, ia pun kembali larut dengan pemikirannya. bak orang mabuk, terus ia menggerakkan bibirnya sambil sesekali menaik turunkan kedua alisnya yang tertata rapih itu. panjang ia berbicara, sepanjang itu pula aku tertawa.. hahhahaha, jujur aku tertawa nyinyir melihat sikap dan mendengar pemikiran kawanku yang tak menyadari kalau rokoknya telah menjadi puntung tanpa perlu ia hisap. "Loh, kok kamu tertawa?" tanyanya kesal karena mendapati aku yang tak menyimaknya dengan baik. sebelum membuang puntung rokok yang hanya di hisapnya tiga kali itu, segera puntung itu pun diarahkan kepadaku sambil berteriak, "jangan bilang aku enggak tau kamu itu menertawakan apa! dalam hati kamu pasti bilang, "ah, ngomong aja. ntar juga kamu begitu!" ya kan? ngaku!!" hahahhaaha.. sumpah aku jadi teringat tentang peran telinga dan hati. mungkin kawanku lupa. kalau komunikasi itu tidak hanya didengar oleh telinga tapi juga oleh hati. "Loh, ya enggak juga! pokoknya mau itu pake telinga kek, hati kek, kalau komunikasi terjalin, pasti enggak ada misscomunication! semua hubungan pasti baik-baik saja," sanggah kawanku. "pokoknya komunikasi itu penting!!" sambungnya lagi sambil memicingkan matanya. "ketawa lagi, ku sundut kau!!" ancamnya sambil menarik kretek untuk kali kedua. hahahhaa Ya, aku mengamini pemikiran kawanku yang mendadak bawel ini. karena siapa yang bisa menampik komunikasi itu amat penting dalam suatu hubungan. baik itu jalinan kekasih, suami dan istri, orangtua pada anak, guru dan murid, komunikasi memang memegang peranan penting. "tapi kamu pun harus mengakui, ada satu ornamen lagi yang benar-benar tak kalah penting untuk menyempurnakan semua." "..apa?" "lebarkah hatimu, bukan telingamu!!! Karena sepadat apapun kuantitas komunikasi yang dilakukan, kalau mereka lebih melebarkan telinga mereka bukan hati mereka, maka emosipun yang akan jauh lebih giat bekerja dibandingkan logika. mau meminjam mulut siapapun untuk menjaga lingkaran komunikasi agar tidak terputus, kalau tetap yang mendengarkan hanya melebarkan telinga bukannya hati, berani taruhan rasa muak dan amarah pasti yang akan didapat." seakan tak mau mendapati aku yang memenangkan pembicaraan ini, kawanku pun segera menyulutkan rokok tersebut dan berkata, "ah, nanti juga kamu begitu!!" sambil membuang cepat asap putihnya kearahku. ffuhh!! uhuk.. uhuk.. "sial.. ya enggak lah... enggak salah maksudnya.. hahahhaa"

Friday, July 20, 2012

sesak itu...

sesak itu, kala berada dalam lift yang penuh lalu hidung kita tertampar aroma tubuh masing-masing dari orang dalam lift tersebut. sesak itu, kala mendengar kabar tidak baik kala kita sedang dalam kondisi baik-baik saja. sesak itu, kala mengetahui bos menzalimi bawahannya tanpa menghargai tetesan keringatnya. sesak itu, kala kita menahan untuk tidak berteriak disaat kita sedang bertengkar dengan orangtua atau dengan kekasih kita. sesak itu, kala mengetahui masa lalu pasangan kita masih bergelayut dihatinya. sesak itu, kala mengetahui gaji kita tidak sama naiknya dengan rekan kerja kita. sesak itu, kala kita tidak diundang ke pernikahan kawan kita sendiri. sesak itu, kala kita mendengar orang terdekat kita mengatakan, biarkan aku sendiri. dan sesak itu, kala mengetahui rasio kita telah dikalahkan oleh rasa, karena saat itu lidah kita bekerja lebih cepat daripada otak kita...

Saturday, June 16, 2012

"Nak, Tengoklah Perilaku Covertnya"

Dua belas menit yang lalu, ayahku mengirimkan email untukku. Hematnya, ia tengah mengajak aku untuk kembali mengingatkan tentang "teliti sebelum membeli". mungkin ia lakukan itu karena semalam aku menghentakkannya dengan kabar, "I'm getting married dad..” Aku lupa, ayah psikologisku ini memang bukan sekedar seorang ayah untukku yang siap mendengarkan aku bercerita sambil menyeruput kopi hitamnya, beliau juga dikenal sebagai seorang Marriage & Family Therapist, yang juga sering diminta kliennya untuk menjadi seorang konsultan Pranikah. Dan kini, mungkin ia melihat, aku membutuhkan ‘rangkulan’ hangat darinya. Sejak dulu, ayahku memang selalu mengingatkan aku untuk tidak membiarkan ‘nasi menjadi bubur’. “Kecuali jika kamu sendiri yang berniat memasak bubur..” lirihnya. Menerima dan membiarkan diri kita hidup bersama dengan pasangan jiwa kita nanti memang bukan suatu hal yang mudah. Hal itu pun sudah dipahami dengan jelas oleh ayahku. Untuk itu, siang tadi ia pun mengirimkan email untuk membilas semua perasaan cemasku dalam menjalani episodeku mendatang. Mengenali perilaku overt dan covert pada orang-orang terdekat kita terutama pasangan kita merupakan sesuatu hal yang hakiki. Tapi sayangnya kita terlalu cepat membubuhkan nilai seseorang melalui perilaku overtnya, sebuah perilaku yang tampak nyata. “Padahal perilaku overt itu bisa saja dibuat-buat, direncanakan, dan diperhalus,” jelas ayahku. “Nak, tengoklan perilaku covertnya,” pinta ayahku Perilaku covert memang akan mencerminkan prilaku alam sadar dan bawah sadarnya. Dengan begitu kita tidak akan kaget bila nanti tiga atau beberapa tahun mendatang, akan muncul karakter aslinya yang super ajaib berbedanya dengan karakter kala kita mengenalnya saat pacaran. Masalahnya, apa itu hal yang mudah untuk menelanjangi pasangan kita lewat perilaku covertnya? Karena sejatinya masa-masa kasmaran adalah masa dimana mata kita tidak awas dan jiwa kita mabuk. “Hei? Benarkan?” tanyaku pada batinku sendiri. “Tidak!” jawab ayahku ~ya, terkadang kita terlalu menyepelekan ayah. Ayah itu terkadang memang bisa membaca fikiran kita, contohnya sekarang… “Oke Bagaimana cara mengamati perilaku covert itu? Susahkah? Sama sekali tidak. Hanya dibutuhkan pikiran yang mau bernalar lebih panjang saja. Hari misalnya, dikenal oleh pacar dan seluruh keluarganya sebagai pria periang karena suka bercanda. Tetapi tunggu dulu. Coba amati lebih dalam, bukankah pada saat kita bicara serius, ia juga meresponnya dengan bercanda? Belum selesai saya bicara soal, pentingnya kepedulian ayah pada anaknya, ia bereaksi dengan guyonan soal itu. Juga ketika saya bicara tentang teladan kejujuran ayah, belum ada setengah detik, ia membalasnya dengan candaan. Pacarnya, Shanti, yang sama-sama remaja sih senang dan makin cinta karena Hari selalu membuat suasana hatinya gembira. Namun, setelah menikah, Hari tak mau mengantar anaknya sekolah. Dan ternyata, Hari juga suka berbohong kepada Shanti, mulai soal lembur, kongkow-kongkownya dengan teman-teman lamanya, sampai soal jumlah gaji dan akhirnya perselingkuhannya. Apakah Hari berubah? Tidak! Dari dulu ia memang orang yang tak bertanggung jawab - itu sebabnya ia tidak bisa diajak bicara serius. Dalam hal ini, bercanda adalah pertanda (perilaku covert) dari sifat suka lari dari tanggung jawab. Bercanda di sini juga sinyal atas mudahnya ia membohongi diri sendiri dan orang lain. Bercandanya Hari sesungguhnya adalah benteng atau topeng atau kompensasi dari kurangnya rasa percaya dirinya.” Berikut sepenggal pesan yang tersemat di emailnya yang dikirimnya untukku. Sengaja aku tuang di sini agar aku bisa melihat pesannya dimana-mana. ~Di inbok emailku, bisa, di blogku, bisa.. atau mungkin akan aku print dan kubakar lalu kuminum biar aku ingat. hehhee Hmmf. sekarang hampir 45 menit waktu berlalu, dan aku malah menghabiskan waktu untuk mengabadikan perasaanku yang aku sendiri belum tau bagaimana rasanya perasaan aku sendiri detik ini. But dad, thanks for reminding me.. I will do it.. aku akan melihat dan menyayanginya melalu rasa dan rasioku, karena aku yakin ia memang rencana indah Tuhan untukku. and dad, Doakan aku bisa sepertimu yang bersyukur pada Tuhan karena telah dikirimkan Bunda yang selalu menemanimu sampai ujung usia ya.. Love u dad.. always

Tuesday, February 28, 2012

perintahkanlah optimis anda

Ayahku baru saja menuliskan tentang magisnya optimisme. Tulisan tentang seorang kawan yang tubuhnya dibalur oleh kekuatan kepercayaan diri untuk lebih memilih rasa yang menyenangkan yang akan dialami ditiap hari yang akan dilaluinya. Ya, pilihan ‘bisa berada dalam suasana hati enak atau bisa berada dalam suasana tak bersemangat.’

Sedikit merinding memang saat membacanya. Kendati itu bukan tulisan kali pertama yang aku baca tentang efek membangkitkan gairah kita untuk berfikir optimisme, tetap saja cerita ayah tentang seorang perempuan yang tetap mengguyurkan senyumnya dengan keoptimisan pada saat ia kritis membuat aku miris.

Optimis? Oke, Lepas membacanya, aku pun lama terdiam. Dan membuang pandangan ke layar monitor, sambil berdesis. “Selama lebih dari 27 tahun membunuh waktu, episode optimisku itu yang mana? Oh yang ini!!! Umm, enggak ding.. ya ampun, moment apa yang pernah aku bakar dengan optimis ya..,”

Tau tidak, aku berfikir itu hari senin pukul 12.45 WIB dan sampai esok pagi, aku belum menemukan jawaban yang ku fikir mudah itu. ibarat ujian, soal esaiku itu masih kosong, polos dan mulus tanpa lipatan atau goretan gambar benang kusut!

Hari Selasa ini sudah ada schedule yang aku jalankan! Pergi ke kelurahan untuk mengurus KTP lalu meluncur ke Bank guna mengurus ATM ku yang raib sejak pekan yang lalu. Dan Jadwalku semakin padat karena aku harus terlebih dahulu membebaskan ponakan kecilku yang mengalami konstipasi selama hampir dua jam itu. hematnya, jadwalnya molor!

Singkat cerita, setelah mampir ke RT setempat, aku pun akhirnya masuk ke kelurahan yang letaknya pas berdampingan dengan terminal klender jakarta timur. Saat masuk, aku yang jalan agak tergopoh-gopoh itu langsung masuk ke ruangan khusus pelayanan. Sebelum mengetuk dan masuk ke ruangan yang sudah lumayan di padati oleh masyarakat setempat, tiba-tiba ada seorang ibu-ibu berseragam coklat yang menodong pertanyaan singkat.

“Perpanjang atau bikin baru?”
“Bikin baru..”, jawabku sambil menyerahkan berkas-berkas yang sudah aku siapkan.
“Udah, Besok aja balik lagi. Komputernya eror, antriannya panjang lagi pula, ” ujar wanita yang memiliki tahi lalat pas di mucung hidungnya itu sambil menyerahkan berkas yang tak sampai dua menit ia gerayangi.

BESOK? Hei, menunda proses bikin baru KTP hari ini berarti bisa menunda semua rencana yang sudah aku susun sejak tahun awal tahun 2010!!! Wah ga bisa!! Ga bisa!!

Saat wanita bertumbuh gempal itu pergi meninggalkan aku yang terkulai lemas, aku pun langsung berjalan gontai dan bermuka masam guna berusaha mencari tau apakah benar-benar tak bisa kartu pendudukku selesai.

Ruangan yang berisikan empat meja dan satu set komputer itu memang cukup ramai. Terlihat komputer rusak itu pun sedang di kerubungi teman sejawat ibu berseragam coklat tadi. “ah malas kali kalau besok harus kembali kesini,” gerutuku pelan.

Tapi tak lama aku berdiri disana, sekumpulan orang-orang berseragam coklat itu pun lalu keluar ruangan dengan teratur. Perginya mereka, membuat ruangan ini agak lowong. Hanya tinggal dua pegawai dan gadis bertubuh besar plus seorang ibu yang membawa keranjang sayur.

Saat aku mengamati monitor yang sedang bermasalah itu, tiba-tiba ibu bertahi lalat itu pun masuk dan langsung memicingkan matanya saat mendapati aku sudah duduk di dalam ruangannya. Masuknya ibu bertahi lalat itu diikuti oleh beberapa pasien yang sudah datang jauh sebelumku.

Melihat aku tertutupi oleh beberapa ‘pasien’ yang ikut-ikutan masuk tadi, ibu bertahi lalat itu pun mengambil nafas dan “Tunggu di luar aja, nantikan kalau sudah selesai dipanggil!,” dan benar, mendengar itu, sebagian pasien memang akhirnya keluar. Tapi aku, ibu yang membawa keranjang, dan gadis bertubuh besar itu malah tidak bergeming sekalipun.

Masih dengan mata elangnya, melihat kami bertiga yang tak mau melangkahkan kaki, akhirnya ibu bertahi lalat itu pun lalu menyibukkan dirinya dengan membaca ulang berkas-berkas yang ada di mejanya.

“Perpanjang dek?” tanya ibu itu tersenyum sambil menaruh keranjang sayurnya di kolong bangku.
“Bikin baru bu, ilang..” jawabku sambil membalas senyum yang tak kalah manis.
“Wah sama kayak anak ibu tuh, KTPnya juga hilang,” ujar sang ibu menunjuk gadis bertubuh besar itu. ohh, gadis itu anaknya toh…

tiba-tiba,

“Wah, ya udah. Rusak nih! Udah pake manual aja!,” pekik si tahi lalat itu sambil mendaratkan pantatnya di kursi depan monitor yang eror tersebut. Jujur ia berhasil memudarkan senyumku dan senyum ibu tadi.

Melihat itu, aku pun terdiam dan menyilakan kedua tanganku. “Masa besok harus kesini lagi,” gunggamku menundukk lesu.
tapi entah kenapa, baru kali itu aku mempunyai kekuatan besar dan berkeras pada hatiku. “Enggak, pasti bisa selesai. Pasti komputernya bisa beroperasi dan si tahi lalat itu pun tidak berlama-lama memiliki kesalnya. Oke! Optimisku? Episodemu ku mulai di hari ini!”

Hebat! saat aku memakukan optimis dalam diriku, segala kesal pun berubah menjadi sebuah kekuatan. Kesalku hilang, gerutuku terbang, muka masamku pun terbuang. “Aku memilih melewati waktu di kelurahan dengan optimis KTPku kelar!!

Dan hasilnya, hehehe… komputer itu akhirnya bisa di ajak kerjasama loh! dan (percaya atau tidak) si tahi lalat itu pun menyembulkan senyumnya padaku saat mengurus berkasku. Bahkan tak lama, ia pun berubah menjadi sosok ibu yang menyenangkan. Saking menyenangkannya, ia pun berani-beraninya bertanya, “Bener bukan orang Batak nih?”

Wuah, kekuatan optimis memang hebat. Jadi tidak sabar dengan episode optimismeku berikutnya. Dimana aku akan selalu mengingat akan memilih berada dalam suasana hati enak.

Friday, July 2, 2010

pria tua ku..

Aku rindu lelaki tua itu..
Keadaannya yang kurang sehat itu membuat nafasku tercekik. Mungkin di siang hari aku bisa melupakannya barang sejenak karena aku harus menggendong beratnya pekerjaanku. Tapi di malam hari, jujur aku tak bisa tak mengangankannya.

Rembulan yang dulu selalu aku puja, baik ia berwarna kuning pucat atau tak berbentuk penuh setengah lingkaran pun kini tak ku hirakan. Malam ini pun begitu, sebagus apapun bentuk sang bulan seakan menjadi bias di mataku..

Ah.. aku rindu lelaki beruban itu

Ingin sekali aku memegang tangannya saat aku tau ia sedang terbaring lemah.
Menyeka pelan keringatnya atau merapikan beberapa helai lembar rambutnya yang tersangkut di alisnya adalah sebuah asa yang ingin aku bilas

Masihkah ia menggilai kopi?
Seperti apa rupanya sekarang, saat ia berkata “Hari ini aku potong rambut..”

I miss you most daddy..

Wednesday, December 31, 2008

legenda batara kala



Apa yang dialami sekarang tidaklah abadi.. selalu berubah… sekarang sedih.. besok mungkin gembira.. atau mungkin tahun depan.. selalu ada dalam kehidupan kita

Demikian juga sekeliling kita .. selalu berubah…tidak ada yang abadi..

Hal yang pasti (tidak berubah) .. adalah umur kita.. yang selalu bertambah.. dan tidak akan mundur kembali menjadi muda.. tidak akan…kita selalu tambah maju.. tambah tua…dan akhirnya kembali ke Pencipta Kita..

Demikian juga segala isi alam semesta ini… tak ada yang bisa melawan waktu…semua akan berubah.. tanpa ada yang menghalanginya.. akan musnah.. dan habis…

Lalu apa yang masih abadi, masih tersisa dalam diri kita ??

Aku jadi teringat dalam cerita pewayangan… tentang Batara Kala.. Raksasa sakti anak Batara Guru… yang tidak bisa dikalahkan walau oleh dewa sekalipun.. apa saja yang dijumpainya akan dilahap.. dimakan…seluruh isi bumi…Hingga dia berhenti ketika melihat pagelaran wayang yang dimainkan oleh batara Wisnu yang menyamar sebagai dalang.. sang Batara Kala pun duduk tertegun asik mendengarkan wejangan sang dalang. Sang Batara Kala pun berhenti memakan isi dunia

BACA vs MAKAN, Bersantap Sembari Membaca atau Membaca Sembari Bersantap?

Bersantap Sembari Membaca atau Membaca Sembari Bersantap? Perpaduan tempat kuliner dan toko buku dalam satu atap, tak ubah menyatunya kopi dan susu dalam sebuah cangkir. Begitu nikmat dan mantap rasanya. Tak pelak konsep kafe buku kian menjamur empat tahun terakhir ini. Pada umumnya kafe merupakan tempat makan dan minum sambil menghabiskan waktu senggang bersama teman atau sesama rekan kerja. Sekedar menyeruput kopi atau melahap sepotong sandwich, memang sudah menjadi rutinitas sebagian masyarakat kota kita. melihat itu, kini para pemain toko buku pun sedikit mengfungsionalkan kafe guna memaksimalkan pelayanan mereka. Dan, bravo!! Bagi para penggemar buku, konsep kafe buku itu pun layaknya surga dunia. Bagaimana tidak, di sana Anda bisa membaca buku sambil menyambi beberapa menu andalan kafe tersebut. Umm, indahnya dunia. Buku Kafe Bila dilihat dari luar, kemasan kafe buku yang banyak disinggahi oleh para eksekutif muda yang sedang melanjutkan S2nya ini memang sederhana. Sengaja mengusung konsep retro, kesan rumah jadul pun didapat. Menurut Widi, salah satu pemilik Buku Kafe, konsep bangunan luar memang sengaja didesain sederhana. “Tapi untuk interior di dalamnya, jauh sekali dengan konsep retro kan?,” lugas Widi sambil tersenyum simpul. Ya, Atmosfer interior kafe buku yang sudah berumur hampir enam tahun ini, memang berbeda dengan tampilan luarnya. Konsep kafe benar-benar dikemasnya dengan unik. Tengok saja lukisan yang terlihat menantang disana, dan juga beberapa hiasan dinding yang hadir menyempil disela-sela rak buku. Benar-benar tampilan yang menggemaskan. Suasana kafe buku yang segera akan membuka cabang di kota Depok ini juga sangat nyaman. Beberapa mahasiswa yang sedang berdiskusi tentang tugas kuliahnya pun tampak menikmati sekali dengan aura Buku Kafe itu. Kendati terletak persis dipinggir jalan, kebisingan dan suasana hiruk pikuk lalu lintas di Jl Margonda Raya ini tidak membias ke area kafe. “Selain memasang kaca pembatas, alunan musik sengaja kami pasang guna menangkal gangguan itu,” ujar lelaki yang dibesarkan oleh keluarga penggila buku. Setelah memanjakan pelanggan dengan menghadirkan ribuan buku berkelas dunia, Widi pun menservice para pelanggannya dengan menghadirkan masakan yang juga berkelas dunia. Bila Anda tidak percaya, cobalah pesan Chicken Parmigiana & Pasta Fettucine. Menu yang terdiri dari dada ayam dibungkus tepung dan keju mozzarella yang terkenal dengan rasanya soft dan mildnya itu diletakkan di atas pasta fettucina dan ditambah dengan garlic bread. Rasa harumnya ternyata sama nikmatnya dengan rasa pasta tersebut. Bila Anda ingin hidangan yang cukup berat, nasi goreng teri pun bisa jadi menu andalan Anda. Jangan tertipu dengan tampilan nasi goreng yang begitu sederhana itu. Karena sekali Anda mencoba nasi goreng buatan Widi ini, Anda akan merasakan gurihnya teri yang bertebaran di sekumpulan nasi yang memiliki warna menggoda itu. “Nasi goreng teri ini adalah menu baru Buku Kafe,” jelas Widi. Ya, Buku Kafe pada tiap tahunnya selalu mengeksplor menu hariannya itu. “Awalnya itu adalah masukan dari pelanggan kita yang meminta menu variasi, dan ternyata itu sangat usul yang bagus dan sangatmengasyikan,” papar pria yang juga mempunyai hobi memasak. “Dan kedepan kita mau memanjakan pelanggan kita dengan menu Dimsum,” bisik Widi menggoda. ZOE, Surga Penggila Komik Kafe buku yang memiliki warna dominant merah dan hitam ini memang unik. Saat memasuki pintu muka, Anda akan langsung disambut dengan hutan kecil buatan yang indah dan sejuk. Sehingga semilir angin pun tak segan-segan menyapa Anda dengan ramah ketika Anda bertandang kesana. Menurut Erman pemilik Zone Of Editainment, konsep bangunan semi terbuka ini memang sengaja diciptakan, mengingat di Jakarta memang tidak mempunyai taman bacaan. “Dan ternyata respon masyarakat bagus,” ujar lelaki yang pernah terjun ke dunia kontraktor. Selain mengusung konsep taman baca, ada satu hal yang menjadi nilai jual kafe buku yang juga mempunyai cabang di kota peyem ini. Komik!. Yap, ZOE merupakan kafe buku yang hampir semua koleksi bukunya adalah komik. Baik komik yang populer pada tahun 1970-an, seperti serial Si Buta dari Goa Hantu karya Ganes TH, karya-karya Yan Mintaraga, sampai komik-komik impor keluaran Marvel dan DC, seperti karya-karya Tony Wong, hingga komik manga (Jepang) yang mendominasi pasaran saat ini. Itulah sebabnya nama awal ZOE adalah Komic Corner. “Tapi, setelah kami juga merambah ke koleksi buku sains dan ilmu dasar pengetahuan lainnya, kami mengganti nama menjadi ZOE, Zone of Edutainment,” terang Erman yang siang itu baru saja mendapat pesanan komik asterik ke kota Yogyakarta. Menurut Public Relection ZOE, Utami Aditya, ada lebih dari sekitar 7000 komik yang dapat dikoleksi. “Untuk manga sendiri saja hampir 5000 buku. Sisanya novel, dan bacaan ilmu pengetahuan lainnya,” ujar wanita yang akrab dipanggil Tami. “Kalau dipersentasekan, 70-40 persenlah,” potong Tami. Menariknya, tak hanya buku yang dilahap oleh ZOE, kafe buku yang siap membuka cabang di kota hujan ini ternyata juga mempunyai koleksi film. “Para penggemar movie juga kami manjakan disini. Dari film anime, korea sampai box office kami hadirkan juga,” ujar Tami. “Jadi para pengemar anime, tidak hanya bisa membaca komik, tapi juga bisa menonton kartunnya,” tambah Tami yang sejak bulan kemarin agak kewalahan dengan permintaan sewa DVD anime Naruto. Koleksi film anime ZOE, memang sama banyaknya dengan koleksi buku komik. Sayangnya, disini ZOE tidak mempunyai ruangan khusus untuk menonton anime yang kita sewa. “Itu juga dikeluhkan oleh para pelanggan kita sih, mungkin ke depan kami bisa merealisasirkan,” jelas Tami. Mengingat para pelanggannya yang bisa menghabiskan waktu seharian di tempatnya guna membaca, maka Erman pun membuka kafe guna memanjakan para pelanggannya. “Awalnya para pelanggan kami menanyakan apakah ada yang menjual snack atau mie goreng di dekat sini. Karena mereka merasakan lapar setelah hampir seharian menghabiskan waktunya di sini,” kenang Erman. Melihat lokasinya yang strategis, Erman pun tak main-main saat membuat menu kafe. “Karena pelanggan kami mayoritas adalah mahasiswa, maka kami menyajikan menu yang praktis, sehat, tapi juga pas dikantong,” ujar Erman. Dan salah satu menu andalan ZOE adalah Salmon Bennedict. Tampilan ikan yang di import dari Norwegia ini memang menggemaskan. Lihat saja tampilan daging ikan yang direbus itu, benar-benar cantik karena beralas kentang yang dilebur oleh susu. Belum lagi langsung salmon itu langsung dilindas oleh telur ceplok. Uniknya disini, ikan salmon itu tidak dijamah oleh bumbu. Tapi dengan cocolan saos barbeque, rasa gurih langsung melumeri lidah Anda. Tak ayal, menu ini selalu sold out. Ada lagi menu jagoan kafe ZOE. Sebuah iga sapi manis yang mempunyai nama, Zoe Red Hot Ribs. Daging yang dilahap dengan cocolan saos babeqeu ini sangat empuk. Sedikit manis karena sedikit dilumeri madu. Dan nilai plus tampilan menu ini adalah sate potongan paprika yang berwarna-warni. Dan sebatang roti panjang yang seakan siap menantang dunia. Bila menyinggung dessert, Tami pun memperkenalkan Creeme Brulee. Tampilannya memang sederhana, tapi rasanya benar-benar tak bisa diungkapkan. Cream yang dimix oleh kuning telur dan gula itu manis menyatu dalam satu. Rasa manis disini pun tidak memiliki rasa legit yang terlalu. Mungkin karena proese masak Creeme Brulee ini dibakar dengan pas ya? Dan menyantap Creem Brulee sembari membaca manga, Ya pas juga lah!! (riska)

Tuesday, December 30, 2008

hati wanita?

Sedalam-dalamnya lautan masih bisa diselami, tapi dalamnya hati siapa yang tahu. Kita hampir tahu semua kalimat itu, bahwa kalimat tersebut seringkali diucapkan sebagian orang untuk menilai seseorang. Dalam hidup memang hati menjadi pengendali segala perbuatan. Dari hatilah semua keinginan itu muncul untuk dilahirkan. Dari hati juga prilaku manusia ditentukan.

yup!like rose dawson said, "hati wanita tak ubah seperti dalamnya lautan", even more!!!!!!!

desember 30, 2008

Tuesday, September 23, 2008

the road to hell, is paved by good intentions

di kompas minggu 21 september 2008, Samuel Mulia bertanya, apa maksud dari ucapan George B Shaw yang didengarnya lewat mulut temannya.

"The road to hell is paved by good intentions..."


bahkan sampai-sampai bung Sam meminta para pembacanya untuk meng-emailnya tentang makna yang tersembunyi dibalik kalimat tersebut.
wuah.. lelaki yang sudah mengantungi usia 40 tahun itu rupanya membutuhkan bantuanku.. hehehehe...
masa gitu aja membutuhkan bantuan banyak orang!

um.. sesaat, aku pun terdiam mencoba mereka-reka maksud kalimat tersebut. cukup lama sih... dan tak lama kubaca lagi kalimat itu untuk kesekian kalinya..

.....

Ya, kenapa jalan menuju ke neraka itu bisa dimulai dengan niat baik?
bukankah hal baik itu merupakan salah satu petunjuk menuju jalan ke surga?
memang hal baik macam apa yang bisa membuat kita sampai ke neraka?
Dan kalau hal baik saja bisa membawa kita ke jalan menuju neraka, bagaimana dengan hal buruk?

lepas memikirkan itu, akupun iseng membuka blog teman perempuan ayah yang baru aku kenal jumat pekan lalu di starbucks cafe.
ada cerita yang menarik di blognya. dimana Mbak Grace (nama teman perempuan ayah itu) menggelontorkan pertanyaan semacam benar atau salah? yaitu, baik atau bloon?

seperti ini salah satu contoh pertanyaannya... yang ada di blog www.gracewiroreno.wordpress.com

" (pertama) udah tahu tuh orang punya istri….trus tuh cewe mau aja lagi dirayu katanya dia paling cantik…..palign ayu….paling baik…at the end pasti “ehmmehmmmm”……jadi ni cewe baik atau bl**n ?

(kedua) udah tahu tuh orang punya suami…..trus tuh laki disuruh suruh anter jemput kemana mana …….jadi tuh laki baik apa bl**n ?

(ketiga) udah tahu cewenya udah kawin sama orang lain trus pacarnya tetep suruh bayarin handphone cewenya…..itu baik atau bl**n ?

naaahh sekarang keliatan jelaskan……beda tipis antara baik dan bl**n?"

.....

baik dan bloon..

kasus pertama, mungkin sebenarnya lelaki yang diduga sudah memiliki istri itu, awalnya hanya kagum dengan kecantikan perempuan yang dikenalnya itu... sehingga ia pun akhirnya memuji dan memuja perempuan itu... dan mereka pun larut, terbuai, terlena..

dan untuk kasus kedua, mungkin sebenarnya perempuan itu, awalnya hanya ingin mempunyai teman dalam perjalanan ... sehingga ia pun meminta waktu lelaki yang sudah beristri itu untuk mengantar dan menjemputnya setiap saat... dan mereka pun larut, terlena, terbuai...

kasus ketiga, Mungkin pacar perempuannya itu hanya ingin berbagi dengan kekasihnya yang sudah mempunyai suami itu... sehingga ia pun rela berbagi apapun termasuk pulsa... dan mereka pun larut, terlena, terbuai...

...

Hmmfhh...
bila disuruh menjawab.. aku pun tak tau
dari ketiga kasus tersebut mana yang baik, dan mana yang bloon..
yang ku tau sekarang, ketiga kasus tersebut semua dimulai dari niat baik..

begitu juga episodeku ditahun 2007, the good intentions yang kuberikan, ternyata membuatku hampir menuju garis neraka.. bukan garis putih nirwana...


dan itu mungkin yang dimaksud George B Shaw!

"The road to hell, is paved by good intentions..."


ya, tidak selamanya niat baik bisa berujung dengan rahmat yang baik..
dan perbedaan baik dan bloon diatas, hanya setipis kertas tisue...




_dan semua itu persis seperti yang ayah bilang barusan di telepon tadi..
luv u dad..

Friday, September 12, 2008

dan hari ini pun tiba ...


Untuk setiap kecantikan,
ada sepasang mata yang melihatnya..
Untuk setiap kebenaran,
ada sepasang telinga yang mendengarkannya..
Untuk setiap cinta,
ada hati yang menerimanya..

dan ingat, hanya karena seseorang tidak mencintaimu seperti cara yang kau inginkan, bukan berarti mereka tidak mencintaimu dengan segala yang mereka punyai..

_selamat ulang tahun 'nak..


sender :
Ayah
+6218138210****

sent :
11:16:43am
12.09.2008




Hmffh..hari ini datang..
Aku masih ingat postinganku tentang tulisan ulang tahun redaktur yang tinggal dilantai sembilan saat ulang tahun bulan februari lalu?
dia berkata, "cukup merayakan di hati de.."
dan rasanya, kini aku mengerti maksudnya..

jujur, aku sedikit takut dengan datangnya hari ini.. mengingat tahun kemarin merupakan tahun yang datangnya benar-benar aku sesali. dan tak ku kira takut itu benar-benar sangat menggerayangiku. untuk itu, untuk menghadapi hari ini aku sengaja menguatkan diriku dengan mengabadikan hari-hari sebelum hari ulang tahunku ini tiba.. jaga-jaga, untuk tidak lupa mengikhlasi apa yang ada.

ikhlas..

kemarin, aku merasakan kembali perasaan nyaman yang kemarin sempat hilang dariku..
perasaan nyaman bersama teman-teman yang aku sayang dan bersama keluarga yang aku cintai..
lucunya sesaat aku memejamkan mata untuk mengetahui apa aku bisa merasakan nyaman kembali ketika aku membuka mataku kembali?
dan, senang sekali saat ku tau nyaman itu benar-benar menyelimutiku dengan tertutup atau terbukanya mataku..

hmmff.. nyaman ini sepertinya mengembalikan aku yang dulu.. atau setidaknya mengingatkan sosokku yang dulu..

semalam ketika aku bersama kedua sahabatku itu, benar-benar hadiah yang terindah untukku. makan, jalan-jalan, shoping, (ya aku ga menampik senang juga dengan hadiah convers hijau sih, hehhehe..) tertawa, berbicara tentang segala hal yang terjadi, memberi ceramah, mengejek, semuanya menjamah pada malam itu.


Tuhan, aku senang saat malam kembali berputar, perasaan nyaman pun masih setia hadir untukku..
sampai pukul dua belas berdentingpun, nyaman masih mau menghangatkanku..
tak lupa satu persatu, teman baikku pun turut menjaga perasaan nyamanku dengan meramaikan kamarku dengan dentingan ringtone handphoneku..
aku senang..
aku senang dengan tibanya hari ini..

kendati ayah biologisku yang di jogja lupa akan datangnya hari ini pun tak apa-apa..
aku yakin beliau pasti punya alasan dan masih akan terus mencintaiku..

....

aku mengawali tulisan ini dengan menulis hadiah sms ulang tahun yang ayah berikan, begitu pula hari ini, aku mengawali hari ini dengan mengingat isi paragraf terakhir
sms ayah..


dan ingat, hanya karena seseorang tidak mencintaimu seperti cara yang kau inginkan, bukan berarti mereka tidak mencintaimu dengan segala yang mereka punyai...

sama halnya fotograferku yang juga merayakan hari ulang tahun istrinya hari ini!
aku yakin gambar monyet yang dibuatnya dan di save di screen saverku itu merupakan hadiah darinya.. (walaupunku yakin, bila gambar monyet itu di ganti dengan gambar diriku, pasti jauh lebih indah..)


dari semua episode yang terjadi di bulan september ini, satu yang harus aku tekankan, aku harus ikhlas dengan semua.
bila tahun depan aku tak bisa merasakan perasaan nyaman ini, aku harus mengingat ikhlas itu.
bukan mencacinya, memakinya atau mengutuknya.

'Na, Gol, Je, Pep, makasih buat semuanya ya...
tanpa kalian mungkin, aku tak bisa merampungkan kontemplasiku dengan baik...

ku yakin, usia ini bisa membawaku pada doa..
seperti kata adikku Nadja, "semoga novel 'Ka bisa selesai ya.."

Tuhan?
ade sayang tuhan..
makasih untuk semuanya ya..
-12-september-2008-

Sunday, September 7, 2008

episode hari ini, Jaga mereka ya Tuhan?

...

minggu siang ini aku tak banyak melakukan aktivitas. hanya menonton kungfu panda untuk yang kali ketiga dan film slamdunk yang sudah lama tak ku tonton lagi! tapi,entah apa yang terjadi padaku, dua film itu tak bisa membuat aku tertawa seperti biasanya. tersenyum pun sepertinya berat sekali..

episode saat si panda 'Po yang bertingkah lucu saat menirukan master shifunya dihadapan Tigers dkk. atau pas 'Po ke gep ma master shifu saat ngubek2 makanan didapur.. semua terlihat datar..

Episode saat 'Ji tepuk tangan dengan lugunya lalu di toyor oleh sang kapten ketika melihat atraksi sang musuh yang aneh juga tak membuat ku bergeming..
hmfhhh....

ada apa dengan selera humorku?

.....

Untuk membunuh waktu pun aku kembali pergi ke warnet samping rumah yang baru saja lounching kemarin sore. tak sengaja, aku melihat tulisan-tulisan ayah yang lalu.
dan anehnya, tulisannya tidak lucu, tapi mampu membuat ku tersenyum lama saat membacanya..

dan ini salah satunya..


Tuhan yang Baik...
Daripada membiarkan orang-orang mati dan
menciptakan yang baru, mengapa Tuhan
tidak memelihara saja yang sudah ada?
_Amy

Tuhan yang Baik...
Mungkin Kain dan Habil tidak akan saling
membunuh kalau masing-masing punya kamar
sendiri. Cara ini berhasil padaku dan
kakakku. Kami punya kamar sendiri-sendiri.
_Larry

Tuhan yang Baik...
Kalau Tuhan melihatku pada hari Minggu,
aku akan menunjukkan sepatu baruku.
_Mickey
Tuhan yang Baik...
Pasti Tuhan kesulitan mencintai semua
orang di seluruh dunia. Hanya ada empat
orang di dalam keluarga, dan aku tak
pernah sanggup mencintai semuanya.
_Nan

Tuhan yang Baik...
Di sekolah, Bu Guru memberitahu apa saja
yang Tuhan lakukan.
Lalu siapa yang mengerjakannya kalau
Tuhan sedang liburan?
_Jane
Tuhan yang Baik...
Apakah Kamu memang sengaja membuat
jerapah seperti itu atau itu kecelakaan
belaka?
_Norma

Tuhan yang Baik...
Siapa sih yang membikin garis-garis
batas antarnegara?
_Jan

Tuhan yang Baik...
Aku menghadiri pesta pernikahan dan
mereka berciuman di gereja. Apakah itu
boleh?
_Neil

Tuhan yang Baik...
Sungguhkah Engkau memerintahkan “lakukan
kepada orang lain seperti mereka
melakukannya kepadamu”?
Karena kalau memang benar, berarti aku
harus memperbaiki kakakku laki-laki.
_Darla

Tuhan yang Baik...
Terimakasih telah memberikan adik bayi,
tetapi sebenarnya aku berdoa meminta
anak anjing lucu.
_Joyce

Tuhan yang Baik...
Tolong kirimkan seekor kuda poni. Aku
belum pernah meminta apa-apa loh. Kalau
tidak percaya, periksa saja.
_Bruce

Tuhan yang Baik...
Kakakku seperti tikus saja. Engkau
seharusnya memberinya ekor. Ha...ha...
_Danny

Tuhan yang Baik...
Aku ingin persis seperti Ayahku kalau
besar nanti. Tetapi dengan rambut kepala
yang lebih banyak.
_Tom

Tuhan yang Baik...
Engkau tidak perlu mengkhawatirkanku.
Aku selalu menoleh ke kiri dan kanan kok
sebelum menyeberang.
_Dean

Tuhan yang Baik...
Menurutku, penjepit kertas itu salah
satu penemuan yang sangat hebat.
_Ruth M.

Tuhan yang Baik...
Kakakku cerita kepadaku soal bagaimana
bayi dilahirkan. Tetapi ceritanya
kedengarannya tidak benar. Dia cuma
guyon saja kan?
_Marsha

Tuhan yang Baik...
Kami diajarkan di sekolah kalau Thomas
Edison yang membuat terang.
Tetapi di sekolah Minggu, mereka bilang
kalau Engkau yang membuatnya.
Jadi dugaanku, si Thomas mencuri idemu.
_Salam sayang, Donna

Tuhan yang Baik...
Menurutku, tidak ada orang lain yang
bisa menjadi Tuhan yang lebih baik.
Karena kamu sudah menjadi Tuhan duluan.
_Charles

Tuhan yang Baik...
Selama ini, aku tidak pernah menyampur
warna oranye dengan ungu karena
menurutku jelek, sampai aku menyaksikan
matahari terbenam yang kamu bikin pada
Selasa kemarin. Waduh, warnanya keren
banget.
_Eugene



tuhan...?
rasanya aku sudah lama tidak berkomunikasi lama denganNya. selalu saja hanya mengucapkan salam yang durasinya tak lebih dari lima menit tiap harinya..

kenapa episode berbicara dengan Tuhan akhir2 ini ratingnya tidak terlalu tinggi ya.. padahal, ada banyak cerita yang aku tampung sendiri akhir2 ini..
yang bahkan tak lagi mampu ku tau mana rasio dan mana rasa..

hmfhh..

....


tuhan yang baik..
maafkan aku yang banyak melupakanmu ya..
lindungi aku.. dan
tolong jaga semua yang ku sayang dengan baik..
karena aku tak bisa menjaga mereka dengan baik..
tolong jaga ayah..
ade sayang Allah..

_adepretu

Thursday, March 27, 2008

rasio vs rasa ala Dahlan Iskan

Akal Sehat!!

begitu Dahlan Iskan menyebutnya.
adalah sebuah kolom Radar Surabaya yang bisa tiap hariku jumpa dan kubaca bila ku mampir ke meja bapak iing akhir-akhir ini.


membaca rubrik itu, membuatku beranalogi
bagiku, akal sehat tak ubahnya sebuah slilit yang sangat membuat kita resah.
berwujud kecil memang, tapi frekuensi mengganggunya itu sangat tinggi sekali.
mau itu berwujud daging ayam, tetelan bahkan secunguk tempe kalau sudah nyangkut di sela gigi, berani taruhan lidahpun akan kesal dibuatnya. ya lidahku ini buktinya.

tak berlebihan bila slilit sama halnya benar-benar dengan akal sehat.
cuilan makanan dan seonggok rasio.
sama-sama mengganggu.

membaca tuangan akal sehat Pak Dahlan memang bisa menyunggingkan senyumku. pasalnya akal sehatnya itu benar-benar berhasil membuat aku menggodekkan kepala. tapi aku tidak bilang aku mengamininya ataupun sebaliknya ya?

tulisannya saat presiden SBY akhirnya mendelegasikan nama dirut BI ke JK karena kedua nama calonnya ditolak MPR itu salah satunya.

aku tertawa.
sumpah.
pasalnya, aku jadi teringat tulisanku yang 'digubah' oleh redakturku itu!!!!!!
hahahhahha... konyol.

akal sehat pak Dahlan berkata, jelaslah SBY akhirnya 'melempar' tugas itu ke JK, ya kalau dibilang muthung, memang iya! memang salah? and toh, bukan hanya roker kok yang manusia!

belum habis menyeruput akal sehat yang di atas, timbul lagi akal sehat Pak Dahlan lainnya. dimana penolakan itu disebut sebuah skenario yang apik.

hmffhh...
kenapa pak Dahlan itu memilih akal sehat sebagai judul rubrikasinya?
kenapa bukan akal-akalan?
atau hati nurani? (biar gabung sama Hanura, hehehhee)
atau s l i l i t?

karena 'akal sehat'nya itu apa benar-benar sehat?
karena kalau terus mengikuti episode akal sehat bersama Dahlan Iskan, rasa juga tak kalah berperan diantara rasionya. bila diskala, 60%-40% mungkin.

tunggu, akal sehat itu apa benar-benar hanya dimiliki oleh rasio?
atau itu sebuah permainan cantik antar rasio dan rasa?
atau...


terlepas akal sehat itu benar salah, baik buruk, setidaknya lelaki yang mendapat banyak simpati setelah memproklamirkan transplantasi hatinya, dia bisa mengakomodir dengan baik rasio dan rasanya.

banyak cara untuk menyingkirkan silit ini, bisa dengan tusuk gigi, kumuran air, melikuk lidah.
dan banyak juga jalan untuk menemukan pertanyaan 'kenapa' di akal sehat. bisa dengan rasio, rasa. (mau itu Su'uzon ataupun Hus'nuzon itu urusan belakangan).

um, Dahlan Iskan?
sebagai salah satu orang yang enggak mau meninggal karena belum menemukan software komputer yang bisa membuat jurnalisnya benar-benar 'teliti' dalam membuat naskah berita memang salah satu mahluk ciptaan Tuhan yang beruntung.

ambisi sangat kental didirinya.
tak salah ia pernah mengabadikan filosofi 24 karatnya di rubrik menegakkan akal sehat.
"bila ada 24 karat, kenapa mengenal 18 karat untuk mewujudkan keinginan kita?"

Saturday, March 15, 2008

Buntut Harimau - vs - Kepala Tikus


lebih baik menjadi kepala seekor tikus, dari pada menjadi buntut harimau!

awalnya peribahasa itu, sedikit mendapat banyak senyumku. Maksudku, ketika aku menanyakan hal itu ke ayah didalam taksi, banyak pikiran yang melesat nyeleneh tak karuan.

pertama aku berfikir, Ya, lebih baik menjadi buntut harimaulah, karena setidaknya dia bisa menjadi salah satu bagian dari yang terhebat, meski hanya ekor buntut!!.
tapi aku langsung berfikir, meskipun menjadi salah satu bagian dari yang terhebat, yaitu bagian dari harimau, bukankah aku hanya tampil menjadi seekor buntut?

entah kenapa, melenceng lagi pikiran ini, rasanya untuk menjadi kepala tikus pun tak mengapa, and toh aku yang menjadi lokomotif, dan bukan hal yang mustahil suatu hari aku bisa merobek kulitku dan lahir menjadi seekor macan! ya kan?.
belum terjawab, melesat lagi pikiran yang menyebalkan, kendati menjadi lokomotof, tapi itukan hewan kecil! tikus!!!! a rat!! menjadi kepala tikus apakah bisa dilihat dengan layak? menjadi kepala tikus apakah bisa mempunyai nilai yang cukup? menjadi kepala tikus apakah bisa bahagia?

dan mentok, buntut harimau? kepala tikus? ah bila aku, rasanya aku harus berfikir beberapa kali untuk memilih dan menyandang predikat itu. entahlah...


and guest what? minggu ini, aku mendapat 'salam' dari tuhan.
mengingat aku belum dapat dengan baik (bahkan tidak sama sekali) memanej egoku, padahal aku sudah membombandir akan perubahan, tuhan pun dari dekat sini mencoba melempar senyum kearahku.
senyum yang menyebalkan musti. bagaimana tidak menyebalkan, aku yang bernafas dengan kepongahan, tiba-tiba harus dihadapkan dengan suntingan!
aku, kena gubah?
aku!!!

setelah hampir delapan bulan bekerja di media ini, baru kali ini aku kehilangan harga diriku. tulisanku kena edit!
'lukisan'ku diciprati warna oleh redaktur surabayaku.
biasa di manja oleh orang medan itu, aku pun mengalami pergolakan yang luar biasa. bagaimana tidak, tulisanku bercampur tulisannya edisi ini. menyebalkan? ya pasti!
pertarungan di hati inipun terus menjadi. baik di kantor di perjalanan, di rumah, aku hidup berkecamuk dengan egoku selama beberapa hari terakhir itu. kesal? ya jelaslah!!!

sialnya kesal itu benar-benar abadi dihati. keras sekali!
tapi, untuk episode kali ini, egoku sengaja aku bungkam! aku sengaja diam tak bergeming. tak berbicara pada rekanku, tak masuk kantor, tak terima panggilan telepon, tidak redakturku, tidak pemredku, tidak siapa pun!!! aku tak mau bergeming pada apapun.

bahkan saat sebuah mobil avanza abu-abu melesat cepat disampingku, dan menyipratiku dengan kubangan air hujan berwarna coklat bau yang tepat menampar mukaku, aku tak mengutukinya, aku tidak mendampratnya si pengendara selebor itu!!!!! aku hanya mau diam.. diam. beruntung dia, (bila di episode lain, sudah aku timpuk mobilnya dari belakang pakai baterai tape recorderku yang sengaja aku jadikan amunisi di kantong belakang tas!)
gila, hebat sekali pertarungan egoku ini!
tambah rendah sekali aku saat itu merasa!

apa yang salah pada diriku?
meski redaktur itamku, memang tidak menyunting habis-habisan tulisanku, tapi mengapa ini sangat menyita perhatianku!!!!
meski redaktur medanku, menyunting tulisan karena tema yang tak seirama dengan inginnya, kenapa aku kesal?
ya kalau ganti tema, ya tulisan harus digubah sedikit bukan?
lagian ini bukan diedit kok! bila berubah, jadi lebih bagus kok. dan itu bisa lari ke oplah bukan?

pada hari yang sama, beberapa teman lamaku datang padaku. mereka mengeluh tentang agenda acara reuni SMA akbar yang bagiku sangat mencle-mencle ini. bagaimana tidak mencel-mencle, sejak awal tahun baru 2008, rapat yang diagendakan tiap bulan dua kali, agenda mereka selalu merapatkan proposal. bahkan saat bulan ke empat ini masuk, proposal masih menjadi topik utama. betapa menyedihkan mereka.

jujur, aku kesal dengan mereka yang mengaku sangat berpengalaman dengan EO, tapi tidak mengerti medan sebenarnya. lebih kesal lagi, melihat judul reuni itu, wuah, ini reuni SMA ku atau apa?

masih berbekal ego, akupun menggelontorkan judul dan tema sendiri. bila diterima, aku akan mau bergabung dalam susunan kepaniatian dan ikut berkontribusi, tapi bila tidak, ya sebaliknya!
karena tuhan sayang dan manjakanku, ideku pun diterima dengan baik dan cepat oleh teman-temanku. ya bila, mereka tidak memakai judul itu, mereka sudah kehilangan anugrah terbesar pastinya. dan janji untuk meluangkan waktu nanti di rapat-rapat selanjutnya pun harus aku tepati kedepannya.

lagi-lagi, saat bergelut dengan agenda rapat, ada sedikit yang menggangguku. ya siapa lagi kalau bukan egoku ini. bayangkan, setiap ketua panitia berbicara, aku selalu menampiknya. menepisnya.
entah kenapa, rasanya aku tak suka mendengar di berbicara. entah karena wajahnya yang datar, intonasi nadanya yang hambar, karisma yang tak kelihatan dimataku, atau karena ide pemikirannya yang tak sekaliberku? entahlah karena apa. yang jelas aku lebih suka berdiskusi ini pada temanku yang satu itu dari pada menghabiskan waktu dengan pak ketua ini.
tapi untung saja, aku tidak merasakan itu sendirian. banyak temanku yang kurang klik dengan pak ketua. ya memang tidak boleh dijadikan alasan sih. melihat itu, temanku benar ubahnya melihat aku sebagai kaum oposisidi bendera SMUN 7 ku ini. entahlah...

berbekal dua episode itu, aku memang cenderung diam bersantun.
bayangkan,
episode pertama, dia redakturku... dia atasanku.
episode kedua, dia ketua panitia... ketua acara reuni kabar sembilan angkatan.

lalu aku?

aku tak lebih hanya seorang reporter, hanya menjadi seekor buntut harimau...
sudah itu, tak kalah sedih
aku juga hanya seorang panitia cabutan, hanya seeonggok kepala tikus!


oh man!!!
what the...



_menyedihkan memang saat mendengar sinar bulanku itu palsu.. tapi biar. yang bilang bulan itu penipu, pasti orangnya item!!!


Wednesday, February 20, 2008

just allready miss u dad..

Siang ini aku melihat pemandangan yang harusnya biasa aku lihat.
Tapi, entah kenapa, hari pada jam makan siang itu menjadi sedikit dramatis.
Tepat di depanku, ada sosok perempuan yang sedang berbicara hangat dengan seorang lelaki separuh baya. Bahkan terlihat cukup hangat.

Gadis itu terlihat sangat menyimak pembicaraan yang latunkan pria separuh baya itu. Sedikit waktu, mereka tertawa bersama.
pemandangan yang menyedihkan!
soalnya indah banget!!!!

Hmmfh, ayah?
Ayah sedang apa?
Mereka seperti kita Yah,
Menghabiskan jam makan siang guna bertemu dan membahas polemik yang sedang terjadi.

Aku jadi iri.
Pasti ketika aku sedang berdua dengan ayah, banyak yang melihat ke arah kami dengan perasaan cemburu.
(Buktinya aku cemburu melihat mereka.)

Tapi..
Kalau boleh Sedikit berdalih, sebenarnya pemandangan itu tidak begitu hangat kok!
Lebih hangat aku dan ayahku kok!
Mereka hanya sesekali tertawanya,
Aku dan ayah,
setiap menit kami tertawa bersama setiap memulai topik pembicaraan.
rambutnya juga masih panjangan ayahku.
tapi, gadis itu jauh lebih feminim memang dibandingkan aku.
tapi pasti jauh lebih pintar aku!
hehehhee

Ayah sedang apa ya?
Semoga urusan Surabayanya cepat selesai.
I miss you dad!

Ayah janji,
setelah urusan Surabaya selesai, mau kembali menghabiskan jam makan siangnya denganku.
Aku tunggu janji Ayah ya?

kendati Ayah bukan ayah biologisku,
aku ingin Ayah tetap jadi Ayahku apapun yang terjadi.
Oke dad?




"Pena resto memory.."

Thursday, February 7, 2008

Kenali CPR! Jangan Salah Bertindak apalagi Telat Bertindak

Kenali CPR! Jangan Salah Bertindak atau Telat Bertindak Seratus persen hakul yakin, mengajak si kecil pergi berenang merupakan kegiatan yang menyenangkan untuk Moms dan si kecil. Tetapi bagaimana bila Mendapati si kecil tenggelam di kolam renang? Wuah, peristiwa itu pasti membuat jantung Moms seakan berhenti berdetak. Kendati itu bukanlah sebuah kolam melainkan lautan luas yang membentang di hadapan Moms, pasti Moms akan sebrangi guna menyelamatkan si kecil dan segera memberikannya Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR).CPR? Tunggu, apa benar Moms telah mengetahui dengan benar pertolongan pertama saat si kecil berhenti bernafas? Atau Moms lebih baik menunggu tim medis? Karena bukan rahasia lagi, kecelakaan kecil seperti ini bisa berakibat fatal loh Moms bila kita salah bertidak atau pun telat bertindak. Untuk itu mari kita kenal lebih dalam tentang CPR. CPR untuk si kecil. Tidak ada perbedaan mendasar CPR yang diberikan untuk anak usia 1-8 tahun dan untuk orang dewasa. Hanya saja ada perbedaan penting yang perlu diingat yaitu tekanan yang ringan.
Langkah-Langkah CPR : 1. Rebahkan korban dalam posisi terlentang. Raba detak nadi pada lengan dan periksa apa benar korban tidak sadarkan diri. Untuk meyakinkan korban sadar atau tidaknya, guncanglah tubuh korban dengan perlahan atau menepuk-nepuknya. 2. Segera Tengadahkan kepala pasien ke belakang. Untuk bayi gunakanlah hanya satu tangan untuk menekan dada, lalu salah satu tangan Moms dapat diselipkan di bawah punggung untuk memberikan sanggaan yang kuat 3. Carilah titik tekanan yang tepat dengan terlebih dahulu menentukan letak titik ujung tulang dada (sternum). Ingat, titik tekanan terletak sejauh dua Lebar jari di atasnya. 4. Letakkan telapak tangan Moms di atas titik tekanan tersebut. Angkat jari Moms menjauhi permukaan dada. 5. Tekan lurus ke bawah sebanyak 80 hingga 100 kali per menit. Tekan seeara vertikal, siku pada posisi lurus. 6. Tekan ke bawah ke arah dada sedalam 2 hingga 3 cm untuk orang dewasa. 7. Ingat bahwa setelah setiap tekanan ke-30, Moms harus meniupkan udara ke dalam paru-paru dua kali secara berurutan. Untuk bayi hembusan napas harus diberikan selama jeda waktu setelah melakukan tekanan dada sebanyak 5 kali. Lakukan terus secara berulang hingga sadar. 8. Cepat cari bantuan bila korban masih tidak sadarkan diri.

Rizal Mantovani Sukses Kemas Perjalanan Spiritual Musisi Legenda dalam Film Biopik, Chrisye!

Dapat bermain dalam sebuah film biopik tentunya merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi seorang aktor. Bagaimana tidak, memerankan sos...