Isilah bejana hatimu dengan mendengar, berbicara, membaca dan menulis dengan porsi yang cukup. Dengan begitu rasio dan rasamu akan bisa saling menguatkan.
Saturday, June 16, 2012
"Nak, Tengoklah Perilaku Covertnya"
Dua belas menit yang lalu, ayahku mengirimkan email untukku. Hematnya, ia tengah mengajak aku untuk kembali mengingatkan tentang "teliti sebelum membeli".
mungkin ia lakukan itu karena semalam aku menghentakkannya dengan kabar, "I'm getting married dad..”
Aku lupa, ayah psikologisku ini memang bukan sekedar seorang ayah untukku yang siap mendengarkan aku bercerita sambil menyeruput kopi hitamnya, beliau juga dikenal sebagai seorang Marriage & Family Therapist, yang juga sering diminta kliennya untuk menjadi seorang konsultan Pranikah. Dan kini, mungkin ia melihat, aku membutuhkan ‘rangkulan’ hangat darinya.
Sejak dulu, ayahku memang selalu mengingatkan aku untuk tidak membiarkan ‘nasi menjadi bubur’. “Kecuali jika kamu sendiri yang berniat memasak bubur..” lirihnya.
Menerima dan membiarkan diri kita hidup bersama dengan pasangan jiwa kita nanti memang bukan suatu hal yang mudah. Hal itu pun sudah dipahami dengan jelas oleh ayahku. Untuk itu, siang tadi ia pun mengirimkan email untuk membilas semua perasaan cemasku dalam menjalani episodeku mendatang.
Mengenali perilaku overt dan covert pada orang-orang terdekat kita terutama pasangan kita merupakan sesuatu hal yang hakiki. Tapi sayangnya kita terlalu cepat membubuhkan nilai seseorang melalui perilaku overtnya, sebuah perilaku yang tampak nyata.
“Padahal perilaku overt itu bisa saja dibuat-buat, direncanakan, dan diperhalus,” jelas ayahku.
“Nak, tengoklan perilaku covertnya,” pinta ayahku
Perilaku covert memang akan mencerminkan prilaku alam sadar dan bawah sadarnya. Dengan begitu kita tidak akan kaget bila nanti tiga atau beberapa tahun mendatang, akan muncul karakter aslinya yang super ajaib berbedanya dengan karakter kala kita mengenalnya saat pacaran.
Masalahnya, apa itu hal yang mudah untuk menelanjangi pasangan kita lewat perilaku covertnya? Karena sejatinya masa-masa kasmaran adalah masa dimana mata kita tidak awas dan jiwa kita mabuk.
“Hei? Benarkan?” tanyaku pada batinku sendiri.
“Tidak!” jawab ayahku ~ya, terkadang kita terlalu menyepelekan ayah. Ayah itu terkadang memang bisa membaca fikiran kita, contohnya sekarang…
“Oke Bagaimana cara mengamati perilaku covert itu? Susahkah? Sama sekali tidak. Hanya dibutuhkan pikiran yang mau bernalar lebih panjang saja.
Hari misalnya, dikenal oleh pacar dan seluruh keluarganya sebagai pria periang karena suka bercanda.
Tetapi tunggu dulu. Coba amati lebih dalam, bukankah pada saat kita bicara serius, ia juga meresponnya dengan bercanda? Belum selesai saya bicara soal, pentingnya kepedulian ayah pada anaknya, ia bereaksi dengan guyonan soal itu. Juga ketika saya bicara tentang teladan kejujuran ayah, belum ada setengah detik, ia membalasnya dengan candaan.
Pacarnya, Shanti, yang sama-sama remaja sih senang dan makin cinta karena Hari selalu membuat suasana hatinya gembira.
Namun, setelah menikah, Hari tak mau mengantar anaknya sekolah. Dan ternyata, Hari juga suka berbohong kepada Shanti, mulai soal lembur, kongkow-kongkownya dengan teman-teman lamanya, sampai soal jumlah gaji dan akhirnya perselingkuhannya.
Apakah Hari berubah?
Tidak!
Dari dulu ia memang orang yang tak bertanggung jawab - itu sebabnya ia tidak bisa diajak bicara serius.
Dalam hal ini, bercanda adalah pertanda (perilaku covert) dari sifat suka lari dari tanggung jawab. Bercanda di sini juga sinyal atas mudahnya ia membohongi diri sendiri dan orang lain. Bercandanya Hari sesungguhnya adalah benteng atau topeng atau kompensasi dari kurangnya rasa percaya dirinya.”
Berikut sepenggal pesan yang tersemat di emailnya yang dikirimnya untukku. Sengaja aku tuang di sini agar aku bisa melihat pesannya dimana-mana. ~Di inbok emailku, bisa, di blogku, bisa.. atau mungkin akan aku print dan kubakar lalu kuminum biar aku ingat. hehhee
Hmmf. sekarang hampir 45 menit waktu berlalu, dan aku malah menghabiskan waktu untuk mengabadikan perasaanku yang aku sendiri belum tau bagaimana rasanya perasaan aku sendiri detik ini.
But dad, thanks for reminding me.. I will do it..
aku akan melihat dan menyayanginya melalu rasa dan rasioku, karena aku yakin ia memang rencana indah Tuhan untukku.
and dad, Doakan aku bisa sepertimu yang bersyukur pada Tuhan karena telah dikirimkan Bunda yang selalu menemanimu sampai ujung usia ya..
Love u dad.. always
Tuesday, February 28, 2012
perintahkanlah optimis anda
Ayahku baru saja menuliskan tentang magisnya optimisme. Tulisan tentang seorang kawan yang tubuhnya dibalur oleh kekuatan kepercayaan diri untuk lebih memilih rasa yang menyenangkan yang akan dialami ditiap hari yang akan dilaluinya. Ya, pilihan ‘bisa berada dalam suasana hati enak atau bisa berada dalam suasana tak bersemangat.’
Sedikit merinding memang saat membacanya. Kendati itu bukan tulisan kali pertama yang aku baca tentang efek membangkitkan gairah kita untuk berfikir optimisme, tetap saja cerita ayah tentang seorang perempuan yang tetap mengguyurkan senyumnya dengan keoptimisan pada saat ia kritis membuat aku miris.
Optimis? Oke, Lepas membacanya, aku pun lama terdiam. Dan membuang pandangan ke layar monitor, sambil berdesis. “Selama lebih dari 27 tahun membunuh waktu, episode optimisku itu yang mana? Oh yang ini!!! Umm, enggak ding.. ya ampun, moment apa yang pernah aku bakar dengan optimis ya..,”
Tau tidak, aku berfikir itu hari senin pukul 12.45 WIB dan sampai esok pagi, aku belum menemukan jawaban yang ku fikir mudah itu. ibarat ujian, soal esaiku itu masih kosong, polos dan mulus tanpa lipatan atau goretan gambar benang kusut!
Hari Selasa ini sudah ada schedule yang aku jalankan! Pergi ke kelurahan untuk mengurus KTP lalu meluncur ke Bank guna mengurus ATM ku yang raib sejak pekan yang lalu. Dan Jadwalku semakin padat karena aku harus terlebih dahulu membebaskan ponakan kecilku yang mengalami konstipasi selama hampir dua jam itu. hematnya, jadwalnya molor!
Singkat cerita, setelah mampir ke RT setempat, aku pun akhirnya masuk ke kelurahan yang letaknya pas berdampingan dengan terminal klender jakarta timur. Saat masuk, aku yang jalan agak tergopoh-gopoh itu langsung masuk ke ruangan khusus pelayanan. Sebelum mengetuk dan masuk ke ruangan yang sudah lumayan di padati oleh masyarakat setempat, tiba-tiba ada seorang ibu-ibu berseragam coklat yang menodong pertanyaan singkat.
“Perpanjang atau bikin baru?”
“Bikin baru..”, jawabku sambil menyerahkan berkas-berkas yang sudah aku siapkan.
“Udah, Besok aja balik lagi. Komputernya eror, antriannya panjang lagi pula, ” ujar wanita yang memiliki tahi lalat pas di mucung hidungnya itu sambil menyerahkan berkas yang tak sampai dua menit ia gerayangi.
BESOK? Hei, menunda proses bikin baru KTP hari ini berarti bisa menunda semua rencana yang sudah aku susun sejak tahun awal tahun 2010!!! Wah ga bisa!! Ga bisa!!
Saat wanita bertumbuh gempal itu pergi meninggalkan aku yang terkulai lemas, aku pun langsung berjalan gontai dan bermuka masam guna berusaha mencari tau apakah benar-benar tak bisa kartu pendudukku selesai.
Ruangan yang berisikan empat meja dan satu set komputer itu memang cukup ramai. Terlihat komputer rusak itu pun sedang di kerubungi teman sejawat ibu berseragam coklat tadi. “ah malas kali kalau besok harus kembali kesini,” gerutuku pelan.
Tapi tak lama aku berdiri disana, sekumpulan orang-orang berseragam coklat itu pun lalu keluar ruangan dengan teratur. Perginya mereka, membuat ruangan ini agak lowong. Hanya tinggal dua pegawai dan gadis bertubuh besar plus seorang ibu yang membawa keranjang sayur.
Saat aku mengamati monitor yang sedang bermasalah itu, tiba-tiba ibu bertahi lalat itu pun masuk dan langsung memicingkan matanya saat mendapati aku sudah duduk di dalam ruangannya. Masuknya ibu bertahi lalat itu diikuti oleh beberapa pasien yang sudah datang jauh sebelumku.
Melihat aku tertutupi oleh beberapa ‘pasien’ yang ikut-ikutan masuk tadi, ibu bertahi lalat itu pun mengambil nafas dan “Tunggu di luar aja, nantikan kalau sudah selesai dipanggil!,” dan benar, mendengar itu, sebagian pasien memang akhirnya keluar. Tapi aku, ibu yang membawa keranjang, dan gadis bertubuh besar itu malah tidak bergeming sekalipun.
Masih dengan mata elangnya, melihat kami bertiga yang tak mau melangkahkan kaki, akhirnya ibu bertahi lalat itu pun lalu menyibukkan dirinya dengan membaca ulang berkas-berkas yang ada di mejanya.
“Perpanjang dek?” tanya ibu itu tersenyum sambil menaruh keranjang sayurnya di kolong bangku.
“Bikin baru bu, ilang..” jawabku sambil membalas senyum yang tak kalah manis.
“Wah sama kayak anak ibu tuh, KTPnya juga hilang,” ujar sang ibu menunjuk gadis bertubuh besar itu. ohh, gadis itu anaknya toh…
tiba-tiba,
“Wah, ya udah. Rusak nih! Udah pake manual aja!,” pekik si tahi lalat itu sambil mendaratkan pantatnya di kursi depan monitor yang eror tersebut. Jujur ia berhasil memudarkan senyumku dan senyum ibu tadi.
Melihat itu, aku pun terdiam dan menyilakan kedua tanganku. “Masa besok harus kesini lagi,” gunggamku menundukk lesu.
tapi entah kenapa, baru kali itu aku mempunyai kekuatan besar dan berkeras pada hatiku. “Enggak, pasti bisa selesai. Pasti komputernya bisa beroperasi dan si tahi lalat itu pun tidak berlama-lama memiliki kesalnya. Oke! Optimisku? Episodemu ku mulai di hari ini!”
Hebat! saat aku memakukan optimis dalam diriku, segala kesal pun berubah menjadi sebuah kekuatan. Kesalku hilang, gerutuku terbang, muka masamku pun terbuang. “Aku memilih melewati waktu di kelurahan dengan optimis KTPku kelar!!
Dan hasilnya, hehehe… komputer itu akhirnya bisa di ajak kerjasama loh! dan (percaya atau tidak) si tahi lalat itu pun menyembulkan senyumnya padaku saat mengurus berkasku. Bahkan tak lama, ia pun berubah menjadi sosok ibu yang menyenangkan. Saking menyenangkannya, ia pun berani-beraninya bertanya, “Bener bukan orang Batak nih?”
Wuah, kekuatan optimis memang hebat. Jadi tidak sabar dengan episode optimismeku berikutnya. Dimana aku akan selalu mengingat akan memilih berada dalam suasana hati enak.
Sedikit merinding memang saat membacanya. Kendati itu bukan tulisan kali pertama yang aku baca tentang efek membangkitkan gairah kita untuk berfikir optimisme, tetap saja cerita ayah tentang seorang perempuan yang tetap mengguyurkan senyumnya dengan keoptimisan pada saat ia kritis membuat aku miris.
Optimis? Oke, Lepas membacanya, aku pun lama terdiam. Dan membuang pandangan ke layar monitor, sambil berdesis. “Selama lebih dari 27 tahun membunuh waktu, episode optimisku itu yang mana? Oh yang ini!!! Umm, enggak ding.. ya ampun, moment apa yang pernah aku bakar dengan optimis ya..,”
Tau tidak, aku berfikir itu hari senin pukul 12.45 WIB dan sampai esok pagi, aku belum menemukan jawaban yang ku fikir mudah itu. ibarat ujian, soal esaiku itu masih kosong, polos dan mulus tanpa lipatan atau goretan gambar benang kusut!
Hari Selasa ini sudah ada schedule yang aku jalankan! Pergi ke kelurahan untuk mengurus KTP lalu meluncur ke Bank guna mengurus ATM ku yang raib sejak pekan yang lalu. Dan Jadwalku semakin padat karena aku harus terlebih dahulu membebaskan ponakan kecilku yang mengalami konstipasi selama hampir dua jam itu. hematnya, jadwalnya molor!
Singkat cerita, setelah mampir ke RT setempat, aku pun akhirnya masuk ke kelurahan yang letaknya pas berdampingan dengan terminal klender jakarta timur. Saat masuk, aku yang jalan agak tergopoh-gopoh itu langsung masuk ke ruangan khusus pelayanan. Sebelum mengetuk dan masuk ke ruangan yang sudah lumayan di padati oleh masyarakat setempat, tiba-tiba ada seorang ibu-ibu berseragam coklat yang menodong pertanyaan singkat.
“Perpanjang atau bikin baru?”
“Bikin baru..”, jawabku sambil menyerahkan berkas-berkas yang sudah aku siapkan.
“Udah, Besok aja balik lagi. Komputernya eror, antriannya panjang lagi pula, ” ujar wanita yang memiliki tahi lalat pas di mucung hidungnya itu sambil menyerahkan berkas yang tak sampai dua menit ia gerayangi.
BESOK? Hei, menunda proses bikin baru KTP hari ini berarti bisa menunda semua rencana yang sudah aku susun sejak tahun awal tahun 2010!!! Wah ga bisa!! Ga bisa!!
Saat wanita bertumbuh gempal itu pergi meninggalkan aku yang terkulai lemas, aku pun langsung berjalan gontai dan bermuka masam guna berusaha mencari tau apakah benar-benar tak bisa kartu pendudukku selesai.
Ruangan yang berisikan empat meja dan satu set komputer itu memang cukup ramai. Terlihat komputer rusak itu pun sedang di kerubungi teman sejawat ibu berseragam coklat tadi. “ah malas kali kalau besok harus kembali kesini,” gerutuku pelan.
Tapi tak lama aku berdiri disana, sekumpulan orang-orang berseragam coklat itu pun lalu keluar ruangan dengan teratur. Perginya mereka, membuat ruangan ini agak lowong. Hanya tinggal dua pegawai dan gadis bertubuh besar plus seorang ibu yang membawa keranjang sayur.
Saat aku mengamati monitor yang sedang bermasalah itu, tiba-tiba ibu bertahi lalat itu pun masuk dan langsung memicingkan matanya saat mendapati aku sudah duduk di dalam ruangannya. Masuknya ibu bertahi lalat itu diikuti oleh beberapa pasien yang sudah datang jauh sebelumku.
Melihat aku tertutupi oleh beberapa ‘pasien’ yang ikut-ikutan masuk tadi, ibu bertahi lalat itu pun mengambil nafas dan “Tunggu di luar aja, nantikan kalau sudah selesai dipanggil!,” dan benar, mendengar itu, sebagian pasien memang akhirnya keluar. Tapi aku, ibu yang membawa keranjang, dan gadis bertubuh besar itu malah tidak bergeming sekalipun.
Masih dengan mata elangnya, melihat kami bertiga yang tak mau melangkahkan kaki, akhirnya ibu bertahi lalat itu pun lalu menyibukkan dirinya dengan membaca ulang berkas-berkas yang ada di mejanya.
“Perpanjang dek?” tanya ibu itu tersenyum sambil menaruh keranjang sayurnya di kolong bangku.
“Bikin baru bu, ilang..” jawabku sambil membalas senyum yang tak kalah manis.
“Wah sama kayak anak ibu tuh, KTPnya juga hilang,” ujar sang ibu menunjuk gadis bertubuh besar itu. ohh, gadis itu anaknya toh…
tiba-tiba,
“Wah, ya udah. Rusak nih! Udah pake manual aja!,” pekik si tahi lalat itu sambil mendaratkan pantatnya di kursi depan monitor yang eror tersebut. Jujur ia berhasil memudarkan senyumku dan senyum ibu tadi.
Melihat itu, aku pun terdiam dan menyilakan kedua tanganku. “Masa besok harus kesini lagi,” gunggamku menundukk lesu.
tapi entah kenapa, baru kali itu aku mempunyai kekuatan besar dan berkeras pada hatiku. “Enggak, pasti bisa selesai. Pasti komputernya bisa beroperasi dan si tahi lalat itu pun tidak berlama-lama memiliki kesalnya. Oke! Optimisku? Episodemu ku mulai di hari ini!”
Hebat! saat aku memakukan optimis dalam diriku, segala kesal pun berubah menjadi sebuah kekuatan. Kesalku hilang, gerutuku terbang, muka masamku pun terbuang. “Aku memilih melewati waktu di kelurahan dengan optimis KTPku kelar!!
Dan hasilnya, hehehe… komputer itu akhirnya bisa di ajak kerjasama loh! dan (percaya atau tidak) si tahi lalat itu pun menyembulkan senyumnya padaku saat mengurus berkasku. Bahkan tak lama, ia pun berubah menjadi sosok ibu yang menyenangkan. Saking menyenangkannya, ia pun berani-beraninya bertanya, “Bener bukan orang Batak nih?”
Wuah, kekuatan optimis memang hebat. Jadi tidak sabar dengan episode optimismeku berikutnya. Dimana aku akan selalu mengingat akan memilih berada dalam suasana hati enak.
Friday, July 2, 2010
pria tua ku..
Aku rindu lelaki tua itu..
Keadaannya yang kurang sehat itu membuat nafasku tercekik. Mungkin di siang hari aku bisa melupakannya barang sejenak karena aku harus menggendong beratnya pekerjaanku. Tapi di malam hari, jujur aku tak bisa tak mengangankannya.
Rembulan yang dulu selalu aku puja, baik ia berwarna kuning pucat atau tak berbentuk penuh setengah lingkaran pun kini tak ku hirakan. Malam ini pun begitu, sebagus apapun bentuk sang bulan seakan menjadi bias di mataku..
Ah.. aku rindu lelaki beruban itu
Ingin sekali aku memegang tangannya saat aku tau ia sedang terbaring lemah.
Menyeka pelan keringatnya atau merapikan beberapa helai lembar rambutnya yang tersangkut di alisnya adalah sebuah asa yang ingin aku bilas
Masihkah ia menggilai kopi?
Seperti apa rupanya sekarang, saat ia berkata “Hari ini aku potong rambut..”
I miss you most daddy..
Keadaannya yang kurang sehat itu membuat nafasku tercekik. Mungkin di siang hari aku bisa melupakannya barang sejenak karena aku harus menggendong beratnya pekerjaanku. Tapi di malam hari, jujur aku tak bisa tak mengangankannya.
Rembulan yang dulu selalu aku puja, baik ia berwarna kuning pucat atau tak berbentuk penuh setengah lingkaran pun kini tak ku hirakan. Malam ini pun begitu, sebagus apapun bentuk sang bulan seakan menjadi bias di mataku..
Ah.. aku rindu lelaki beruban itu
Ingin sekali aku memegang tangannya saat aku tau ia sedang terbaring lemah.
Menyeka pelan keringatnya atau merapikan beberapa helai lembar rambutnya yang tersangkut di alisnya adalah sebuah asa yang ingin aku bilas
Masihkah ia menggilai kopi?
Seperti apa rupanya sekarang, saat ia berkata “Hari ini aku potong rambut..”
I miss you most daddy..
Wednesday, December 31, 2008
legenda batara kala


Apa yang dialami sekarang tidaklah abadi.. selalu berubah… sekarang sedih.. besok mungkin gembira.. atau mungkin tahun depan.. selalu ada dalam kehidupan kita
Demikian juga sekeliling kita .. selalu berubah…tidak ada yang abadi..
Hal yang pasti (tidak berubah) .. adalah umur kita.. yang selalu bertambah.. dan tidak akan mundur kembali menjadi muda.. tidak akan…kita selalu tambah maju.. tambah tua…dan akhirnya kembali ke Pencipta Kita..
Demikian juga segala isi alam semesta ini… tak ada yang bisa melawan waktu…semua akan berubah.. tanpa ada yang menghalanginya.. akan musnah.. dan habis…
Lalu apa yang masih abadi, masih tersisa dalam diri kita ??
Aku jadi teringat dalam cerita pewayangan… tentang Batara Kala.. Raksasa sakti anak Batara Guru… yang tidak bisa dikalahkan walau oleh dewa sekalipun.. apa saja yang dijumpainya akan dilahap.. dimakan…seluruh isi bumi…Hingga dia berhenti ketika melihat pagelaran wayang yang dimainkan oleh batara Wisnu yang menyamar sebagai dalang.. sang Batara Kala pun duduk tertegun asik mendengarkan wejangan sang dalang. Sang Batara Kala pun berhenti memakan isi dunia
BACA vs MAKAN, Bersantap Sembari Membaca atau Membaca Sembari Bersantap?
Bersantap Sembari Membaca atau Membaca Sembari Bersantap?
Perpaduan tempat kuliner dan toko buku dalam satu atap, tak ubah menyatunya kopi dan susu dalam sebuah cangkir. Begitu nikmat dan mantap rasanya. Tak pelak konsep kafe buku kian menjamur empat tahun terakhir ini.
Pada umumnya kafe merupakan tempat makan dan minum sambil menghabiskan waktu senggang bersama teman atau sesama rekan kerja. Sekedar menyeruput kopi atau melahap sepotong sandwich, memang sudah menjadi rutinitas sebagian masyarakat kota kita. melihat itu, kini para pemain toko buku pun sedikit mengfungsionalkan kafe guna memaksimalkan pelayanan mereka. Dan, bravo!! Bagi para penggemar buku, konsep kafe buku itu pun layaknya surga dunia. Bagaimana tidak, di sana Anda bisa membaca buku sambil menyambi beberapa menu andalan kafe tersebut. Umm, indahnya dunia.
Buku Kafe
Bila dilihat dari luar, kemasan kafe buku yang banyak disinggahi oleh para eksekutif muda yang sedang melanjutkan S2nya ini memang sederhana. Sengaja mengusung konsep retro, kesan rumah jadul pun didapat. Menurut Widi, salah satu pemilik Buku Kafe, konsep bangunan luar memang sengaja didesain sederhana. “Tapi untuk interior di dalamnya, jauh sekali dengan konsep retro kan?,” lugas Widi sambil tersenyum simpul.
Ya, Atmosfer interior kafe buku yang sudah berumur hampir enam tahun ini, memang berbeda dengan tampilan luarnya. Konsep kafe benar-benar dikemasnya dengan unik. Tengok saja lukisan yang terlihat menantang disana, dan juga beberapa hiasan dinding yang hadir menyempil disela-sela rak buku. Benar-benar tampilan yang menggemaskan.
Suasana kafe buku yang segera akan membuka cabang di kota Depok ini juga sangat nyaman. Beberapa mahasiswa yang sedang berdiskusi tentang tugas kuliahnya pun tampak menikmati sekali dengan aura Buku Kafe itu. Kendati terletak persis dipinggir jalan, kebisingan dan suasana hiruk pikuk lalu lintas di Jl Margonda Raya ini tidak membias ke area kafe. “Selain memasang kaca pembatas, alunan musik sengaja kami pasang guna menangkal gangguan itu,” ujar lelaki yang dibesarkan oleh keluarga penggila buku.
Setelah memanjakan pelanggan dengan menghadirkan ribuan buku berkelas dunia, Widi pun menservice para pelanggannya dengan menghadirkan masakan yang juga berkelas dunia. Bila Anda tidak percaya, cobalah pesan Chicken Parmigiana & Pasta Fettucine. Menu yang terdiri dari dada ayam dibungkus tepung dan keju mozzarella yang terkenal dengan rasanya soft dan mildnya itu diletakkan di atas pasta fettucina dan ditambah dengan garlic bread. Rasa harumnya ternyata sama nikmatnya dengan rasa pasta tersebut.
Bila Anda ingin hidangan yang cukup berat, nasi goreng teri pun bisa jadi menu andalan Anda. Jangan tertipu dengan tampilan nasi goreng yang begitu sederhana itu. Karena sekali Anda mencoba nasi goreng buatan Widi ini, Anda akan merasakan gurihnya teri yang bertebaran di sekumpulan nasi yang memiliki warna menggoda itu. “Nasi goreng teri ini adalah menu baru Buku Kafe,” jelas Widi.
Ya, Buku Kafe pada tiap tahunnya selalu mengeksplor menu hariannya itu. “Awalnya itu adalah masukan dari pelanggan kita yang meminta menu variasi, dan ternyata itu sangat usul yang bagus dan sangatmengasyikan,” papar pria yang juga mempunyai hobi memasak. “Dan kedepan kita mau memanjakan pelanggan kita dengan menu Dimsum,” bisik Widi menggoda.
ZOE, Surga Penggila Komik
Kafe buku yang memiliki warna dominant merah dan hitam ini memang unik. Saat memasuki pintu muka, Anda akan langsung disambut dengan hutan kecil buatan yang indah dan sejuk. Sehingga semilir angin pun tak segan-segan menyapa Anda dengan ramah ketika Anda bertandang kesana. Menurut Erman pemilik Zone Of Editainment, konsep bangunan semi terbuka ini memang sengaja diciptakan, mengingat di Jakarta memang tidak mempunyai taman bacaan. “Dan ternyata respon masyarakat bagus,” ujar lelaki yang pernah terjun ke dunia kontraktor.
Selain mengusung konsep taman baca, ada satu hal yang menjadi nilai jual kafe buku yang juga mempunyai cabang di kota peyem ini. Komik!. Yap, ZOE merupakan kafe buku yang hampir semua koleksi bukunya adalah komik. Baik komik yang populer pada tahun 1970-an, seperti serial Si Buta dari Goa Hantu karya Ganes TH, karya-karya Yan Mintaraga, sampai komik-komik impor keluaran Marvel dan DC, seperti karya-karya Tony Wong, hingga komik manga (Jepang) yang mendominasi pasaran saat ini.
Itulah sebabnya nama awal ZOE adalah Komic Corner. “Tapi, setelah kami juga merambah ke koleksi buku sains dan ilmu dasar pengetahuan lainnya, kami mengganti nama menjadi ZOE, Zone of Edutainment,” terang Erman yang siang itu baru saja mendapat pesanan komik asterik ke kota Yogyakarta.
Menurut Public Relection ZOE, Utami Aditya, ada lebih dari sekitar 7000 komik yang dapat dikoleksi. “Untuk manga sendiri saja hampir 5000 buku. Sisanya novel, dan bacaan ilmu pengetahuan lainnya,” ujar wanita yang akrab dipanggil Tami. “Kalau dipersentasekan, 70-40 persenlah,” potong Tami.
Menariknya, tak hanya buku yang dilahap oleh ZOE, kafe buku yang siap membuka cabang di kota hujan ini ternyata juga mempunyai koleksi film. “Para penggemar movie juga kami manjakan disini. Dari film anime, korea sampai box office kami hadirkan juga,” ujar Tami. “Jadi para pengemar anime, tidak hanya bisa membaca komik, tapi juga bisa menonton kartunnya,” tambah Tami yang sejak bulan kemarin agak kewalahan dengan permintaan sewa DVD anime Naruto.
Koleksi film anime ZOE, memang sama banyaknya dengan koleksi buku komik. Sayangnya, disini ZOE tidak mempunyai ruangan khusus untuk menonton anime yang kita sewa. “Itu juga dikeluhkan oleh para pelanggan kita sih, mungkin ke depan kami bisa merealisasirkan,” jelas Tami.
Mengingat para pelanggannya yang bisa menghabiskan waktu seharian di tempatnya guna membaca, maka Erman pun membuka kafe guna memanjakan para pelanggannya. “Awalnya para pelanggan kami menanyakan apakah ada yang menjual snack atau mie goreng di dekat sini. Karena mereka merasakan lapar setelah hampir seharian menghabiskan waktunya di sini,” kenang Erman.
Melihat lokasinya yang strategis, Erman pun tak main-main saat membuat menu kafe. “Karena pelanggan kami mayoritas adalah mahasiswa, maka kami menyajikan menu yang praktis, sehat, tapi juga pas dikantong,” ujar Erman. Dan salah satu menu andalan ZOE adalah Salmon Bennedict.
Tampilan ikan yang di import dari Norwegia ini memang menggemaskan. Lihat saja tampilan daging ikan yang direbus itu, benar-benar cantik karena beralas kentang yang dilebur oleh susu. Belum lagi langsung salmon itu langsung dilindas oleh telur ceplok. Uniknya disini, ikan salmon itu tidak dijamah oleh bumbu. Tapi dengan cocolan saos barbeque, rasa gurih langsung melumeri lidah Anda. Tak ayal, menu ini selalu sold out.
Ada lagi menu jagoan kafe ZOE. Sebuah iga sapi manis yang mempunyai nama, Zoe Red Hot Ribs. Daging yang dilahap dengan cocolan saos babeqeu ini sangat empuk. Sedikit manis karena sedikit dilumeri madu. Dan nilai plus tampilan menu ini adalah sate potongan paprika yang berwarna-warni. Dan sebatang roti panjang yang seakan siap menantang dunia.
Bila menyinggung dessert, Tami pun memperkenalkan Creeme Brulee. Tampilannya memang sederhana, tapi rasanya benar-benar tak bisa diungkapkan. Cream yang dimix oleh kuning telur dan gula itu manis menyatu dalam satu. Rasa manis disini pun tidak memiliki rasa legit yang terlalu. Mungkin karena proese masak Creeme Brulee ini dibakar dengan pas ya? Dan menyantap Creem Brulee sembari membaca manga, Ya pas juga lah!! (riska)
Buku Kafe
Bila dilihat dari luar, kemasan kafe buku yang banyak disinggahi oleh para eksekutif muda yang sedang melanjutkan S2nya ini memang sederhana. Sengaja mengusung konsep retro, kesan rumah jadul pun didapat. Menurut Widi, salah satu pemilik Buku Kafe, konsep bangunan luar memang sengaja didesain sederhana. “Tapi untuk interior di dalamnya, jauh sekali dengan konsep retro kan?,” lugas Widi sambil tersenyum simpul.
Ya, Atmosfer interior kafe buku yang sudah berumur hampir enam tahun ini, memang berbeda dengan tampilan luarnya. Konsep kafe benar-benar dikemasnya dengan unik. Tengok saja lukisan yang terlihat menantang disana, dan juga beberapa hiasan dinding yang hadir menyempil disela-sela rak buku. Benar-benar tampilan yang menggemaskan.
Suasana kafe buku yang segera akan membuka cabang di kota Depok ini juga sangat nyaman. Beberapa mahasiswa yang sedang berdiskusi tentang tugas kuliahnya pun tampak menikmati sekali dengan aura Buku Kafe itu. Kendati terletak persis dipinggir jalan, kebisingan dan suasana hiruk pikuk lalu lintas di Jl Margonda Raya ini tidak membias ke area kafe. “Selain memasang kaca pembatas, alunan musik sengaja kami pasang guna menangkal gangguan itu,” ujar lelaki yang dibesarkan oleh keluarga penggila buku.
Setelah memanjakan pelanggan dengan menghadirkan ribuan buku berkelas dunia, Widi pun menservice para pelanggannya dengan menghadirkan masakan yang juga berkelas dunia. Bila Anda tidak percaya, cobalah pesan Chicken Parmigiana & Pasta Fettucine. Menu yang terdiri dari dada ayam dibungkus tepung dan keju mozzarella yang terkenal dengan rasanya soft dan mildnya itu diletakkan di atas pasta fettucina dan ditambah dengan garlic bread. Rasa harumnya ternyata sama nikmatnya dengan rasa pasta tersebut.
Bila Anda ingin hidangan yang cukup berat, nasi goreng teri pun bisa jadi menu andalan Anda. Jangan tertipu dengan tampilan nasi goreng yang begitu sederhana itu. Karena sekali Anda mencoba nasi goreng buatan Widi ini, Anda akan merasakan gurihnya teri yang bertebaran di sekumpulan nasi yang memiliki warna menggoda itu. “Nasi goreng teri ini adalah menu baru Buku Kafe,” jelas Widi.
Ya, Buku Kafe pada tiap tahunnya selalu mengeksplor menu hariannya itu. “Awalnya itu adalah masukan dari pelanggan kita yang meminta menu variasi, dan ternyata itu sangat usul yang bagus dan sangatmengasyikan,” papar pria yang juga mempunyai hobi memasak. “Dan kedepan kita mau memanjakan pelanggan kita dengan menu Dimsum,” bisik Widi menggoda.
ZOE, Surga Penggila Komik
Kafe buku yang memiliki warna dominant merah dan hitam ini memang unik. Saat memasuki pintu muka, Anda akan langsung disambut dengan hutan kecil buatan yang indah dan sejuk. Sehingga semilir angin pun tak segan-segan menyapa Anda dengan ramah ketika Anda bertandang kesana. Menurut Erman pemilik Zone Of Editainment, konsep bangunan semi terbuka ini memang sengaja diciptakan, mengingat di Jakarta memang tidak mempunyai taman bacaan. “Dan ternyata respon masyarakat bagus,” ujar lelaki yang pernah terjun ke dunia kontraktor.
Selain mengusung konsep taman baca, ada satu hal yang menjadi nilai jual kafe buku yang juga mempunyai cabang di kota peyem ini. Komik!. Yap, ZOE merupakan kafe buku yang hampir semua koleksi bukunya adalah komik. Baik komik yang populer pada tahun 1970-an, seperti serial Si Buta dari Goa Hantu karya Ganes TH, karya-karya Yan Mintaraga, sampai komik-komik impor keluaran Marvel dan DC, seperti karya-karya Tony Wong, hingga komik manga (Jepang) yang mendominasi pasaran saat ini.
Itulah sebabnya nama awal ZOE adalah Komic Corner. “Tapi, setelah kami juga merambah ke koleksi buku sains dan ilmu dasar pengetahuan lainnya, kami mengganti nama menjadi ZOE, Zone of Edutainment,” terang Erman yang siang itu baru saja mendapat pesanan komik asterik ke kota Yogyakarta.
Menurut Public Relection ZOE, Utami Aditya, ada lebih dari sekitar 7000 komik yang dapat dikoleksi. “Untuk manga sendiri saja hampir 5000 buku. Sisanya novel, dan bacaan ilmu pengetahuan lainnya,” ujar wanita yang akrab dipanggil Tami. “Kalau dipersentasekan, 70-40 persenlah,” potong Tami.
Menariknya, tak hanya buku yang dilahap oleh ZOE, kafe buku yang siap membuka cabang di kota hujan ini ternyata juga mempunyai koleksi film. “Para penggemar movie juga kami manjakan disini. Dari film anime, korea sampai box office kami hadirkan juga,” ujar Tami. “Jadi para pengemar anime, tidak hanya bisa membaca komik, tapi juga bisa menonton kartunnya,” tambah Tami yang sejak bulan kemarin agak kewalahan dengan permintaan sewa DVD anime Naruto.
Koleksi film anime ZOE, memang sama banyaknya dengan koleksi buku komik. Sayangnya, disini ZOE tidak mempunyai ruangan khusus untuk menonton anime yang kita sewa. “Itu juga dikeluhkan oleh para pelanggan kita sih, mungkin ke depan kami bisa merealisasirkan,” jelas Tami.
Mengingat para pelanggannya yang bisa menghabiskan waktu seharian di tempatnya guna membaca, maka Erman pun membuka kafe guna memanjakan para pelanggannya. “Awalnya para pelanggan kami menanyakan apakah ada yang menjual snack atau mie goreng di dekat sini. Karena mereka merasakan lapar setelah hampir seharian menghabiskan waktunya di sini,” kenang Erman.
Melihat lokasinya yang strategis, Erman pun tak main-main saat membuat menu kafe. “Karena pelanggan kami mayoritas adalah mahasiswa, maka kami menyajikan menu yang praktis, sehat, tapi juga pas dikantong,” ujar Erman. Dan salah satu menu andalan ZOE adalah Salmon Bennedict.
Tampilan ikan yang di import dari Norwegia ini memang menggemaskan. Lihat saja tampilan daging ikan yang direbus itu, benar-benar cantik karena beralas kentang yang dilebur oleh susu. Belum lagi langsung salmon itu langsung dilindas oleh telur ceplok. Uniknya disini, ikan salmon itu tidak dijamah oleh bumbu. Tapi dengan cocolan saos barbeque, rasa gurih langsung melumeri lidah Anda. Tak ayal, menu ini selalu sold out.
Ada lagi menu jagoan kafe ZOE. Sebuah iga sapi manis yang mempunyai nama, Zoe Red Hot Ribs. Daging yang dilahap dengan cocolan saos babeqeu ini sangat empuk. Sedikit manis karena sedikit dilumeri madu. Dan nilai plus tampilan menu ini adalah sate potongan paprika yang berwarna-warni. Dan sebatang roti panjang yang seakan siap menantang dunia.
Bila menyinggung dessert, Tami pun memperkenalkan Creeme Brulee. Tampilannya memang sederhana, tapi rasanya benar-benar tak bisa diungkapkan. Cream yang dimix oleh kuning telur dan gula itu manis menyatu dalam satu. Rasa manis disini pun tidak memiliki rasa legit yang terlalu. Mungkin karena proese masak Creeme Brulee ini dibakar dengan pas ya? Dan menyantap Creem Brulee sembari membaca manga, Ya pas juga lah!! (riska)
Tuesday, December 30, 2008
hati wanita?
Sedalam-dalamnya lautan masih bisa diselami, tapi dalamnya hati siapa yang tahu. Kita hampir tahu semua kalimat itu, bahwa kalimat tersebut seringkali diucapkan sebagian orang untuk menilai seseorang. Dalam hidup memang hati menjadi pengendali segala perbuatan. Dari hatilah semua keinginan itu muncul untuk dilahirkan. Dari hati juga prilaku manusia ditentukan.
yup!like rose dawson said, "hati wanita tak ubah seperti dalamnya lautan", even more!!!!!!!
desember 30, 2008
yup!like rose dawson said, "hati wanita tak ubah seperti dalamnya lautan", even more!!!!!!!
desember 30, 2008
Tuesday, September 23, 2008
the road to hell, is paved by good intentions
di kompas minggu 21 september 2008, Samuel Mulia bertanya, apa maksud dari ucapan George B Shaw yang didengarnya lewat mulut temannya.
"The road to hell is paved by good intentions..."
bahkan sampai-sampai bung Sam meminta para pembacanya untuk meng-emailnya tentang makna yang tersembunyi dibalik kalimat tersebut.
wuah.. lelaki yang sudah mengantungi usia 40 tahun itu rupanya membutuhkan bantuanku.. hehehehe...
masa gitu aja membutuhkan bantuan banyak orang!
um.. sesaat, aku pun terdiam mencoba mereka-reka maksud kalimat tersebut. cukup lama sih... dan tak lama kubaca lagi kalimat itu untuk kesekian kalinya..
.....
Ya, kenapa jalan menuju ke neraka itu bisa dimulai dengan niat baik?
bukankah hal baik itu merupakan salah satu petunjuk menuju jalan ke surga?
memang hal baik macam apa yang bisa membuat kita sampai ke neraka?
Dan kalau hal baik saja bisa membawa kita ke jalan menuju neraka, bagaimana dengan hal buruk?
lepas memikirkan itu, akupun iseng membuka blog teman perempuan ayah yang baru aku kenal jumat pekan lalu di starbucks cafe.
ada cerita yang menarik di blognya. dimana Mbak Grace (nama teman perempuan ayah itu) menggelontorkan pertanyaan semacam benar atau salah? yaitu, baik atau bloon?
seperti ini salah satu contoh pertanyaannya... yang ada di blog www.gracewiroreno.wordpress.com
" (pertama) udah tahu tuh orang punya istri….trus tuh cewe mau aja lagi dirayu katanya dia paling cantik…..palign ayu….paling baik…at the end pasti “ehmmehmmmm”……jadi ni cewe baik atau bl**n ?
(kedua) udah tahu tuh orang punya suami…..trus tuh laki disuruh suruh anter jemput kemana mana …….jadi tuh laki baik apa bl**n ?
(ketiga) udah tahu cewenya udah kawin sama orang lain trus pacarnya tetep suruh bayarin handphone cewenya…..itu baik atau bl**n ?
naaahh sekarang keliatan jelaskan……beda tipis antara baik dan bl**n?"
.....
baik dan bloon..
kasus pertama, mungkin sebenarnya lelaki yang diduga sudah memiliki istri itu, awalnya hanya kagum dengan kecantikan perempuan yang dikenalnya itu... sehingga ia pun akhirnya memuji dan memuja perempuan itu... dan mereka pun larut, terbuai, terlena..
dan untuk kasus kedua, mungkin sebenarnya perempuan itu, awalnya hanya ingin mempunyai teman dalam perjalanan ... sehingga ia pun meminta waktu lelaki yang sudah beristri itu untuk mengantar dan menjemputnya setiap saat... dan mereka pun larut, terlena, terbuai...
kasus ketiga, Mungkin pacar perempuannya itu hanya ingin berbagi dengan kekasihnya yang sudah mempunyai suami itu... sehingga ia pun rela berbagi apapun termasuk pulsa... dan mereka pun larut, terlena, terbuai...
...
Hmmfhh...
bila disuruh menjawab.. aku pun tak tau
dari ketiga kasus tersebut mana yang baik, dan mana yang bloon..
yang ku tau sekarang, ketiga kasus tersebut semua dimulai dari niat baik..
begitu juga episodeku ditahun 2007, the good intentions yang kuberikan, ternyata membuatku hampir menuju garis neraka.. bukan garis putih nirwana...
dan itu mungkin yang dimaksud George B Shaw!
"The road to hell, is paved by good intentions..."
ya, tidak selamanya niat baik bisa berujung dengan rahmat yang baik..
dan perbedaan baik dan bloon diatas, hanya setipis kertas tisue...
_dan semua itu persis seperti yang ayah bilang barusan di telepon tadi..
luv u dad..
"The road to hell is paved by good intentions..."
bahkan sampai-sampai bung Sam meminta para pembacanya untuk meng-emailnya tentang makna yang tersembunyi dibalik kalimat tersebut.
wuah.. lelaki yang sudah mengantungi usia 40 tahun itu rupanya membutuhkan bantuanku.. hehehehe...
masa gitu aja membutuhkan bantuan banyak orang!
um.. sesaat, aku pun terdiam mencoba mereka-reka maksud kalimat tersebut. cukup lama sih... dan tak lama kubaca lagi kalimat itu untuk kesekian kalinya..
.....
Ya, kenapa jalan menuju ke neraka itu bisa dimulai dengan niat baik?
bukankah hal baik itu merupakan salah satu petunjuk menuju jalan ke surga?
memang hal baik macam apa yang bisa membuat kita sampai ke neraka?
Dan kalau hal baik saja bisa membawa kita ke jalan menuju neraka, bagaimana dengan hal buruk?
lepas memikirkan itu, akupun iseng membuka blog teman perempuan ayah yang baru aku kenal jumat pekan lalu di starbucks cafe.
ada cerita yang menarik di blognya. dimana Mbak Grace (nama teman perempuan ayah itu) menggelontorkan pertanyaan semacam benar atau salah? yaitu, baik atau bloon?
seperti ini salah satu contoh pertanyaannya... yang ada di blog www.gracewiroreno.wordpress.com
" (pertama) udah tahu tuh orang punya istri….trus tuh cewe mau aja lagi dirayu katanya dia paling cantik…..palign ayu….paling baik…at the end pasti “ehmmehmmmm”……jadi ni cewe baik atau bl**n ?
(kedua) udah tahu tuh orang punya suami…..trus tuh laki disuruh suruh anter jemput kemana mana …….jadi tuh laki baik apa bl**n ?
(ketiga) udah tahu cewenya udah kawin sama orang lain trus pacarnya tetep suruh bayarin handphone cewenya…..itu baik atau bl**n ?
naaahh sekarang keliatan jelaskan……beda tipis antara baik dan bl**n?"
.....
baik dan bloon..
kasus pertama, mungkin sebenarnya lelaki yang diduga sudah memiliki istri itu, awalnya hanya kagum dengan kecantikan perempuan yang dikenalnya itu... sehingga ia pun akhirnya memuji dan memuja perempuan itu... dan mereka pun larut, terbuai, terlena..
dan untuk kasus kedua, mungkin sebenarnya perempuan itu, awalnya hanya ingin mempunyai teman dalam perjalanan ... sehingga ia pun meminta waktu lelaki yang sudah beristri itu untuk mengantar dan menjemputnya setiap saat... dan mereka pun larut, terlena, terbuai...
kasus ketiga, Mungkin pacar perempuannya itu hanya ingin berbagi dengan kekasihnya yang sudah mempunyai suami itu... sehingga ia pun rela berbagi apapun termasuk pulsa... dan mereka pun larut, terlena, terbuai...
...
Hmmfhh...
bila disuruh menjawab.. aku pun tak tau
dari ketiga kasus tersebut mana yang baik, dan mana yang bloon..
yang ku tau sekarang, ketiga kasus tersebut semua dimulai dari niat baik..
begitu juga episodeku ditahun 2007, the good intentions yang kuberikan, ternyata membuatku hampir menuju garis neraka.. bukan garis putih nirwana...
dan itu mungkin yang dimaksud George B Shaw!
"The road to hell, is paved by good intentions..."
ya, tidak selamanya niat baik bisa berujung dengan rahmat yang baik..
dan perbedaan baik dan bloon diatas, hanya setipis kertas tisue...
_dan semua itu persis seperti yang ayah bilang barusan di telepon tadi..
luv u dad..
Friday, September 12, 2008
dan hari ini pun tiba ...
Untuk setiap kecantikan,
ada sepasang mata yang melihatnya..
Untuk setiap kebenaran,
ada sepasang telinga yang mendengarkannya..
Untuk setiap cinta,
ada hati yang menerimanya..
dan ingat, hanya karena seseorang tidak mencintaimu seperti cara yang kau inginkan, bukan berarti mereka tidak mencintaimu dengan segala yang mereka punyai..
_selamat ulang tahun 'nak..
sender :
Ayah
+6218138210****
sent :
11:16:43am
12.09.2008
Hmffh..hari ini datang..
Aku masih ingat postinganku tentang tulisan ulang tahun redaktur yang tinggal dilantai sembilan saat ulang tahun bulan februari lalu?
dia berkata, "cukup merayakan di hati de.."
dan rasanya, kini aku mengerti maksudnya..
jujur, aku sedikit takut dengan datangnya hari ini.. mengingat tahun kemarin merupakan tahun yang datangnya benar-benar aku sesali. dan tak ku kira takut itu benar-benar sangat menggerayangiku. untuk itu, untuk menghadapi hari ini aku sengaja menguatkan diriku dengan mengabadikan hari-hari sebelum hari ulang tahunku ini tiba.. jaga-jaga, untuk tidak lupa mengikhlasi apa yang ada.
ikhlas..
kemarin, aku merasakan kembali perasaan nyaman yang kemarin sempat hilang dariku..
perasaan nyaman bersama teman-teman yang aku sayang dan bersama keluarga yang aku cintai..
lucunya sesaat aku memejamkan mata untuk mengetahui apa aku bisa merasakan nyaman kembali ketika aku membuka mataku kembali?
dan, senang sekali saat ku tau nyaman itu benar-benar menyelimutiku dengan tertutup atau terbukanya mataku..
hmmff.. nyaman ini sepertinya mengembalikan aku yang dulu.. atau setidaknya mengingatkan sosokku yang dulu..
semalam ketika aku bersama kedua sahabatku itu, benar-benar hadiah yang terindah untukku. makan, jalan-jalan, shoping, (ya aku ga menampik senang juga dengan hadiah convers hijau sih, hehhehe..) tertawa, berbicara tentang segala hal yang terjadi, memberi ceramah, mengejek, semuanya menjamah pada malam itu.
Tuhan, aku senang saat malam kembali berputar, perasaan nyaman pun masih setia hadir untukku..
sampai pukul dua belas berdentingpun, nyaman masih mau menghangatkanku..
tak lupa satu persatu, teman baikku pun turut menjaga perasaan nyamanku dengan meramaikan kamarku dengan dentingan ringtone handphoneku..
aku senang..
aku senang dengan tibanya hari ini..
kendati ayah biologisku yang di jogja lupa akan datangnya hari ini pun tak apa-apa..
aku yakin beliau pasti punya alasan dan masih akan terus mencintaiku..
....
aku mengawali tulisan ini dengan menulis hadiah sms ulang tahun yang ayah berikan, begitu pula hari ini, aku mengawali hari ini dengan mengingat isi paragraf terakhir
sms ayah..
dan ingat, hanya karena seseorang tidak mencintaimu seperti cara yang kau inginkan, bukan berarti mereka tidak mencintaimu dengan segala yang mereka punyai...
sama halnya fotograferku yang juga merayakan hari ulang tahun istrinya hari ini!
aku yakin gambar monyet yang dibuatnya dan di save di screen saverku itu merupakan hadiah darinya.. (walaupunku yakin, bila gambar monyet itu di ganti dengan gambar diriku, pasti jauh lebih indah..)
dari semua episode yang terjadi di bulan september ini, satu yang harus aku tekankan, aku harus ikhlas dengan semua.
bila tahun depan aku tak bisa merasakan perasaan nyaman ini, aku harus mengingat ikhlas itu.
bukan mencacinya, memakinya atau mengutuknya.
'Na, Gol, Je, Pep, makasih buat semuanya ya...
tanpa kalian mungkin, aku tak bisa merampungkan kontemplasiku dengan baik...
ku yakin, usia ini bisa membawaku pada doa..
seperti kata adikku Nadja, "semoga novel 'Ka bisa selesai ya.."
Tuhan?
ade sayang tuhan..
makasih untuk semuanya ya..
-12-september-2008-
Sunday, September 7, 2008
episode hari ini, Jaga mereka ya Tuhan?
...
minggu siang ini aku tak banyak melakukan aktivitas. hanya menonton kungfu panda untuk yang kali ketiga dan film slamdunk yang sudah lama tak ku tonton lagi! tapi,entah apa yang terjadi padaku, dua film itu tak bisa membuat aku tertawa seperti biasanya. tersenyum pun sepertinya berat sekali..
episode saat si panda 'Po yang bertingkah lucu saat menirukan master shifunya dihadapan Tigers dkk. atau pas 'Po ke gep ma master shifu saat ngubek2 makanan didapur.. semua terlihat datar..
Episode saat 'Ji tepuk tangan dengan lugunya lalu di toyor oleh sang kapten ketika melihat atraksi sang musuh yang aneh juga tak membuat ku bergeming..
hmfhhh....
ada apa dengan selera humorku?
.....
Untuk membunuh waktu pun aku kembali pergi ke warnet samping rumah yang baru saja lounching kemarin sore. tak sengaja, aku melihat tulisan-tulisan ayah yang lalu.
dan anehnya, tulisannya tidak lucu, tapi mampu membuat ku tersenyum lama saat membacanya..
dan ini salah satunya..
Tuhan yang Baik...
Daripada membiarkan orang-orang mati dan
menciptakan yang baru, mengapa Tuhan
tidak memelihara saja yang sudah ada?
_Amy
Tuhan yang Baik...
Mungkin Kain dan Habil tidak akan saling
membunuh kalau masing-masing punya kamar
sendiri. Cara ini berhasil padaku dan
kakakku. Kami punya kamar sendiri-sendiri.
_Larry
Tuhan yang Baik...
Kalau Tuhan melihatku pada hari Minggu,
aku akan menunjukkan sepatu baruku.
_Mickey
Tuhan yang Baik...
Pasti Tuhan kesulitan mencintai semua
orang di seluruh dunia. Hanya ada empat
orang di dalam keluarga, dan aku tak
pernah sanggup mencintai semuanya.
_Nan
Tuhan yang Baik...
Di sekolah, Bu Guru memberitahu apa saja
yang Tuhan lakukan.
Lalu siapa yang mengerjakannya kalau
Tuhan sedang liburan?
_Jane
Tuhan yang Baik...
Apakah Kamu memang sengaja membuat
jerapah seperti itu atau itu kecelakaan
belaka?
_Norma
Tuhan yang Baik...
Siapa sih yang membikin garis-garis
batas antarnegara?
_Jan
Tuhan yang Baik...
Aku menghadiri pesta pernikahan dan
mereka berciuman di gereja. Apakah itu
boleh?
_Neil
Tuhan yang Baik...
Sungguhkah Engkau memerintahkan “lakukan
kepada orang lain seperti mereka
melakukannya kepadamu”?
Karena kalau memang benar, berarti aku
harus memperbaiki kakakku laki-laki.
_Darla
Tuhan yang Baik...
Terimakasih telah memberikan adik bayi,
tetapi sebenarnya aku berdoa meminta
anak anjing lucu.
_Joyce
Tuhan yang Baik...
Tolong kirimkan seekor kuda poni. Aku
belum pernah meminta apa-apa loh. Kalau
tidak percaya, periksa saja.
_Bruce
Tuhan yang Baik...
Kakakku seperti tikus saja. Engkau
seharusnya memberinya ekor. Ha...ha...
_Danny
Tuhan yang Baik...
Aku ingin persis seperti Ayahku kalau
besar nanti. Tetapi dengan rambut kepala
yang lebih banyak.
_Tom
Tuhan yang Baik...
Engkau tidak perlu mengkhawatirkanku.
Aku selalu menoleh ke kiri dan kanan kok
sebelum menyeberang.
_Dean
Tuhan yang Baik...
Menurutku, penjepit kertas itu salah
satu penemuan yang sangat hebat.
_Ruth M.
Tuhan yang Baik...
Kakakku cerita kepadaku soal bagaimana
bayi dilahirkan. Tetapi ceritanya
kedengarannya tidak benar. Dia cuma
guyon saja kan?
_Marsha
Tuhan yang Baik...
Kami diajarkan di sekolah kalau Thomas
Edison yang membuat terang.
Tetapi di sekolah Minggu, mereka bilang
kalau Engkau yang membuatnya.
Jadi dugaanku, si Thomas mencuri idemu.
_Salam sayang, Donna
Tuhan yang Baik...
Menurutku, tidak ada orang lain yang
bisa menjadi Tuhan yang lebih baik.
Karena kamu sudah menjadi Tuhan duluan.
_Charles
Tuhan yang Baik...
Selama ini, aku tidak pernah menyampur
warna oranye dengan ungu karena
menurutku jelek, sampai aku menyaksikan
matahari terbenam yang kamu bikin pada
Selasa kemarin. Waduh, warnanya keren
banget.
_Eugene
tuhan...?
rasanya aku sudah lama tidak berkomunikasi lama denganNya. selalu saja hanya mengucapkan salam yang durasinya tak lebih dari lima menit tiap harinya..
kenapa episode berbicara dengan Tuhan akhir2 ini ratingnya tidak terlalu tinggi ya.. padahal, ada banyak cerita yang aku tampung sendiri akhir2 ini..
yang bahkan tak lagi mampu ku tau mana rasio dan mana rasa..
hmfhh..
....
tuhan yang baik..
maafkan aku yang banyak melupakanmu ya..
lindungi aku.. dan
tolong jaga semua yang ku sayang dengan baik..
karena aku tak bisa menjaga mereka dengan baik..
tolong jaga ayah..
ade sayang Allah..
_adepretu
minggu siang ini aku tak banyak melakukan aktivitas. hanya menonton kungfu panda untuk yang kali ketiga dan film slamdunk yang sudah lama tak ku tonton lagi! tapi,entah apa yang terjadi padaku, dua film itu tak bisa membuat aku tertawa seperti biasanya. tersenyum pun sepertinya berat sekali..
episode saat si panda 'Po yang bertingkah lucu saat menirukan master shifunya dihadapan Tigers dkk. atau pas 'Po ke gep ma master shifu saat ngubek2 makanan didapur.. semua terlihat datar..
Episode saat 'Ji tepuk tangan dengan lugunya lalu di toyor oleh sang kapten ketika melihat atraksi sang musuh yang aneh juga tak membuat ku bergeming..
hmfhhh....
ada apa dengan selera humorku?
.....
Untuk membunuh waktu pun aku kembali pergi ke warnet samping rumah yang baru saja lounching kemarin sore. tak sengaja, aku melihat tulisan-tulisan ayah yang lalu.
dan anehnya, tulisannya tidak lucu, tapi mampu membuat ku tersenyum lama saat membacanya..
dan ini salah satunya..
Tuhan yang Baik...
Daripada membiarkan orang-orang mati dan
menciptakan yang baru, mengapa Tuhan
tidak memelihara saja yang sudah ada?
_Amy
Tuhan yang Baik...
Mungkin Kain dan Habil tidak akan saling
membunuh kalau masing-masing punya kamar
sendiri. Cara ini berhasil padaku dan
kakakku. Kami punya kamar sendiri-sendiri.
_Larry
Tuhan yang Baik...
Kalau Tuhan melihatku pada hari Minggu,
aku akan menunjukkan sepatu baruku.
_Mickey
Tuhan yang Baik...
Pasti Tuhan kesulitan mencintai semua
orang di seluruh dunia. Hanya ada empat
orang di dalam keluarga, dan aku tak
pernah sanggup mencintai semuanya.
_Nan
Tuhan yang Baik...
Di sekolah, Bu Guru memberitahu apa saja
yang Tuhan lakukan.
Lalu siapa yang mengerjakannya kalau
Tuhan sedang liburan?
_Jane
Tuhan yang Baik...
Apakah Kamu memang sengaja membuat
jerapah seperti itu atau itu kecelakaan
belaka?
_Norma
Tuhan yang Baik...
Siapa sih yang membikin garis-garis
batas antarnegara?
_Jan
Tuhan yang Baik...
Aku menghadiri pesta pernikahan dan
mereka berciuman di gereja. Apakah itu
boleh?
_Neil
Tuhan yang Baik...
Sungguhkah Engkau memerintahkan “lakukan
kepada orang lain seperti mereka
melakukannya kepadamu”?
Karena kalau memang benar, berarti aku
harus memperbaiki kakakku laki-laki.
_Darla
Tuhan yang Baik...
Terimakasih telah memberikan adik bayi,
tetapi sebenarnya aku berdoa meminta
anak anjing lucu.
_Joyce
Tuhan yang Baik...
Tolong kirimkan seekor kuda poni. Aku
belum pernah meminta apa-apa loh. Kalau
tidak percaya, periksa saja.
_Bruce
Tuhan yang Baik...
Kakakku seperti tikus saja. Engkau
seharusnya memberinya ekor. Ha...ha...
_Danny
Tuhan yang Baik...
Aku ingin persis seperti Ayahku kalau
besar nanti. Tetapi dengan rambut kepala
yang lebih banyak.
_Tom
Tuhan yang Baik...
Engkau tidak perlu mengkhawatirkanku.
Aku selalu menoleh ke kiri dan kanan kok
sebelum menyeberang.
_Dean
Tuhan yang Baik...
Menurutku, penjepit kertas itu salah
satu penemuan yang sangat hebat.
_Ruth M.
Tuhan yang Baik...
Kakakku cerita kepadaku soal bagaimana
bayi dilahirkan. Tetapi ceritanya
kedengarannya tidak benar. Dia cuma
guyon saja kan?
_Marsha
Tuhan yang Baik...
Kami diajarkan di sekolah kalau Thomas
Edison yang membuat terang.
Tetapi di sekolah Minggu, mereka bilang
kalau Engkau yang membuatnya.
Jadi dugaanku, si Thomas mencuri idemu.
_Salam sayang, Donna
Tuhan yang Baik...
Menurutku, tidak ada orang lain yang
bisa menjadi Tuhan yang lebih baik.
Karena kamu sudah menjadi Tuhan duluan.
_Charles
Tuhan yang Baik...
Selama ini, aku tidak pernah menyampur
warna oranye dengan ungu karena
menurutku jelek, sampai aku menyaksikan
matahari terbenam yang kamu bikin pada
Selasa kemarin. Waduh, warnanya keren
banget.
_Eugene
tuhan...?
rasanya aku sudah lama tidak berkomunikasi lama denganNya. selalu saja hanya mengucapkan salam yang durasinya tak lebih dari lima menit tiap harinya..
kenapa episode berbicara dengan Tuhan akhir2 ini ratingnya tidak terlalu tinggi ya.. padahal, ada banyak cerita yang aku tampung sendiri akhir2 ini..
yang bahkan tak lagi mampu ku tau mana rasio dan mana rasa..
hmfhh..
....
tuhan yang baik..
maafkan aku yang banyak melupakanmu ya..
lindungi aku.. dan
tolong jaga semua yang ku sayang dengan baik..
karena aku tak bisa menjaga mereka dengan baik..
tolong jaga ayah..
ade sayang Allah..
_adepretu
Thursday, March 27, 2008
rasio vs rasa ala Dahlan Iskan
Akal Sehat!!
begitu Dahlan Iskan menyebutnya.
adalah sebuah kolom Radar Surabaya yang bisa tiap hariku jumpa dan kubaca bila ku mampir ke meja bapak iing akhir-akhir ini.
membaca rubrik itu, membuatku beranalogi
bagiku, akal sehat tak ubahnya sebuah slilit yang sangat membuat kita resah.
berwujud kecil memang, tapi frekuensi mengganggunya itu sangat tinggi sekali.
mau itu berwujud daging ayam, tetelan bahkan secunguk tempe kalau sudah nyangkut di sela gigi, berani taruhan lidahpun akan kesal dibuatnya. ya lidahku ini buktinya.
tak berlebihan bila slilit sama halnya benar-benar dengan akal sehat.
cuilan makanan dan seonggok rasio.
sama-sama mengganggu.
membaca tuangan akal sehat Pak Dahlan memang bisa menyunggingkan senyumku. pasalnya akal sehatnya itu benar-benar berhasil membuat aku menggodekkan kepala. tapi aku tidak bilang aku mengamininya ataupun sebaliknya ya?
tulisannya saat presiden SBY akhirnya mendelegasikan nama dirut BI ke JK karena kedua nama calonnya ditolak MPR itu salah satunya.
aku tertawa.
sumpah.
pasalnya, aku jadi teringat tulisanku yang 'digubah' oleh redakturku itu!!!!!!
hahahhahha... konyol.
akal sehat pak Dahlan berkata, jelaslah SBY akhirnya 'melempar' tugas itu ke JK, ya kalau dibilang muthung, memang iya! memang salah? and toh, bukan hanya roker kok yang manusia!
belum habis menyeruput akal sehat yang di atas, timbul lagi akal sehat Pak Dahlan lainnya. dimana penolakan itu disebut sebuah skenario yang apik.
hmffhh...
kenapa pak Dahlan itu memilih akal sehat sebagai judul rubrikasinya?
kenapa bukan akal-akalan?
atau hati nurani? (biar gabung sama Hanura, hehehhee)
atau s l i l i t?
karena 'akal sehat'nya itu apa benar-benar sehat?
karena kalau terus mengikuti episode akal sehat bersama Dahlan Iskan, rasa juga tak kalah berperan diantara rasionya. bila diskala, 60%-40% mungkin.
tunggu, akal sehat itu apa benar-benar hanya dimiliki oleh rasio?
atau itu sebuah permainan cantik antar rasio dan rasa?
atau...
terlepas akal sehat itu benar salah, baik buruk, setidaknya lelaki yang mendapat banyak simpati setelah memproklamirkan transplantasi hatinya, dia bisa mengakomodir dengan baik rasio dan rasanya.
banyak cara untuk menyingkirkan silit ini, bisa dengan tusuk gigi, kumuran air, melikuk lidah.
dan banyak juga jalan untuk menemukan pertanyaan 'kenapa' di akal sehat. bisa dengan rasio, rasa. (mau itu Su'uzon ataupun Hus'nuzon itu urusan belakangan).
um, Dahlan Iskan?
sebagai salah satu orang yang enggak mau meninggal karena belum menemukan software komputer yang bisa membuat jurnalisnya benar-benar 'teliti' dalam membuat naskah berita memang salah satu mahluk ciptaan Tuhan yang beruntung.
ambisi sangat kental didirinya.
tak salah ia pernah mengabadikan filosofi 24 karatnya di rubrik menegakkan akal sehat.
"bila ada 24 karat, kenapa mengenal 18 karat untuk mewujudkan keinginan kita?"
begitu Dahlan Iskan menyebutnya.
adalah sebuah kolom Radar Surabaya yang bisa tiap hariku jumpa dan kubaca bila ku mampir ke meja bapak iing akhir-akhir ini.
membaca rubrik itu, membuatku beranalogi
bagiku, akal sehat tak ubahnya sebuah slilit yang sangat membuat kita resah.
berwujud kecil memang, tapi frekuensi mengganggunya itu sangat tinggi sekali.
mau itu berwujud daging ayam, tetelan bahkan secunguk tempe kalau sudah nyangkut di sela gigi, berani taruhan lidahpun akan kesal dibuatnya. ya lidahku ini buktinya.
tak berlebihan bila slilit sama halnya benar-benar dengan akal sehat.
cuilan makanan dan seonggok rasio.
sama-sama mengganggu.
membaca tuangan akal sehat Pak Dahlan memang bisa menyunggingkan senyumku. pasalnya akal sehatnya itu benar-benar berhasil membuat aku menggodekkan kepala. tapi aku tidak bilang aku mengamininya ataupun sebaliknya ya?
tulisannya saat presiden SBY akhirnya mendelegasikan nama dirut BI ke JK karena kedua nama calonnya ditolak MPR itu salah satunya.
aku tertawa.
sumpah.
pasalnya, aku jadi teringat tulisanku yang 'digubah' oleh redakturku itu!!!!!!
hahahhahha... konyol.
akal sehat pak Dahlan berkata, jelaslah SBY akhirnya 'melempar' tugas itu ke JK, ya kalau dibilang muthung, memang iya! memang salah? and toh, bukan hanya roker kok yang manusia!
belum habis menyeruput akal sehat yang di atas, timbul lagi akal sehat Pak Dahlan lainnya. dimana penolakan itu disebut sebuah skenario yang apik.
hmffhh...
kenapa pak Dahlan itu memilih akal sehat sebagai judul rubrikasinya?
kenapa bukan akal-akalan?
atau hati nurani? (biar gabung sama Hanura, hehehhee)
atau s l i l i t?
karena 'akal sehat'nya itu apa benar-benar sehat?
karena kalau terus mengikuti episode akal sehat bersama Dahlan Iskan, rasa juga tak kalah berperan diantara rasionya. bila diskala, 60%-40% mungkin.
tunggu, akal sehat itu apa benar-benar hanya dimiliki oleh rasio?
atau itu sebuah permainan cantik antar rasio dan rasa?
atau...
terlepas akal sehat itu benar salah, baik buruk, setidaknya lelaki yang mendapat banyak simpati setelah memproklamirkan transplantasi hatinya, dia bisa mengakomodir dengan baik rasio dan rasanya.
banyak cara untuk menyingkirkan silit ini, bisa dengan tusuk gigi, kumuran air, melikuk lidah.
dan banyak juga jalan untuk menemukan pertanyaan 'kenapa' di akal sehat. bisa dengan rasio, rasa. (mau itu Su'uzon ataupun Hus'nuzon itu urusan belakangan).
um, Dahlan Iskan?
sebagai salah satu orang yang enggak mau meninggal karena belum menemukan software komputer yang bisa membuat jurnalisnya benar-benar 'teliti' dalam membuat naskah berita memang salah satu mahluk ciptaan Tuhan yang beruntung.
ambisi sangat kental didirinya.
tak salah ia pernah mengabadikan filosofi 24 karatnya di rubrik menegakkan akal sehat.
"bila ada 24 karat, kenapa mengenal 18 karat untuk mewujudkan keinginan kita?"
Saturday, March 15, 2008
Buntut Harimau - vs - Kepala Tikus

lebih baik menjadi kepala seekor tikus, dari pada menjadi buntut harimau!
awalnya peribahasa itu, sedikit mendapat banyak senyumku. Maksudku, ketika aku menanyakan hal itu ke ayah didalam taksi, banyak pikiran yang melesat nyeleneh tak karuan.
pertama aku berfikir, Ya, lebih baik menjadi buntut harimaulah, karena setidaknya dia bisa menjadi salah satu bagian dari yang terhebat, meski hanya ekor buntut!!.
tapi aku langsung berfikir, meskipun menjadi salah satu bagian dari yang terhebat, yaitu bagian dari harimau, bukankah aku hanya tampil menjadi seekor buntut?
entah kenapa, melenceng lagi pikiran ini, rasanya untuk menjadi kepala tikus pun tak mengapa, and toh aku yang menjadi lokomotif, dan bukan hal yang mustahil suatu hari aku bisa merobek kulitku dan lahir menjadi seekor macan! ya kan?.
belum terjawab, melesat lagi pikiran yang menyebalkan, kendati menjadi lokomotof, tapi itukan hewan kecil! tikus!!!! a rat!! menjadi kepala tikus apakah bisa dilihat dengan layak? menjadi kepala tikus apakah bisa mempunyai nilai yang cukup? menjadi kepala tikus apakah bisa bahagia?
dan mentok, buntut harimau? kepala tikus? ah bila aku, rasanya aku harus berfikir beberapa kali untuk memilih dan menyandang predikat itu. entahlah...
and guest what? minggu ini, aku mendapat 'salam' dari tuhan.
mengingat aku belum dapat dengan baik (bahkan tidak sama sekali) memanej egoku, padahal aku sudah membombandir akan perubahan, tuhan pun dari dekat sini mencoba melempar senyum kearahku.
senyum yang menyebalkan musti. bagaimana tidak menyebalkan, aku yang bernafas dengan kepongahan, tiba-tiba harus dihadapkan dengan suntingan!
aku, kena gubah?
aku!!!
setelah hampir delapan bulan bekerja di media ini, baru kali ini aku kehilangan harga diriku. tulisanku kena edit!
'lukisan'ku diciprati warna oleh redaktur surabayaku.
biasa di manja oleh orang medan itu, aku pun mengalami pergolakan yang luar biasa. bagaimana tidak, tulisanku bercampur tulisannya edisi ini. menyebalkan? ya pasti!
pertarungan di hati inipun terus menjadi. baik di kantor di perjalanan, di rumah, aku hidup berkecamuk dengan egoku selama beberapa hari terakhir itu. kesal? ya jelaslah!!!
sialnya kesal itu benar-benar abadi dihati. keras sekali!
tapi, untuk episode kali ini, egoku sengaja aku bungkam! aku sengaja diam tak bergeming. tak berbicara pada rekanku, tak masuk kantor, tak terima panggilan telepon, tidak redakturku, tidak pemredku, tidak siapa pun!!! aku tak mau bergeming pada apapun.
bahkan saat sebuah mobil avanza abu-abu melesat cepat disampingku, dan menyipratiku dengan kubangan air hujan berwarna coklat bau yang tepat menampar mukaku, aku tak mengutukinya, aku tidak mendampratnya si pengendara selebor itu!!!!! aku hanya mau diam.. diam. beruntung dia, (bila di episode lain, sudah aku timpuk mobilnya dari belakang pakai baterai tape recorderku yang sengaja aku jadikan amunisi di kantong belakang tas!)
gila, hebat sekali pertarungan egoku ini!
tambah rendah sekali aku saat itu merasa!
apa yang salah pada diriku?
meski redaktur itamku, memang tidak menyunting habis-habisan tulisanku, tapi mengapa ini sangat menyita perhatianku!!!!
meski redaktur medanku, menyunting tulisan karena tema yang tak seirama dengan inginnya, kenapa aku kesal?
ya kalau ganti tema, ya tulisan harus digubah sedikit bukan?
lagian ini bukan diedit kok! bila berubah, jadi lebih bagus kok. dan itu bisa lari ke oplah bukan?
pada hari yang sama, beberapa teman lamaku datang padaku. mereka mengeluh tentang agenda acara reuni SMA akbar yang bagiku sangat mencle-mencle ini. bagaimana tidak mencel-mencle, sejak awal tahun baru 2008, rapat yang diagendakan tiap bulan dua kali, agenda mereka selalu merapatkan proposal. bahkan saat bulan ke empat ini masuk, proposal masih menjadi topik utama. betapa menyedihkan mereka.
jujur, aku kesal dengan mereka yang mengaku sangat berpengalaman dengan EO, tapi tidak mengerti medan sebenarnya. lebih kesal lagi, melihat judul reuni itu, wuah, ini reuni SMA ku atau apa?
masih berbekal ego, akupun menggelontorkan judul dan tema sendiri. bila diterima, aku akan mau bergabung dalam susunan kepaniatian dan ikut berkontribusi, tapi bila tidak, ya sebaliknya!
karena tuhan sayang dan manjakanku, ideku pun diterima dengan baik dan cepat oleh teman-temanku. ya bila, mereka tidak memakai judul itu, mereka sudah kehilangan anugrah terbesar pastinya. dan janji untuk meluangkan waktu nanti di rapat-rapat selanjutnya pun harus aku tepati kedepannya.
lagi-lagi, saat bergelut dengan agenda rapat, ada sedikit yang menggangguku. ya siapa lagi kalau bukan egoku ini. bayangkan, setiap ketua panitia berbicara, aku selalu menampiknya. menepisnya.
entah kenapa, rasanya aku tak suka mendengar di berbicara. entah karena wajahnya yang datar, intonasi nadanya yang hambar, karisma yang tak kelihatan dimataku, atau karena ide pemikirannya yang tak sekaliberku? entahlah karena apa. yang jelas aku lebih suka berdiskusi ini pada temanku yang satu itu dari pada menghabiskan waktu dengan pak ketua ini.
tapi untung saja, aku tidak merasakan itu sendirian. banyak temanku yang kurang klik dengan pak ketua. ya memang tidak boleh dijadikan alasan sih. melihat itu, temanku benar ubahnya melihat aku sebagai kaum oposisidi bendera SMUN 7 ku ini. entahlah...
berbekal dua episode itu, aku memang cenderung diam bersantun.
bayangkan,
episode pertama, dia redakturku... dia atasanku.
episode kedua, dia ketua panitia... ketua acara reuni kabar sembilan angkatan.
lalu aku?
aku tak lebih hanya seorang reporter, hanya menjadi seekor buntut harimau...
sudah itu, tak kalah sedih
aku juga hanya seorang panitia cabutan, hanya seeonggok kepala tikus!
oh man!!!
what the...
_menyedihkan memang saat mendengar sinar bulanku itu palsu.. tapi biar. yang bilang bulan itu penipu, pasti orangnya item!!!
Wednesday, February 20, 2008
just allready miss u dad..
Siang ini aku melihat pemandangan yang harusnya biasa aku lihat.
Tapi, entah kenapa, hari pada jam makan siang itu menjadi sedikit dramatis.
Tepat di depanku, ada sosok perempuan yang sedang berbicara hangat dengan seorang lelaki separuh baya. Bahkan terlihat cukup hangat.
Gadis itu terlihat sangat menyimak pembicaraan yang latunkan pria separuh baya itu. Sedikit waktu, mereka tertawa bersama.
pemandangan yang menyedihkan!
soalnya indah banget!!!!
Hmmfh, ayah?
Ayah sedang apa?
Mereka seperti kita Yah,
Menghabiskan jam makan siang guna bertemu dan membahas polemik yang sedang terjadi.
Aku jadi iri.
Pasti ketika aku sedang berdua dengan ayah, banyak yang melihat ke arah kami dengan perasaan cemburu.
(Buktinya aku cemburu melihat mereka.)
Tapi..
Kalau boleh Sedikit berdalih, sebenarnya pemandangan itu tidak begitu hangat kok!
Lebih hangat aku dan ayahku kok!
Mereka hanya sesekali tertawanya,
Aku dan ayah,
setiap menit kami tertawa bersama setiap memulai topik pembicaraan.
rambutnya juga masih panjangan ayahku.
tapi, gadis itu jauh lebih feminim memang dibandingkan aku.
tapi pasti jauh lebih pintar aku!
hehehhee
Ayah sedang apa ya?
Semoga urusan Surabayanya cepat selesai.
I miss you dad!
Ayah janji,
setelah urusan Surabaya selesai, mau kembali menghabiskan jam makan siangnya denganku.
Aku tunggu janji Ayah ya?
kendati Ayah bukan ayah biologisku,
aku ingin Ayah tetap jadi Ayahku apapun yang terjadi.
Oke dad?
"Pena resto memory.."
Tapi, entah kenapa, hari pada jam makan siang itu menjadi sedikit dramatis.
Tepat di depanku, ada sosok perempuan yang sedang berbicara hangat dengan seorang lelaki separuh baya. Bahkan terlihat cukup hangat.
Gadis itu terlihat sangat menyimak pembicaraan yang latunkan pria separuh baya itu. Sedikit waktu, mereka tertawa bersama.
pemandangan yang menyedihkan!
soalnya indah banget!!!!
Hmmfh, ayah?
Ayah sedang apa?
Mereka seperti kita Yah,
Menghabiskan jam makan siang guna bertemu dan membahas polemik yang sedang terjadi.
Aku jadi iri.
Pasti ketika aku sedang berdua dengan ayah, banyak yang melihat ke arah kami dengan perasaan cemburu.
(Buktinya aku cemburu melihat mereka.)
Tapi..
Kalau boleh Sedikit berdalih, sebenarnya pemandangan itu tidak begitu hangat kok!
Lebih hangat aku dan ayahku kok!
Mereka hanya sesekali tertawanya,
Aku dan ayah,
setiap menit kami tertawa bersama setiap memulai topik pembicaraan.
rambutnya juga masih panjangan ayahku.
tapi, gadis itu jauh lebih feminim memang dibandingkan aku.
tapi pasti jauh lebih pintar aku!
hehehhee
Ayah sedang apa ya?
Semoga urusan Surabayanya cepat selesai.
I miss you dad!
Ayah janji,
setelah urusan Surabaya selesai, mau kembali menghabiskan jam makan siangnya denganku.
Aku tunggu janji Ayah ya?
kendati Ayah bukan ayah biologisku,
aku ingin Ayah tetap jadi Ayahku apapun yang terjadi.
Oke dad?
"Pena resto memory.."
Thursday, February 7, 2008
Kenali CPR! Jangan Salah Bertindak apalagi Telat Bertindak
Kenali CPR! Jangan Salah Bertindak atau Telat Bertindak
Seratus persen hakul yakin, mengajak si kecil pergi berenang merupakan kegiatan yang menyenangkan untuk Moms dan si kecil. Tetapi bagaimana bila Mendapati si kecil tenggelam di kolam renang? Wuah, peristiwa itu pasti membuat jantung Moms seakan berhenti berdetak. Kendati itu bukanlah sebuah kolam melainkan lautan luas yang membentang di hadapan Moms, pasti Moms akan sebrangi guna menyelamatkan si kecil dan segera memberikannya Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR).CPR? Tunggu, apa benar Moms telah mengetahui dengan benar pertolongan pertama saat si kecil berhenti bernafas? Atau Moms lebih baik menunggu tim medis? Karena bukan rahasia lagi, kecelakaan kecil seperti ini bisa berakibat fatal loh Moms bila kita salah bertidak atau pun telat bertindak. Untuk itu mari kita kenal lebih dalam tentang CPR.
CPR untuk si kecil.
Tidak ada perbedaan mendasar CPR yang diberikan untuk anak usia 1-8 tahun dan untuk orang dewasa. Hanya saja ada perbedaan penting yang perlu diingat yaitu tekanan yang ringan.
Langkah-Langkah CPR :
1. Rebahkan korban dalam posisi terlentang. Raba detak nadi pada lengan dan periksa apa benar korban tidak sadarkan diri. Untuk meyakinkan korban sadar atau tidaknya, guncanglah tubuh korban dengan perlahan atau menepuk-nepuknya.
2. Segera Tengadahkan kepala pasien ke belakang. Untuk bayi gunakanlah hanya satu tangan untuk menekan dada, lalu salah satu tangan Moms dapat diselipkan di bawah punggung untuk memberikan sanggaan yang kuat
3. Carilah titik tekanan yang tepat dengan terlebih dahulu menentukan letak titik ujung tulang dada (sternum). Ingat, titik tekanan terletak sejauh dua Lebar jari di atasnya.
4. Letakkan telapak tangan Moms di atas titik tekanan tersebut. Angkat jari Moms menjauhi permukaan dada.
5. Tekan lurus ke bawah sebanyak 80 hingga 100 kali per menit. Tekan seeara vertikal, siku pada posisi lurus.
6. Tekan ke bawah ke arah dada sedalam 2 hingga 3 cm untuk orang dewasa.
7. Ingat bahwa setelah setiap tekanan ke-30, Moms harus meniupkan udara ke dalam paru-paru dua kali secara berurutan. Untuk bayi hembusan napas harus diberikan selama jeda waktu setelah melakukan tekanan dada sebanyak 5 kali. Lakukan terus secara berulang hingga sadar.
8. Cepat cari bantuan bila korban masih tidak sadarkan diri.
Wednesday, September 26, 2007
Menelisik Uniknya Berkuliner di Sukabumi
Menelisik Uniknya Berkuliner di Sukabumi
Selain asyik bisa berwisata alam ke pegunungan di daerah Salabintana (yang merupakan kaki dari gunung Gede – Pangrango), hingga wisata ke Pelabuhan Ratu, ternyata Sukabumi juga memiliki daya tarik bagi pecinta kuliner. Udaranya yang sejuk pun sukses membuat segala makanan yang ada di sini terlihat lezat.
Mencapai Kota Sukabumi dari Ibukota cukuplah mudah. Waktu yang ditempuh hanya sekitar empat jam lamanya. Sepanjang jalan menyusuri kota mungil yang kerap dijadikan jalan alternatif menuju Bandung selain melalui Puncak – Cianjur ini pun unik, seunik jajanan kulinernya.
Moci
Si Mungil yang Kenyal
Jika menapakan kaki ke Sukabumi, maka jajanan Moci lah yang melekat erat diingatan para turis lokal. Si imut yang terbuat dari tepung ketan, berbentuk bulat-bulat kecil berselimut tepung sagu, ini memiliki rasa legit, kenyal dan amat manis. Tak pelak banyaknya minat pembeli Moci, membuat jajanan kue moci ini mengalami eksplorasi. Dimana kini tersedia Moci dengan isi banyak olahan rasa. Seperti rasa duren, Moca, rasa strawberry, dan keju. Padahal Moci yang sesungguhnya hanyalah dua rasa. Moci tanpa isi (Kiathong) dan moci isi kacang.
Moci biasanya dikemas dalam keranjang bambu dan diberi merk dalam tulisan “kuo-I” yang dibaca “swang sie” yang berarti ‘banyak kebahagiaan’. Dalam setiap keranjangnya diisikan 10 buah moci dengan ukuran sebesar kelereng. Satu paket umumnya dijual per satu ikatan kotak keranjang yang berisikan 5 kotak secara vertikal, dan dijual dengan harga yang cukup bervariasi.
Moci
Jl. Otista No.39.
Pepes Ikan Mas ibu Tatty
Makanan Tradisional Berkelas Internasional
Sejak November 2007, Lantie Melati K,SE akhirnya mulai memberanikan dirinya untuk terjun ke dunia kuliner. Berbekal resep dari sang bunda Tatty, lantie pun sukses membuat Pepes Ikan Mas Duri lunak sebagai salah satu oleh-oleh Sukabumi. “Kalau selama ini Sukabumi oleh-olehnya hanya makanan ringan, nah sekarang ada nih oleh-oleh makanan berat. Hehehe,” loroh perempuan yang masih tak percaya kalau kini ia bisa sukses dengan pepes ikan masnya.
Lantie memang cermat. Sukabumi yang terkenal sebagai kota penghasil ikan mas itu pun akhirnya dijadikan sebagai peluang emas. “Ini adalah makanan tradisional, tp kelas internasional loh,” bisik wanita yang kerap datang ke Jakarta untuk mengantar pesanan pepesnya. Dalam sehari, Lantie hanya membuat seratus pepes ikan mas. Cara masaknya yang dikukus hingga hampir 12 jam itulah alas an Lantie tidak mau membuat ikan pepes lebih dari seratus. “Karena kami menjaga kualitas dan kami juga tidak mengolahnya dengan presto, sehingga kami pun tidak mau memproduksi lebih dari seratus ditiap harinya,” papar Lantie yang biasanya kebanjiran pesanan untuk resepsi, acara keluarga, arisan dan sebagainya.
Pepes Ikan Mas Ibu Tatty,
di Jl. Gotong Royong, Villa Ibu Tatty,
Tegalpari No.64, 02/08. Telp 0266-7091705
Mie Cinco
40 Tahun Tetap mengolah mie Sendiri
Mie Yamin ini memang sudah taka sing lagi namanya. Lebuh dari 40 tahun mie Cinco memeriahkan kuliner di Sukabumi. Kendati bertempat di garasi mobil rumah Cinco, tapi itu tidak mengurangi niat para pelanggan untuk menikmati Mie Cinco. “Mie Cinco itu adalah mie yamin yang sejak awal sampai sekarang mienya kita buat dengan handmade,” ujar Cinco yang telah mengantongi usia hampir 60 tahun.
“Kami menyediakan mie cinco dengan dua jenis daging. Daging ayam dan daging babi. Untuk itu sejak pelanggan memesan kami selalu bertanya, ingin daging apa dan memakai barco apa?,” papar Cinco yang membandol harga Rp22.000 per mangkok mienya.
Mie Cinco
Jl. AR.Hakim No.62
Bolu Onih
Pisang Dalam bolu
Adalagi jajanan yang sudah akrab dikenal sebagai oleh-oleh Sukabumi. Bolu Onih! Bagia anda pecinta bolu pasti anda sudah mencicipinya. Berbeda dengan bolu biasa, bolu ini adalah bolu pisang. Jadi jika bolu biasa hanya berbahan dasar terigu, telur. Margarine, gula dan bahan lain. Maka dalam bolu ini ditambah juga pisang segar sebagai bahan utama. Jenis pisangnya adalah pisang ambon dan pisang ambon lumut. Sehingga jangan heran jika saat mencium bolu ini maka aroma khas pisang segar akan tercium wangi. Bahkan ketika anda memasukinya ke dalam mobil, maka aorma pisang pun akan memenuhi ruangan mobil anda!
Bolu Onih yang sudah berdiri sejak 1988 ini merupakan hasil karya dari Hj.Onih. Ketidaksengajaan Hj.Onih dalam mencampurkan buah pisang kedalam adonan bolu ternyata sukses membuat bolu buatannya mempunyai cirri khas disbanding bolu yang lain.
Banyak ragam bolu Onih. Sebut saja bolu pisang keju, bolu pisang keju coklat, bolu pisang pandan, bolu pisang gulung, bolu caramel, bolu nangka, ketan hitam hingga bolu tape dan aneka brownies. Hj. Onih mengaku pada hari biasa ia bisa menjual tidak kurang dari 400 bolu pisang. Sedangkan pada musim libur tiba ia bisa menjual tidak kurang dari 700 bolu pisang berbagai ukuran. “Bahkan jika sedang ramainya konsumen mesti pesan dulu via telpon sehari sebelumnya agar tidak kehabisan,” tambahnya.
Untuk harga tidak mahal kok, sekotak bolu pisang bisa didapatkan mulai dari harga 12 ribu hingga 25 ribu. Makanan yang cocok untuk teman minum teh dan kopi ini juga layak menjadi buah tangan untuk kerabat kita di rumah. Jadi, jangan lupa mencoba panganan yang satu ini bila berkunjung ke Sukabumi.
Bubur Odeon
Sayur Asin si Pelengkap Bubur
Fasad bangunan bubur ayam khas pecinan ini terbilang sederhana. Tak banyak berubah sejak tahun 1959. Berada dalam suatu komplek perumahan, tepatnya di Jl.Pejagalan, Bubur Odeon hadir dengan menu orisinilnya. Layaknya bubur ayam pecinan, Odeon pun memanjakan pengunjungnya dengan potongan kasar ayam kampung. Dikenal dengan bubur kering, dimana tidak memakai kuah, wangi buburnya amat khas. “lebih dari lima puluh tahun yang kami suguhkan ya bubur ini. tidak ada penambahan atau pengurangan bumbu,” jelas Ine mulyani generasi ke empat Bubur Odeon.
Buburnya pun sengaja anta karena ditemani dengan krupuk pangsit, sayur asin (sawi yang diasinin dan bacian kentang) yang siap memuncratkan rasa asin manisnya di lidah kita. Rasanya nikmat, untuk itu tak ayal banyak pedagang bubur di Jakarta yang mengklaim jualannya sebagai bubur Sukabumi. Untuk pelanggan yang ingin mencicipi bubur ayam Odeon tapi harus menunggu matahari terbenam. Karena Bubur ayam Odeon hanya sejak pukul 04.30 – 10.30 WIB. Dan Untuk menikmati keorisinilan rasa bubur Odeon, anda pun hanya merogohkan kocek, Rp22.000,
Bubur Ayam Odeon,
di jl. odeon,
Bubur Bunut
Bubur ayam Bunut yang awalnya dimulai dengan berjualan menggenakan gerobak di RS.Bunut (sekarang menjadi RSU.Syamsudin-red) kini telah berkembang menjadi sebuah resto pusatnya bubur. “Ya dulu kami berjualan di depan RS.Bunut, makanya kami dikenal sebagai Bubur Bunut,” ujar anak pemilik Bubur bunut, Robby Fahamsyah.
Bubur ayam Bunut sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bubur yang dijual di Jakarta. Rasanya yang gurih dengan dilengkapi suwiran ayam, bumbu kaldu, telur, ati ampela, cakwe, krupuk, dan bumbu-bumbu lainnya. Hanya saja yang membedakannya adalah hadirnya keroket atau risol yang renyah.
Bubur ayam ini memiliki porsi yang cukup padat dan pas untuk disantap. Namun bila anda belum kenyang juga, maka disediakan pula menu-menu lain yang bervariasi. Untuk seporsi Bubur ayam anda bisa membelinya mulai dari 8,000 rupiah tergantung isi tambahan yang anda pesan.
Bubur bunut
Jl.Siliwangi No.93/131 Sukabumi
Bandros
Pukis Raksasa
Ketika matahari mulai tergelincir dan langit mulai menggelap, cobalah beranjak lebih ke tengah kota, tepatnya di jalan . Di sana pasti kita akan dikejutkan oleh kerumunan orang yang berkumpul di depan sebuah warung. Beberapa puluhan manusia yang kebanyakan adalah remaja, sedang asyik merubung penjaja makanan khas Sukabumi, yaitu Bandros Ata.
Bandros, Kue pukis raksasa yang cocok sekali menjadi teman bandrek, kopi, atau sekedar minum teh hangat ini memang menjadi jajanan tempat nongkrong anak muda. Mengapa sampai berjubel para pelanggannya, karena penjual Bnadros hanyalah satu orang yang hanya bisa mencetak empat Bandros secara bergantian. Wuih!
Kue yang memakai cetakan kue pancong (Kue pukis) ini memang dikenal makanan khas Jawa Barat. Terbuat dari terigu campur tepung beras dengan bumbu garam dan gula. Dengan harganya yang bersahabat yaitu Rp 6000, Bandros Ata pun tak pernah sepi dari pelanggannya.
Sekoteng Singapore
Sehari 150 Mangkok Sekoteng Terjual
Tak jauh dari warung Bandros, Sukabumi lagi-lagi memanjakan para pecinta kuliner ditengah udara dinginnya. Sekoteng Singapura namanya. Tak kalah dengan penjaja kue Bandros, bermodalkan gerobak, Sekoteng Singapor ini juga menjadi jajanan kegemaran tua dan muda. semangkok sekoteng hangat sudah bisa dinikmati. Memang nikmat sekali menjelajah Sukabumi di malam hari apalagi ditemani dengan aneka jajanan khas ini. “Mengapa ini dinamakan Sekoteng Singapore, karena memang di Singapore juga menjajakan ini,” ujar Samsul pedagang Sekoteng Singapore yang tiap harinya melayani hampir 150 mangkok sekoteng. “Hanya saja bedanya di sana pakai sarang burung wallet, kalau di sini tidak karena melihat harganya juga,” sambung Samsul yang menjual Rp6000 per mangkok.
Sunday, September 23, 2007
Jangan Miris Berlebihan Karena si Kecil Mimisan Loh!
Jangan Miris Berlebihan Karena si Kecil Mimisan Loh!
Mendapati hidung si kecil mengeluarkan darah segar, siapa yang tak akan cemas. Mungkin kita memilih lebih baik melewati kuburan kober malam hari daripada harus melihat si kecil mimisan ya?. Hehehe…
Tenang, Selaput lendir dan pembuluh darah si kecil memang masih tipis dan sensitif, sehingga banyak faktor pencetus ringan yang mengakibatkan darah langsung mengucur keluar hidung. Tapi itu cepat berhentinya kok! Untuk itu Moms harus tau betul apa itu mimisan.
Mimisan Bisa Hilang Dengan Sendirinya
Mimisan (Epistaktis) adalah satu keadaan pendarahan dari hidung yang keluar melalui lubang hidung. Ia terjadi akibat lepasnya lapisan mukosa hidung yang mengandung banyak pembuluh darah kecil. Wuah, jangan berfikir seram dulu! Pembuluh darah (pleksus kieselbach) yang pecah di daerah hidung bagian tengah itu memang seperti anyaman yang sangat halus dan tipis. Tak ayal pada anak-anak, pembuluh darah ini mudah berdarah terutama kalau ada infeksi di daerah hidung.
Dan sebagian besar mimisan pada anak tidak berbahaya. Jadi, tak perlu panic selama anak terlihat sehat dan aktif. Karena 90 persen, anak terkena mimisan dapat hilang dengan sendirinya.
Penyebab mimisan
1. Penyebab paling sering adalah benturan atau kebiasaan mengkorek-korek hidung.
2. Udara panas dan kering menyebabkan selaput lender hidung menjadi kering dan pecah.
3. Bila hidung tersumbat terus dan berbau busuk,mungkin disebabkan anak memasukkan suatu benda ke dalam hidungnya.
4. Sekat hidung yang bengkok, menyebabkan aliran udara kurang baik.Akibatnya selaput lendir hidung menjadi kering dan pecah.
5. Pilek dan alergi. Peradangan di rongga hidung danmembuang ingus terlalu keras dapat menyebabkan mimisan.
6. Mencium bahan kimia, misalnya asam sulfat, bensin,amonia.
7.
8. Anak yang minum obat yang mengandung asetosal dan ibuprofen juga dapat mengalami mimisan karena darah menjadi kurangcepat membeku.
Pertolongan Saat Mimisan
Minta si kecil duduk sedikit membungkuk ke depan dan bernafas melalui mulut. (bila tidur terlentang, aliran darah ke hidung bertambah deras dan darah dapat tertelan)
Tekan bagian depan cuping hidung selama lima menit dan kompres dingin/es pada tulang hidung. Es atau benda dingin lainnya yang ditempelkan mampu mengecilkan pembuluh darah sehingga perdarahan pun cepat berhenti. Dibandingkan dengan menyelipkan daun sirih pada lubang hidung si kecil. Kompres bisa dilakukan saat perdarahan sedang berlangsung maupun berhenti
Bila setelah 5 menit masih berdarah, tekan lagi selama 15 menit. Kalau masih tetap berdarah, bawalah anak ke ruang gawat darurat rumah sakit.
Pencegahan
Saat gatal, pilek, atau membersihkan kotoran hidung, ajari anak untuk menggunakan tisu maupun saputangan. Hindari kebiasaan mengorek-ngorek hidung atau mengembuskan udara lewat hidung terlalu keras
Hindari asap/ gas bahan kimia
Hindari benturan pada hidung
Gunakan AC dengan bijak dan aman. Jangan menyetel AC terlalu dingin dan lama. Selain boros energi, udara di ruangan akan menjadi sangat dingin dan kering. Untuk Indonesia, suhu 23-260C relatif cukup
Waspada Bila Mimisan di iringi Dengan Gejala Yang Lain.
Mayoritas kasus mimisan memang tidak berbahaya, tetapi kita hendaknya waspada jika frekuensi mimisan itu cukup sering, pada tiap minggu. Perhatikan gejala-gejala yang mungkin menyertai mimisan si kecil.
Jika disertai demam, kemungkinan penyebabnya penyakit infeksi seperti demam berdarah. Jika disertai munculnya bercak-bercak darah kemungkinan menjurus pada leukemia atau ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura), sedangkan pada sinusitis umumnya mimisan disertai sakit kepala.
Kadar trombosit yang rendah juga bisa menyebabkan pemicu perdarahan di hidung. Meski anak hemofilia bisa saja memiliki kadar trombosit yang normal, tapi karena faktor pembekuan darahnya yang rendah, sehingga sering mengalami perdarahan.
Oiya, meski kasusnya sangat jarang, anak darah tinggi dan gagal ginjal pun memiliki risiko besar mengalami mimisan. Demikian juga anak dengan riwayat hipertensi (tekanan darah tinggi).
Saturday, August 18, 2007
Setu Babakan, Surga Kuliner Warga Betawi
Menggandol usia ke 481 kota Jakarta, ternyata tak membuat budaya betawi yang notabene sebagai tuan rumah ini mendapat tempat nomer wahid di jajaran kuliner. Alih-alih mendapat perhatian khusus bagi para pecinta kuliner, beberapa kuliner ciri khas betawi seperti soto tangkar, selendang mayang, sayur babanci, atau ikan kuah pucung pun malah kian habis tergilas oleh jaman. Tak pelak, makin lama gaung makanan betawi ini semakin tak terdengar. Terdengar sangat masygul bukan? Untung saja warga jakarta masih mempunyai satu tempat dimana semua kekayaan betawi masih tersimpan dengan manis di sana. Dan Setu Babakanlah surganya.
Bertempat di samping sebuah danau yang cukup luas di daerah Srengseng Sawah, Lenteng Agung, memang membuat suasana tempat ini terlihat sejuk dan damai. Beberapa bangunan diperkampungan betawi yang masih berdiri kokoh dengan rapih itu pun menambah teduh pemandangan siang itu.
Cukup jauh memang perjalan yang harus saya tempuh untuk mencapai kampung betawi ini. Tapi segala penat akan macet yang menemani saya selama dua setengah jam perjalan dari selatan jakarta itu langsung terbayarkan sudah oleh semangkuk minuman selendang mayang (seperti cendol) yang langsung saya pesan ketika saya meminjakkan kaki di Setu itu. Dan meniru ucapan almarhum ‘Bang Ben’, minuman ini, “Emang enggak ade duenye dah!,”
Setelah melewati beberapa rumah perkampungan betawi yang pada umumnya memiliki tekstur bangunan yang dominan. Seperti rumah yang dikelilingi oleh perkarangan yang luas dan mempunyai atap unik, sampailah saya di surga warga jakarta ini.
Oh iya, sebelum masuk kekawasan Setu Babakan ini, didepan sana saya telah disambut oleh gapura besar yang dikenal dengan nama “Pintu Bang Pitung”. Sebuah bangunan gapura yang benar-benar kental dengan guratan nuansa betawi. Teteapi entah kenapa dibilang pintu bang pitung, mengingat rumah jagoan betawi kita ini kan berada di Marunda, Jakarta Utara?
Terlepas dari itu, tak salah memang bila saya bertandang ke Setu Babakan pada akhir pekan ini. Karena pementasan seni budaya ternyata khusus diadakan pada hari sabtu dan minggu. Lihat saja, mulai dari sajian lenong, gambang kromong Mustika Jaya, musik gambus Ismail Marzuki, sampai tari khas betawi semua tumplek blek disana. Um, pantas saja banyak warga jakarta yang melenggangkan kaki kesini. Rupanya ada tontonan gratis disini.
Sambil menikmati cuilan kerak telor yang saya beli, saya pun dengan asik kembali menikmati tontonan kesenian betawi yang ditempatkan di sebuah panggung yang dibangun seluas 60 meter persegi. Saat itu, rupanya sedang diadakan les tari betawi untuk kelas anak-anak. Sepertinya panggung itu memang sengaja ditempatkan di tengah halaman luas yang dikelilingi oleh beberapa pohon besar, seperti pohon rambutan dan pohon melinjo. Dan ketika saya lihat sekeliling saya, ternyata sebagian dari pengunjung yang datang juga turut hanyut dengan geolan lucu penari kecil kita.
Melihat ketekunan mereka bergelut dalam tari tradisional itu membuat saya berfikir, ditengah-tengah menjamurnya permainan budaya dari barat seperti Play Station dan game on line, ternyata tak sedikit dari mereka yang sudah diikut sertakan untuk melestarikan budaya betawi ini sedari kecil.
Setelah cukup terhibur dengan kesenian betawi, saya pun beranjak pergi untuk mengarungi setu (danau). Ya, rasanya bila sudah bertandang kesini, wajib hukumnya untuk sedikit bersantai-santai di perahu. Di kawasan ini terdapat dua danau. Danau Mangga Bolong dan Danau Babakan. Tapi yang cukup dikenal, ya danau babakan ini.
Sepanjang tepi danau, banyak warung kedai yang terjajar rapi disana, walaupun ada juga beberapa pedagang yang menjajakan jualannya dengan dipikul, seperti pedagang soto betawi kerak telor dan toge goreng itu contohnya.
Sekilas, terlihat banyak para pengunjung yang sedang menikmati makanannya sambil memandang lepas ke danau. Tetapi ada pula yang asik duduk di bibir danau sambil melempar kail pancingannya. Bagi mereka, hasil pancingan bukanlah tujuannya. Melewatkan hari hingga senja dengan alamlah yang mereka cari.
Kawasan konservasi kebudayaan betawi ini memang tempat yang pas untuk melepaskan dahaga kita akan kuliner betawi. Bagaimana tidak, disini saya bisa menemukan sayur babanci atau ikan kuah pucung yang hampir tidak bisa saya temukan di jakarta! Wuah, bisa lahap makan saya nanti.
Atau bila anda ingin menjajal makanan lainnya, laksa juga bisa menjadi pilihan alternatif anda. Apalagi dengan ditemani segelas bir pletok, rasanya lengkap petualangan saya hari ini. Sayang para pemain kuliner betawi ini memang tidak begitu mempedulikan akan tampilan warungnya. Bagi mereka, dengan kemasan kedai seperti ini sudah lebih dari cukup rasanya. Umm, sedikit ironis memang.
Tak terasa semburat senja pun sudah mulai terlukis. Beberapa pengunjung baik dari jakarta atau luar jakarta pun mulai mengakhiri petualang mereka hari ini. Terlihat, beberapa pengunjung dari Jepang, Australia pun mulai beranjak pergi.
Ya, kawasan yang sudah diresmikan oleh Pemda DKI ini juga kerap disambangi oleh beberapa wisatawan asing. Mereka yang tertarik dengan budaya betawi memang harus melewatkan waktu disini. Untuk itu sudah sepatutnya kita ikut memelihara dan melestarikan kebudayaan betawi di Setu Babakan. Ya Budayanya, ya kulinernya!
Friday, June 22, 2007
‘Menyekar’ kuliner di TMP Kalibata
‘Menyekar’ kuliner di TMP Kalibata
Anda suka berburu makanan enak? Jika iya, maka anda harus coba melipir ke kawasan selatan Jakarta ini. Karena disini selain bisa menemukan tempat makan asik, anda pun juga bisa menjumpai mahluk halus penunggu makam. Penunggu makam? Loh, memang makan di kuburan? Loh iya, kita kan sedang wisata kuliner di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata!
.
.
.
Wuah, jangan bergidik dulu, penunggu makam disini adalah para guide yang akan membantu kita untuk mendapatkan tempat makan enak kok. Hanya masalahnya, para penunggu itu hanya ada saat malam sudah merapat. Ya bagaimana penunggu itu itu tidak datang malam-malam, wong tempat makannya baru ramai saat malam datang.
.
.
Makan Enak, Sembari Melihat Awan Bertumpuk
Hujan yang sedang mengguyur Jakarta, akhirnya membuat saya ‘kepagian’ sampai di TMP Kalibata, tepat pukul 17.00 WIB saya sudah sampai disini karena beradu balab dengan awan gelap. Dan memergoki senja sore di TMP Kalibata ternyata amat menyenangkan. Selain bisa melihat para pedagang memasang tenda warungnya, kita juga bisa menikmati awan yang bertumpuk tepat di atas gapura TMP Kalibata. Makan enak, dengan pemandangan yang istimewa sudah menjadi satu perpaduan yang pas bukan?
Berlokasi tepat di seberang TMP Kalibata, menjadikan tempat ini mempunyai ciri khas tersendiri. lihat saja, dengan lahannya yang luas, tempat ini pun menjadi tempat favorit para klub-klub otomotif.
Dengan penataan yang apik, tempat ini pun terdapat banyak warung tenda dengan jenis makanan yang beraneka ragam. Tak ayal pilihan menu makanan disini juga lumayan banyak. mau yang tradisional macam nasi bebek, soto, rawon, sate maranggi atau kerak telor di tempat ini ada. atau mau yang agak sedikit modern? ada warung makanan jepang juga kok. Mau coba cari minum yang beraneka macem, di tempat ini juga ada. Pokoknya komplitlah.
.
.
.
Ada Pangkalan Duren!
idak jauh dari tempat makan ini sekitar 50 meter terdapat deretan penjual durian. Durian yang dijual adalah durian medan, durian Petruk dan durian montong dengan harga berkisar sekitar 25.000-50.000 perbuah. Penataan pedagang duren ini pun amat rapih. Dengan adanya beberapa penjual durian, anda pasti bingung untuk memilihnya.
Nah, berikut tips dari saya. Bila anda ingin mengetahui penjual mana yang menjual durian enak, maka selain tugas anda melihat dan menciumi harum buah berduri tersebut. Anda pun juga harus peka dengan tumpukan sampah duren yang sengaja di taruh di pinggir pembatas duren.
Jangan salah! Jika anda berfikir penjual durian yang membiarkan tempatnya di penuhi sampah kulit dan biji duren yang berserakan, bukan berarti tempat itu adalah jorok. “Justru dari sampah kulit dan biji durian itu, menggambarkan kami pada pengunjung kalau tempat kami lah yang laku!!” terang Doni Juanda, salah satu pedagang duren. Sedikit kotor memang bila di lihat. Tapi siapa sangka, sampah durian yang terlepas dari serangan laler hijau itu adalah suatu jawaban dari hantu penasaran kita dalam menemukan duren yang enak. Hehhehe. Tertarik ingin mencoba, silahkan main ke daerah kalibata, tempatnya tepat di depan TMP Kalibata.
.
.
.
.
Jangan Lupa ‘Nyodok’ di TMP Kalibata
Jika anda ingin menikmati makanan selain di warung-warung tenda tersebut, maka ada baiknya anda mencoba nasi bambu yang akan segera saya mamah ini. Soalnya nasi putu ala eropa ini, namanya sedang bergaung!
Masih terletak di kawasan TMP Kalibata, resto ini fikirku amat unik. Karena kita sebagai pengunjung bisa melihat langsung cara pembuatannya. Hebatnya, untuk menikmati nasi bamboo ini, hanya dengan waktu kurang dari 20 menit, kita sudah bisa mencicipinya.. Umm, mantap!
Sebenarnya untuk membuatnya sangat mudah dan cukup tradisional. Tidak ada bedanya dengan cara membuat kue putu. Jika kue putu bahan dasarnya tepung, maka nasi putu ini bahan dasarnya adalah nasi biasa yang telah dicampur dengan lauk.
Dan selanjutnya nasi tersebut pun dimasukkan ke dalam bambu berdiameter 10 cm dan panjang 25 cm, layaknya membuat kue putu. Setelah 15 menit, nasi putu sudah siap dihidangkan dan disantap.
Oiya, Selain Nasi putu, sedikitnya ada 10 varian rasa nasi putu yang ditawarkan. Di antaranya nasi putu ayam, daging, udang, cumi-cumi, sum-sum, pedak, bebek dan jambal. Oiya, agar lebih nikmat, nasi putu dapat disantap dengan lalapan dan sambal yang disajikan di atas cobek kecil.
Karena memakai konsep tradisional, rasa nasi putu tersebut sedikit pedas. Bagi Anda yang tidak terlalu menyukai pedas, bisa memesan untuk mengurangi sambalnya. Wuahh, sempurna!! Untuk itu, tak ada alasan untuk tidak ‘menyekar’ ke makam bukan?
Tuesday, February 13, 2007
gerimis kasih
Gerimis Gemerintik
Kalau boleh rindu,
mauku sederhana saja:
menikmati gerimis bersamamu.
Kali ini mari dengan sepedakita lintasi jalan-jalankecil dalam perasaan yangsemakin deras berkat suasana.
Kau tertawa,
beseru sepanjanggemerintik gerimis.
Sepeda melaju semakin cepat;
kitasepakat: mengarungi kenangan.
Kita bahagia, bukan..?
Di tengah gerimiskutuliskan sebuah puisi.
Tentu: ini puisi rindudan engkau tersenyum.
Titik air setetes jatuhdan ingin juga kau tangkap.
Setetes yang selalu rapatdan engkau dekap
sebagaipelengkap hasrat di dalam hati.
gerimis yang ke78 kali, tanpa mu
Kalau boleh rindu,
mauku sederhana saja:
menikmati gerimis bersamamu.
Kali ini mari dengan sepedakita lintasi jalan-jalankecil dalam perasaan yangsemakin deras berkat suasana.
Kau tertawa,
beseru sepanjanggemerintik gerimis.
Sepeda melaju semakin cepat;
kitasepakat: mengarungi kenangan.
Kita bahagia, bukan..?
Di tengah gerimiskutuliskan sebuah puisi.
Tentu: ini puisi rindudan engkau tersenyum.
Titik air setetes jatuhdan ingin juga kau tangkap.
Setetes yang selalu rapatdan engkau dekap
sebagaipelengkap hasrat di dalam hati.
gerimis yang ke78 kali, tanpa mu
Subscribe to:
Posts (Atom)
Rizal Mantovani Sukses Kemas Perjalanan Spiritual Musisi Legenda dalam Film Biopik, Chrisye!
Dapat bermain dalam sebuah film biopik tentunya merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi seorang aktor. Bagaimana tidak, memerankan sos...
-
Akal Sehat!! begitu Dahlan Iskan menyebutnya. adalah sebuah kolom Radar Surabaya yang bisa tiap hariku jumpa dan kubaca bila ku mampir ke me...
-
... minggu siang ini aku tak banyak melakukan aktivitas. hanya menonton kungfu panda untuk yang kali ketiga dan film slamdunk yang sudah lam...
-
Aku rindu lelaki tua itu.. Keadaannya yang kurang sehat itu membuat nafasku tercekik. Mungkin di siang hari aku bisa melupakannya barang se...














